Januari Hingga Agustus, PAD Capai Rp9 Miliar Lebih – Palopo Pos
Metro

Januari Hingga Agustus, PAD Capai Rp9 Miliar Lebih

PALOPO – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palopo dari Januari hingga Agustus 2016 yang dikelola Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Palopo mencapai Rp9.733.581.726,20. Persentase Pencapaian PAD tersebut sebesar 60,40 persen.

Pencapaian PAD untuk triwulan ketiga 2016 Kota Palopo menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, dari target yang ingin dicapai sebesar Rp13.624.300.000.
Hal ini diungkapkan Kepala DPPKAD Kota Palopo, Hamzah Jalante, melalui Kabid Pendapatan Asli Daerah (PAD), Irfan Dahri, Rabu, 28 September 2016.

Menurut Irfan, rata-rata pendapatan pajak daerah Kota Palopo menunjukkan persentase 20 persen keatas. Hal ini menunjukkan pendapatan pajak berada diatas pertumbuhan normal.
“Sampai triwulan ketiga, pendapatan pajak Kota Palopo berada diatas pertumbuhan normal yakni 25 persen diatas. Meskipun masih ada yang berada diangka 21 persen, namun tidak mempengaruhi pendapatan pajak di triwulan pertama,” ungkapnya.

Berdasarkan laporan rincian realisasi penerimaan pendapatan daerah Kota Palopo periode Agustus 2016 menyebutkan, pendapatan pajak daerah yang berasal dari pajak hotel telah terealisasi sebesar Rp241.302.162 dimana dari target yang ada sebesar Rp363.799.000. Untuk pajak hiburan telah terealisasi sebesar Rp303.155.904 dari target Rp403.257.000.

Sementara untuk pajak restoran yang meliputi restoran, rumah makan, cafe, kantin, dan katering pencapaian realisasinya berada pada angka Rp2.222.571.563 dari target yang ada sebesar Rp3.352.392.000. Irfan menyebutkan untuk pajak jasa reklame hingga saat ini realisasinya sudah mencapai Rp594.356.516 dari target yang sudah ditetapkan yaknisebesar Rp850.000.000. Selain itu, untuk pajak penerangan jalan berada diangka Rp5.877.951.845, pajak parkir Rp137.239.200, dan pajak mineral bukan logam dan tanah sebesar Rp374.497.308,20.

Selanjutnya, untuk hasil retribusi daerah yang meliputi retribusi jasa umum berada diangka 81,89 persen dari target Rp165.000.000 dan telah terealisasi Rp135.125.000. Dimana retribusi jasa umum meliputi pelayanan persampahan atau kebersihan. Dan yang terakhir untuk retribusi jasa usaha yang meliputi pemakaian kekayaan daerah mencapai 0,11 persen dari target Rp60.628.000.000 dan telah terealisasi Rp67.771.940.

“Peningkatan pendapatan pajak daerah dan hasil retribusi daerah menunjukan angka yang cukup menggembirakan dan kami berharap target yang telah ditetapkan dapat tercapai hingga di penghujung tahun 2016,” tandasnya.(rhm)

Most Popular

To Top