Bikin Album untuk Eksistensi Saja – Palopo Pos
Infotainment

Bikin Album untuk Eksistensi Saja

PALOPO — Jamrud salah satu band rock terbesar di indonesia mengaku prihatin dengan kondisi industri musik tanah air. Itu lantaran dimana mana konsumsi musik masyarakat di indonesia hasil dari pembajakan, baik kaset maupun digital.

“Liat aja di sekitar anda,” ujar Krisanto, saat Meet n Great di Icon Cafe, Sabtu 23 Juli 2016. Menurutnya, zaman yang berubah saat ini membuat band yang terbentuk sekitar tahun 90an ini harus pintar pintar.

Idealisme jamrud tetap dipertahankan dengan mengikuti perkembangan zaman tersbut khususnya selera pasar. Terkait penggarapan album pihaknya mengatakan untuk sebuah eksistensi sebuah band saja, yang tidak memberikan keuntungan financial, itu karna maraknya pembajakan yang terjadi. “Kita capek rekaman mengeluarkan biaya mahal, tapi jamers beli CD yang bukan asli kan rugi,” ungkap Krisanto prihatin.

Namun terlepas dari itu pihaknya saat ini tengah merampungkan album yang tengah digarapnya. “Usai tour panjang ini, kami masuk studio buat rekaman. Insya Allah awal bulan depan kami realisasikan,” katanya. Pengerjaan album tidak lepas dari keinginan masyarakat indonesia.

Berdasarkan jadwal Log Zelebour tempat bernaung Jamrud yang dirilis melalui wesite nya, Jamrud akan mengiuti sejumlah rangkaian tour hingga akhir oktober. Kota Palopo merupakan tempat ketiga dari rangkaian tournya tahun ini. Kedatangan Jamrud di Kota Palopo ini juga merupakan kali kedua konser yang digelarnya. “Jujur, sebenarnya saya agak lupa, tapi memberikan kesan tersendiri bagi kami” Kata Krisanto.

Dalam meet n great yang digelar kurang lebih 30 menit tersebut dipadati puluhan jamers di Icon Cafe. Tak ada batasan, Krisanto bersama 3 rekannya yakni Irwan (Gitar) dan Danny Rachman (Drum) menjawab satu persatu pernyataan yang dilontarkan para fansnya. Bahkan meladeni satu persatu para jamers di Kota Palopo untuk selfie hingga Groufie bareng.(ald/d)

Most Popular

To Top