32 Siswa SMA Barana Terancam Dikeluarkan – Palopo Pos
Toraja

32 Siswa SMA Barana Terancam Dikeluarkan

*Terkait Pengeroyokan Adik Kelasnya di Asrama

RANTEPAO–Puluhan orang tua siswa mendatangi SMA Barana, terkait anak-anak mereka dikeroyok kakak kelasnya.

Informasi menyebutkan, korban kekerasan berjumlah 25 orang sedang, pelaku kekerasan yang diduga melakukan pengeroyokan berjumlah sebanyak 32 orang.

Kedatangan para orang tua siswa tersebut, tak lain agar pihak sekolah mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku pengeroyokan.

Salah seorang, orang tua siswa, Lulun Bara, mengatakan, pengeroyokan dilakukan dilingkungan sekolah dan atas kejadian itu dirinya sebagai salah satu orang tua siswa korban kekerasan, sangat kecewa.

“Kami sangat kecewa dengan kejadian ini, sebab kami titip anak kami di sekolah untuk diasramakan agar mendapatkan pendididikan, serta pengawasan yang intensif.

Tapi kenyataanya justru anak kami mendapat perlakuan yang tidak wajar dengan cara pengeroyokan dari kakak kelasnya sendiri,” ucap Lulun dengan nada kesal, kepada Palopo Pos, Selasa, 14 Maret 2017.
Atas kejadian itu, para korban mengalami babak belur.

BACA JUGA:  Wapres Batal ke BBK, IRT Ini Kecewa

Menurut Lulun, di dalam asrama sekolah ada Satpam, tapi juga tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sebab kejadian pengeroyokan tidak diamankan atau dileraikan.

“Kejadian ini sebenarnya bukan hanya pertama kali, hanya saja terkesan pihak sekolah menutupi,” imbuh Lulun.

Orang tua siwa pelaku pengeroyokan, bernama Johannis Lobong yang berasal dari Mamasa, mengatakan, anaknya ikut mengeroyok dikarenakan rasa solidaritas terhadap teman kelasnya.

“Kejadian tersebut kami ikut prihatin, sehingga sebagai orang tua siswa berharap agar anaknya ditindak untuk dididik sesuai mekanisme, mengingat anak saya sudah kelas tiga yang tak lama lagi akan memasuki ujian akhir.

Apalagi kami sudah membayar uang ujian sebesar Rp8 juta mencakup uang asrama, makan dan lalin-lain,” ujar Yohanis.

Terkait hal tersebut, Kepala Sekolah SMA Barana, Yusuf Pongsibidang, merasa ikut menyayangkan kejadian tersebut.
Tujuan dari siswa tinggal dalam asrama melalui keluarga besar SMA Barana menerapkan pendidikan bagaimana hidup bersama dan bersaudara.

Untuk itu, sebut Yusuf, SMA Barana tidak memperbolehkan melakukan kekerasan fisik dan sanksinya adalah pemecatan bagi siswa di SMA Barana, jika terbukti melakukan kekerasan.

BACA JUGA:  Siswa SMKN 1 Makale Menuju Tingkat Nasional

“Kami sementara menyelidiki penyebab kejadian ini terkait hal-hal yang dengan persoalan fisik yang di lakukan oleh siswa kelas tiga.

Jika terbukti maka sekolah akan memberikan sanksi sesuai peraturan sekolah yang kami terapkan,” pungkas Yusuf. (mg5/uka)

Click to comment

Most Popular

To Top