Siapkan Dulu Kandang – Palopo Pos
Walmas

Siapkan Dulu Kandang

Pejabat dari kementan ke Palopo. Melihat darid ekat program 1000 kandang. Progress-nya luar biasa. Pejabat kementan menilai sudah layak dibantu sesuai usulan Pemkot Palopo. Diusul 500 DOC atau anak ayam yang berumur satu hari. Namun, dinas pertanian diminta supaya menyiapkan dulu infrastruktur berupa kandangnya.

Ini langkah awal menuju satelit ayam. Sebelum mengarah ke sana supaya cakupannya lebih luas, Wali Kota HM Judas Amir pernah mengusulkan ke Menteri Amran Sulaiman supaya dibantu 5000 anak ayam umurnya satu hari. Kemudian usul tersebut ditindaklanjuti oleh Harisman, kadis pertanian dan peternakan Kota Palopo. Saat pejabat dari kementan meninjau potensi Palopo jadi satelit ayam di Indonesia timur, ia kembali menagih komitmen menteri tersebut.

Mereka yang berkunjung ke Palopo, Senin 22 Agustus 2016, kemarin, yakni, pejabat dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sumbawa, pejabat dari kementan RI, direktorat pakan kementan, dan BPPPT Batang Kaluku. Mereka juga melihat langsung UPTD Mancani. Pemantauan tersebut dilakukan hingga ke sejumlah kelompok penerima bantuan.

Saat pertemuan di kantor Bappeda dengan 16 orang dari kementan RI, kadis pertanian Kota Palopo, meminta komitmen kementan RI soal bantuan hibah bibit ayam sebanyak 5000 DOC (Day Old Chick) untuk didistribusikan. “Kami meminta komitmen kementrian terkait bantuan hibah bibit ayam,” jelas Harisman. Aspirasi yang dikemukakan Harisman sebagai tindaklanjut atas usulan wali kota Palopo kepada menteri pertanian dan peternakan beberapa waktu lalu. ”Kami hanya ingatkan. Jangan sampai dilupa,” katanya.

BACA JUGA:  Izin Pasar Malam Sudah Kadaluarsa

Mendengar hal itu, Ir Herdi Sartono, perwakilan direktorat bibit dan produksi ternak, menyebutkan bahwa itu gampang direalisasikan. Bisa disanggupi. Tergantung kesiapan Pemerintah Kota Palopo sendiri. Kata dia, 5000 DOC atau anak ayam berumur satu hari tidak sedikit jumlahnya. ”Jangan kita sangka sedikit itu 5000 anak ayam,” kata dia.

Kemudian Deli Hesti Natalia, dari Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sumbawa, memberikan pengecualian tersebut terkait dengan sarana seperti kandang, tempat makan, brooder, sekat, gasolek, yang akan digunakan nanti. “Terkait bantuan tersebut, siapkan dulu kandangnya,” lanjutnya.

Lantaran kandang yang ada saat ini di UPTD Mancani sangat tidak memungkinkan untuk menampung DOC nantinya jika itu telah disetujui menteri.

Jika ini disepakati nantinya, maka pihaknya akan menurunkan 5000 DOC tersebut secara bertahap untuk 5 jenis ayam yakni ayam kapas, KUB, Arab Golden, Arab silver dan merawang berdasarkan keinginan Pemerintah Kota Palopo. Syarat terpenting yang disebutkan Deli yakni ketersediaan kandang. Untuk menampung DOC sebanyak 5000 secara bertahap tersebut dibutuhkan 3 kandang ukuran 200 meter dengan estimasi 1 kandang menampung 1500 DOC. Selain itu, adanya memo dari menteri yang mem-fix-kan bantuan hibah tersebut.

BACA JUGA:  Datanya Sudah Masuk ke Kemenkeu

“Jika semuanya sudah fix maka praktis pihak kami memaksimalkan untuk distribusi paling lambat Desember,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Palopo, Firmanza, yang memimpin jalannya diskusi mengatakan Pemkot Palopo akan menyanggupi hal syarat tersebut.

“Kita akan bangun kandang. Ini untuk memaksimalkan proses distribusi DOC tersebut di UPTD Mancani,” jelasnya. Ini merupakan bagian dari program 1000 kandang Pemerintah Kota Palopo yang harus disukseskan.

Pada kesempatan itu juga pihaknya bersama Perwakilan Direktorat Kementrian Pangan bersama BPTU-HPT Sumbawa merumuskan proposal sebagai ajuan untuk mendapatkan bantuan hibah tersebut.

Sebelumnya, rombongan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Sumbawa, yang terdiri dari Deli dan Hesti Natalia, kemudian Perwakilan Direktorat Bibit dan Produki ternak, Ir Herdi Sartono, Direktorat Pakan Kementan Ir Hajirin, BPPPT Batang Kaluku, Rahmat, memantau langsung aktivitas UPTD Mancani. Karena lokasi ini nantinya digadang-gadang jadi satelit ayam.

Pemantauan tersebut didampingi langsung oleh Sekkot Palopo, H Jamaluddin Nuhung, Kepala Bappeda Firmanza, Kadispertanak, Harisman dengan memantau sarana yang di UPTD tersebut seperti kandang, gudang pakan, mesin etas. Mereka juga berkunjung ke sejumlah kelompok penerima bantuan bibit program seribu kandang.

BACA JUGA:  NasDem Tak Lari dari Judas

Saat meninjau lokasi, Ir Herdi Sartono, perwakilan direktorat bibit dan produksi ternak, mengatakan, dari segi potensi, Kota Palopo sangat potensial sebagai satelit untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di kawasan Indonesia timur. Hanya saja, sarana dan prasarana belum mengikuti standarisasi. Namun, pihaknya memberikan perhatian besar terhadap pembangunan infrastruktur tersebut. “Kami akan support,” jelas Herdi.

Standarisasinya, adanya blok plan sehingga ada zonasi wilayah mana saja yang harus steril antara ayam dan manusia. Misalnya, Bio Security yang wajib ada. “Untuk mewujudkan satelit ayam tersebut memang butuh waktu yang lama serta anggaran yang cukup besar,” jelasnya.

Namun, dikatakannya bahwa kementerian siap mensupport berdasarkan usulan Pemerintah Kota Palopo dalam hal ini Dinas Pertanian dan Peternakan melalui dana DAK.(ald/ary)

Most Popular

To Top