BP3K dan Mahasiswa Uji Teknologi Sistem Aston – Palopo Pos
Walmas

BP3K dan Mahasiswa Uji Teknologi Sistem Aston

WALMAS–Segala macam cara digunakan pihak-pihak terkait dengan satu tujuan, yakni mengsukseskan swasembada pangan di Kabupaten Luwu, termasuk Walmas. Seprti halnya, sistem Aston yang saat ini mulai diuji cobakan di Walmas. Menariknya lagi, karena uji teknologi Aston itu, dilakukan para mahasiswa asal STPP Gowa, tetap ada keterlibatan pihak BP3K Walenrang. Ada empat mahasiswa STPP Gowa yang saat ini melakukan PKL di wilayah Kecamatan Walenrang, masing-masing, Abdul Rahman, sekaligus koordinator, masing-masing anggota, Muh Yusuf Arman Arrasyd, Febrianti Lolok, dan Yustin Milka Lolo.
Dosen Pembimbing PKL sekaligus Dosen Pendampingan Upsus, Drs Ismail Tandi MPd, kepada Palopo Pos, mengatakan, Aston menggunakan bibit yang banyak, benih baru bisa dipindahkan minimal 30 hari kemudian, maksimalnya 35 hari.
“Betul, saat ini, uji teknologi Aston kita laksanakan di Walmas, mudah-mudahan sistem ini (Aston, red) bisa berhasil dan membawa perubahan bagi sektor pertanian yang ada di daerah khususnya Kabupaten Luwu, “kata Ismail Tandi, kepada Palopo Pos, Rabu, 25 Mei 2016.
Terpisah, Kepala BP3K Walenrang, Ir Abdullah, mengatakan, sistem Aston memiliki dua cara tanam, yakni sistem legowo 2:1, dan sistem tegal.
“Saya sependapat dengan Bapak Ismail Tandi, namun perlu dicata juga bahwa dengan sistem Aston, hama dan penyakit tidak mudah menyerang tanaman ini disitulah keunggulan sistem Aston, “papar Abdullah.
Abdullah, juga mengatakan, Kelebihan lain dari sistem Aston tersebut, yakni 15 hari lebih cepat panen dibanding sistem lain dengan varietas yang sama.
“Jadi banyak sekali keunggulannya jika sistem Aston ini berhasil kita terapkan di Walmas, “papar Abdullah.
Koordinator PKL, Abdul Rahman, menambahkan, sistem Aston, diambil dari nama orang, penemu pertamanya berasal dari Provinsi Kalimantan. Sistem Aston, lanjut Abdul Rahman, sudah diterapkan di Negara Jepang, dan Korea, hanya namanya saja yang beda. Tetapi, untuk skala Provinsi Sulsel, baru Kabupaten Luwu, tepatnya di Walmas, yang menerapkan sistem Aston.
“Saya kira ini sangat luar biasa, mudah-mudahan ujicoba sistem ini menuai hasil yang baik sehingga sektor pertanian di Walmas, dan Luwu pada umumnya bisa mencapai swasembada pangan, “tutup Abdul Rahman, diamini tiga rekannya.(ded)

BACA JUGA:  2017, Semua Gakoptan Wajib Bebadan Hukum

Most Popular

To Top