Izin Pasar Malam Sudah Kadaluarsa – Palopo Pos
Walmas

Izin Pasar Malam Sudah Kadaluarsa

WALMAS—Izin operasional pasar malam yang saat ini menjalankan aktivitas di lapangan sepak bola WR Sugondo Lamasi sudah kadaluarsa. Dalam isi surat izin yang dikeluarkan pihak kelurahan disitu tertulis dengan jelas bahwa pasar malam beroperasi dimulai tanggal 15 April 2016 dan selesai tanggal 15 Mei 2016. Tapi kenyataannya sudah masuk tanggal 25 Mei 2016, pasar malam masih melakukan aktivitas.
Selain izin yang dikantongi sudah mati, warga juga mengeluhkan banyaknya sampah dk area pasar malam berserakan dimana-mana. Hal itu dinilai jelas merusak tatanan dan keindahan pusat Kota Lamasi.
“Kalau izinnya sudah mati pemilik hoya-hoya harus memperpanjang izinnya kembali. Jangan asal main hajar saja sebab negara kita ini adalah negara hukum, kalau tidak mau tunduk dan ikut aturan maka silahkan angkat kaki dari Indonesia dan bikin negara sendiri,”ketus aktivis pemerhati lingkungan Lukman, kepada Palopo Pos, menyikapi izin operasional pasar malam di Lamasi, Rabu, 25 Mei siang kemarin.
Menanggapi persoalan tersebut, Lurah Lamasi, Ahmad yang dikonfirmasi membenarkan kalau izin operasional yang dikeluarkan per tanggal 15 April 2016 dan berakhir tanggal 15 Mei 2016. Namun kenyataannya sudah lebih satu bulan pasar malam masih beroperasi.
Dirinya mengaku, sejak izin tersebut mati, pengelola pasar malam tidak pernah datang ke kelurahan untuk memperpanjang izin tersebut.
Ditanya soal sampah berserakan, lurah yang dikenal disiplin dan bertanggungjawab ini mengaku, dirinya sudah memanggil pemilik pasar malam dalam hal ini karyawan yang bertugas di pasar malam perihal banyaknya sampah yang tergeletak disana sini dan harus dibersihkan setiap selesai aktivitas pasar. Hanya saja, peringatan yang disampaikan itu, kata Ahmad, sampai detik ini tidak diindahkan pengelola pasar malam.
“Terpaksa kami yang turun tangan melakukan pembersihan. Sekali lagi kami himbau kepada pengelola pasar malam jika masih ingin beraktivitas maka izinnya harus diperpanjang. Kemudian setiap selesai kegiatan sampahnya dibersihkan,”terang Ahmad.
Seraya menambahkan, jika pengelola tidak secepatnya memperpanjang surat izin kemudian sampah-sampah tidak dibersihkan maka pihak kelurahan akan mengambil langkah tegas terhadap pengelola pasar malam.
“Kita tetap akan memanggil pengelola pasar malam sekaligus mengkonfirmasi perihal pelanggaran-pelanggaran yang telah dilakukan terutama izin operasional yang sudah kadaluarsa,”ancamnya.
Keberadaan pasar malam di Lamasi, sebenarnya sudah dari dulu menjadi pro dan kontra. Ada yang mengatakan sebagai tempat rekreasi bagi keluarga, tempat bermain anak-anak, tapi banyak pula yang menyebutkan sebagai ajang perjudian.
“Sebenarnya terjadi pro dan kontra, tapi kita juga tidak tahu apakah dijadika sebagai tempat perjudian atau tidak tapi kebanyakan orang bilang seperti itu,”tutur sebagian warga yang mi ta namanya tidak dikorankan.(ded)

Most Popular

To Top