Main di Sungai, Pelajar Hilang Terseret Arus – Palopo Pos
Luwu

Main di Sungai, Pelajar Hilang Terseret Arus

BELOPA — Masyarakat desa Wonosari Kecamatan Kamanre dikejutkan adanya informasi anak desa tersebut yang hilang diduga terseret arus Salu Paremang.

Kejadian tersebut, terjadi Sabtu19 Maret lalu. Mendapat informasi itu, jelang maghrib, warga langsung melakukan penyisiran untuk mencari korban. Sayangnya, hasilnya nihil.

Cupa (9) yang merupakan pelajar kelas 3 SD Wonosari dilaporkan hilang terseret arus. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 Wita. Saat dirinya bersama dengan rekannya bermain di sungai yang menjadi lokasi penyedotan pasir.

Saat asyik bermain, tiba-tiba Cupa terseret arus, rekannya yang melihat hal itu sempat memberikan pertolongan dengan manrik korban, sayangnya air begitu deras.

“Informasinya Cupa sedang main-main langsung terseret, ada temannya yang lihat dan sempat menariknya. Namun air begitu deras sehingga terlepas, temannya kemudian tidak melihat lagi kemana Cupa,” ujar salah seorang warga Wonosari Darlis kepada Palopo Pos, Minggu 19 Maret kemarin.

Warga sendiri langsung turun tangan dan memeriksa setiap pinggiran sungai, sayangnya putra dari Sulaeman itu tetap ditemukan. Beberapa warga bahkan mengecek hingga ke kolong jembatan Kamanre namun hasilnya nihil. Kemarin, bersama dengan tim gabungan dari BPBD Luwu dan Basarnas kembali melakukan pencarian hingga sore hari.

BACA JUGA:  H Ismail Bidik '01' Luwu

Kapolsek Belopa, AKP Pither Marimbun secara terpisah kemarin mengatakan, setelah terjatuh di sungai dan terseret arus, rekan korban langsung pulang kerumah. Namun mereka takut untuk menyampaikan kejadian tersebut kepada orang lain. Hilangnya Cupa, baru diketahui ketika, kakak korban mendatangi kediaman rekan korban untuk mencari adiknya.

“Setelah pulang teman korban ketakutan, nanti jelang maghrib ibunya mencari dan menyuruh kakaknya untuk mencari korban. Kakaknya kemudian mendatangi kediaman teman korban dan mendapat informasi Cupa terseret arus.

Baru warga mencari korban, padahal jarak rumah dengan lokasi kejadian hanya sekitar 200 meter,” terang perwira dengan pangkat tiga balok dipundak itu.

Sementara itu tim gabungan sendiri telah melakukan penyisiran hingga ke muara salu paremang.

“Tadi tim sudah sampai ke muara tetapi hasilnya nihil. Makanya balik lagi melakukan penyisiran. Kita berharap ada hasil terbaik.

Kemudian sesuai dengan SOP pencarian akan tetap kita lakukan besok (hari ini, red) kalau kita belum temukan nanti (kemarin, red),” jelasnya. (fan/rhm)

BACA JUGA:  IRT Simpan Ballo, 750 Liter Disita

Click to comment

Most Popular

To Top