Pede Pakai Loreng, Anggota Banser Asal Kendari Berurusan POM Beraninya Pakai Baju TNI – Palopo Pos
Utama

Pede Pakai Loreng, Anggota Banser Asal Kendari Berurusan POM Beraninya Pakai Baju TNI

PALOPO — Operasi Gaktib digelar dalam rangka memperingati HUT TNI ke-71. Operasi ini bikin oknum anggota banser apes. Seragam TNI yang ada di badan lengkap sekali. Mulai dari baju PDL loreng, celana loreng, jaket loreng, kopel putih, sepatu laras (PDL), baret biru, borgol hingga pistol sangkur.

Saat terjaring razia gaktib, Kamis 29 September 2016, kemarin, baju yang dikenakan dicopot semua. Beraninya pakai baju TNI masuk Palopo.
Nama oknum anggota banser diketahui bernama Muh Muksin. Ia berasal dari Kendari.

Awalnya, anggota operasi penegakan dan penertiban (gaktib) pekan disiplin gabungan subdenpom VII/4-1 Palopo, Provost Kodim 1403/Swg, Provost Kipan C Yonif 721, polisi, dan dishub, mengiranya seorang anggota. Melihat baju yang dikenakan itu.
Setelah dimintai kartu tanda pengendal, pria tersebut malah menyodorkan kartu anggota Banser kepada petugas.

Pemeriksaan terhadap pria berambut cepak ini langsung diambil alih oleh Polisi Militer (POM) Palopo. Ia sempat diinterogasi di lapangan. Orangnya dilepas, sedangkan bajunya ditahan sambil menunggu komunikasi dari ketuanya.

Kapten Cpm Adi Santoso memerintahkan anggota POM mencopot seragam TNI yang dikenakan pria tersebut. “Waktu kita adakan operasi, pria ini lewat menumpangi mobil Avanza warna putih dari arah Utara (Kendari) menuju Selatan (Makassar), karena sasaran POM memang adalah TNI, mobil yang ditumpanginya dihentikan,” kata Kapten Cpm Adi Santoso yang jadi pimpinan operasi.

Juga tampak Kaur Bin Ops Satlantas Polres Palopo, Ipda Supriadi, Kanit Turjawali, Ipda Muh Idris, Kanit Laka, Ipda Catur, Kepala UPTD Samsat, Arwin Jalil. ”Operasi ini dalam rangka HUT TNI ke-71,” paparnya.

Kegiatan ini dimulai pukul 08:30 Wita hingga pukul 10:30 Wita di Jalan Dr Ratulangi, Kelurahan Salobulo, Kecamatan Wara Utara. Persisnya di depan Taman Makam Pahlawan (TMP).

Kata dia, anggota khawatirnya, seragam TNI yang dia gunakan disalahgunakan. ”Makanya kita lakukan penyitaan,” tambah Kapten Cpm Adi.

Menurut Kapten Adi, tindakan yang dilakukan POM hanya melakukan penyitaan. Itu karena, pihaknya tidak menemukan tindak pidana yang dilakukan oleh oknum anggota Banser tersebut. Dengan catatan, seragamnya baru boleh diambil ketika oknum ini datang bersama pimpinannya dan menjelaskan alasan pemakaian seragam TNI.

“Di Palopo tidak ada Banser, makanya kita heran, kok orang ini nekat memakai seragam TNI keluar dari Kendari,” sebutnya.
Selain melakukan pencopotan dan penyitaan seragam TNI dari tubuh oknum Banser, Subdenpom juga mencopot sembilan buah stiker tempel logo TNI yang dipasang di plat motor kendaraan umum yang dikemudikan oleh lima orang masyarakat umum.
“Sedangkan anggota TNI saja tidak dibolehkan memasang stiker TNI apalagi masyarakat umum,” sebutnya.

Tak sampai di situ saja, Subdenpom juga menyita dua baju kaos loreng, satu buah jaket loreng, dan helm standar warna hijau Wirabuana yang dipakai oleh dua orang masyarakat umum.
Di tempat yang sama, juga mengamankan 16 buah sepeda motor, 1 unit mobil angkot, dan 24 surat kendaraan oleh Satlantas Polres Palopo dan Samsat Palopo. BB dari pelanggaran masyarakat sipil ini diamankan di Mako Polres Palopo.(ara/ary)

Most Popular

To Top