Pemkot Menangkan Sengketa Luwu Plaza – Palopo Pos
Utama

Pemkot Menangkan Sengketa Luwu Plaza

PALOPO — Setelah melalui proses persidangan yang cukup panjang dan alot, sidang gugatan Luwu Plaza dengan perkara nomor 37/PDT.G/2015/PN Palopo, akhirnya dimenangkan oleh Pemkot Palopo. Pada persidangan Rabu 22 Juni 2016, PN Palopo dalam putusannya menolak permohonan para pemohon.

Pemohon dalam kasus perdata ini adalah Edy Mallo, dkk. Dia adalah pedagang yang menghuni ruko Luwu Plaza. Selama persidangan, mereka didampingi kuasa hukumnya Abbad Djohan dan Harla Ratda. Sedangkan pihak tergugat terrdiri dari dari Pemkot Palopo yang didampingi kuasa hukumnya, Asdar Thosibo, SH, Burhanuddin, LM, SH, kemudian tergugat II Pemkab Luwu, dan BPN.

Kasus ini ditangani oleh majelis hakim yang diketuai oleh Raden Nurhayati dan dua anggota hakim lainnya.
Asdar Thosibo, SH, kuasa hukum Pemkot Palopo yang dihubungi Palopo Pos, malam tadi, membenarkan putusan PN Palopo yang menolak permohonan pemohon. Ia belum bisa menjelaskan secara jauh apa pertimbangan majelis haki. ”Benar. Sudah keluar putusan PN Palopo atas sengketa Luwu Plaza,” ujar Asdar.

Sebelum tiba pada kesimpulan, kata Asdar, sejumlah rangkaian acara dilalui. Misalnya, ada mediasi, pembacaan gugatan, jawaban pihak tergugat, replik penggungat, kemudian duplikat tergugat. Sudah itu, rinci Asdar, pembuktian dan bukti tertulis. Selanjutnya, kesimpulan dan baru putusan. ”Inilah rangkaian yang dilalui pada sengketa Luwu Plaza,” tandasnya.

Saat ini, pihak tergugat masih menunggu salinan putusan dari PN Palopo. ”Kami masih menunggu, apakah penggungat masih melakukan upaya hukum lain, atau tidak,” katanya.

Kasus ini sedikit menarik. Kata Asdar, gugatan para pedagang sudah pernah ditolak. Kemudian tidak puas gugatannya ditolak, mereka kembali memasukkan gugatannya. ”Ini yang kedua kalinya, ditolak” kata lawyer Pemkot Palopo ini.

Sementara itu, Abbas Djohan, yang dihubungi Palopo Pos, terpisah belum bisa bicara banyak soal putusan sengketa Luwu Plaza.

Seperti diberitakan sebelumnya, PN Palopo tanggal 18 Maret 2016, menggelar sidang dengan agenda mempertemukan kedua pihak berperkara untuk melakukan mediasi.

19 Pedagang yang diwakili Harla adalah pedagang dengan Hak Guna Bangunan 20 tahun terhitung sejak 24 September 1996.(ary)

Most Popular

To Top