Cerita Korban Kekerasan Seksual Pindah Kantor untuk Hilangkan Trauma – Palopo Pos
Utama

Cerita Korban Kekerasan Seksual Pindah Kantor untuk Hilangkan Trauma

KORBAN kejahatan seksual oleh atasannya sendiri masih sangat trauma. Orang yang datang ke rumahnya di Jalan Cakalang hanya bisa tersenyum. Ia kalau mau foto bersama dengan pejabat yang datang seperti anggota DPRD harus pakai masker.

LIPUTAN: Rahmi

MUNGKIN trauma gadis ini lama baru bisa hilang. Butuh orang yang bisa mendampinginya. Memberi masukan dan bimbingan supaya bisa melupakan peristiwa pahit yang nyaris merenggut nyawanya. Bayangkan kejadian sadis yang menimpanya. Ia saat pingsan dicor di bawah septic tank.

Saat ini, kata orang yang mendampinginya, gadis berjilbab ini mengaku traumna saat melihat laki-laki.

Widiastuti yang baru menginjak usia 19 tahun ini termasuk perempuan yang tegar. Meski masalah yang dihadapinya cukup berat. Namun, dirinya berusaha untuk kembali bangkit dan optimis menjalani hidupnya. Kesehariannya dia jalani sebagai seorang honorer di dinas kebersihan, pertamanan, dan pemakaman Kota Palopo.

Kehidupannya pun sama dengan remaja lainnya. Namun, keceriaannya itu berubah. Saat ini, Widiastuti yang dulunya periang berubah menjadi sosok yang pendiam dan tertutup.
Saat coba mewawancarainya, Widiastuti hanya banyak berdiam diri. Sekali-kali menanggapi dan selebihnya diam disertai dengan tatapan matanya yang tajam. Seolah-olah tak percaya dengan orang baru di sekelilingnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan KB (BPMP-KB) Kota Palopo, Suriani Andi Kaso yang selalu mendampinginya mengakui kalau Widiastuti banyak bercerita mengenai dirinya dan keadaannya saat ini.

”Meskipun dia bilang traumanya sudah berangsur-angsur hilang, namun saya yakin itu pasti masih ada,” kata Suriani Kaso, kemarin.

Untuk menghilangkan traumanya di tempatnya bekerja sebagai seorang honorer, sebutnya, Widiastuti dipindahkan ke kantor BPMP-KB untuk menjadi honorer di sana.

”Dia bercerita kalau trauma dan rasa malunya tak akan bisa hilang kalau masih bekerja di sana. Makanya, kami berinisiatif memasukkannya di kantor BPMP-KB untuk menjadi honorer,” sebutnya.

Widiastuti pun mengiyakan kalau dirinya sudah pindah ke kantor BPMP-KB dari kantornya sebelumnya DKPP.
”Semoga saya bisa menghilangkan rasa trauma, sedih dan rasa malu saya setelah bekerja di sini. Alhamdulillah, sambutan seluruh pegawai di BPMP-KB sangat luar biasa menerima saya, utamanya ibu Suriani Kaso,” sebut anak kedua dari empat bersaudara pasangan Syarif Dg Bella dan Salmawati ini.

Dia pun enggan bercerita soal kejadian yang menimpanya. Pasalnya, dirinya berupaya untuk melupakan dan berupaya untuk menghilangkan dari ingatannya.

”Saya ambil hikmahnya saja, ini adalah pelajaran berharga yang diberikan Allah SWT kepada saya. Masa depan saya masih panjang. Saya juga ingin fokus kuliah juga. Biarlah masalah ini diproses oleh bapak-bapak di kepolisian,” kata Widiastuti yang lahir 29 Oktober 1998 ini.(rhm/ary)

Most Popular

To Top