Tak Mudah Menjadi Isteri Wali Kota – Palopo Pos
FEMALE

Tak Mudah Menjadi Isteri Wali Kota

* dr Hj Utiasari Judas, M.Kes, Ketua TP-PKK Kota Palopo

dr Hj Utiasari Judas, M.Kes yang juga merupakan ketua Tim Penggerak PKK Kota Palopo, namanya sudah tidak asing bagi Kota Palopo. Kiprahnya sebagai pendamping orang nomor satu di Kota Palopo sudah tidak diragukan lagi.

BERBAGAI kegiatan pemerintahan ia jalankan dengan sepenuh hati. Memasuki tahun keempat kepemimpinan suaminya, yakni HM Judas Amir, MH, dr Utiasari dengan setianya mendampingi Wali Kota dalam berbagai kegiatan dan kunjungan, baik di dalam dalam daerah, maupun luar daerah.

Sebagai seorang dokter, dr Hj Utiasari sangat tekun menjaga kesehatan wali kota agar tetap fit dalam menjalankan segala aktivitasnya melayani masyarakat Kota Palopo. ”Mengkonsumsi makanan yang sehat serta asupan vitamin yang cukup dan olahraga, saya kira membuat Bapak lebih fit dalam menjalankan aktivitasnya,” sebut ketua TP-PKK Kota Palopo.

Selain mendampingi Wali Kota dalam berbagai aktivitasnya sebagai orang nomor satu di Kota Palopo, dr Hj Utiasari juga disibukkan dengan berbagai kegiatan PKK serta kegiatan kemanusiaan dan aktivitas lainnya.

BACA JUGA:  Baginya Keluarga Sehat, Investasi Sebuah Bangsa

”Selain aktivitas rutin PKK, saya juga banyak menghadiri undangan masyarakat dimana mereka membutuhkan kita untuk berdialog dan mencurahkan aspirasi mereka,” jelasnya lagi.

Ia dikenal sangat sederhana. Baik cara berpakaian maupun dandanan. Bahkan, isteri wali kota ini tak pernah menampakkan sosok wanita sosialita sebagaimana isteri pejabat lainnya.

Dirinya tetap sederhana di balik balutan jilbabnya yang juga sangat simpel. Maka tak heran banyak masyarakat yang simpati atas kesederhanaan yang dimiliki ibu wali kota ini. Selain itu, saat bertutur kata sangat lembut.

Ia berpesan kepada seluruh perempuan di Kota Palopo agar perempuan mandiri tidak boleh melewati kodrat. Tetap harus menjunjung tinggi suami dan ayah, namun dapat berdiri sendiri.

Ia mengatakan bahwa menjadi isteri Wali Kota tidaklah mudah. Pasalnya, seorang isteri Wali Kota juga memiliki peran penting dalam memberdayakan warga, terutama kaum hawa. “Tidak hanya sekadar berfoto cantik, peranan kita sangat dibutuhkan,” kata isteri Wali Kota yang juga berprofesi sebagai dokter ini.

BACA JUGA:  Tinggalkan Profesi Demi Dampingi Suami

Namun, menjadi seorang isteri wali kota membuatnya dapat merangkul lebih banyak perempuan. Berbagai program mengenai pemberdayaan perempuan di Kota Palopo telah dijalankan.

Untuk mencapai mimpi, sebutnya, dalam kesempatan tersebut, dr Utiasari berpesan kepada perempuan untuk tetap membuka wawasan dan menetapkan langkah serta strategi untuk meraih mimpi tersebut.

Dengan demikian, dia berharap agar perempuan dapat lebih mandiri, namun tetap sesuai dengan kodratnya.

“Perempuan mandiri tidak boleh melewati kodrat. Tetap harus menjunjung tinggi suami dan ayah, namun dapat berdiri sendiri,” ujar dia.

Sementara itu, ia juga menyoroti perkembangan sosial media yang efeknya sampai kepada anak-anak. Menurut dia, anak-anak memang tidak boleh ketinggalan teknologi.

Namun, ia berpesan di era teknologi sekarang ini peran ibu harus mampu mengimbangi pengetahuan anak, ibu tidak boleh ketinggalan teknologi dari anak. “Dampingi, awasi, saring, dan bimbing serta arahkan karena akses sosial media ke dunia luar tidak mungkin dibendung,” dia menambahkan.

BACA JUGA:  Guru Harus Jadi Cerminan di Sekolah

Kepada ibu yang aktif dalam organisasi, dokter yang dikenal ramah ini, juga mengajak agar para ibu dapat menunjukan eksistensinya dalam kehidupan bermasyarakat. “Berikan sumbangsih terbaik kepada masyarakat.

Karena ibu merupakan pemersatu keluarga, tanpa ibu akan terjadi ketimpangan dalam keluarga. Dan para ibulah yang akan melahirkan generasi perempuan yang tangguh dan mandiri,” tandasnya.(rhm/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top