Rentenir Berkedok Koperasi, Dilaporkan ke Polisi – Palopo Pos
Toraja

Rentenir Berkedok Koperasi, Dilaporkan ke Polisi

ilustrasi

RANTEPAO--Mantan Kadis Perindagkop Gaga Sumule, mensinyalir adanya rentenir berkedok Koperasi, yang beroperasi di Toraja Utara (Torut).

Menurut Gaga, perlu ditertibkan dinas terkait, sehingga tidak merusak koperasi yang lain, yang nota bene dalam pengoperasiannnya benar-benar melakukan pembinaan pada anggotanya melalui pinjman kredit yang standar.

Gaga mengisahkan, bahwa ada seorang laki-laki mendatangi rumahnya pada hari, Jumat 18 Maret 2017, menawarkan pinjaman kredit dan mengaku dari salah satu koperasi serba usaha bergerak pada simpan pinjam.

Saat itu kata Gaga, merasa kaget setelah dijelaskan terkait palafon pinjaman dengan anggusuran sepuluh kali, namun dari jumlah angsuran itu setelah dikurangi dengan pokok pinjaman keuntungan dari bunga pinjaman mencapai 20 persen.

Dari hitung-hitungan tersebut, kata Gaga, oknum yang menawarkan pinjaman itu langsung ditahannya dan memanggil polisi untuk dilakukan penyelidikan terhadap keabsahaan nama koperasi yang dimaksudkan itu.

“Waktu saya hitung-hitung bunga dengan pokok pinjaman ternyata bunganya 20 persen, sehingga saya curiga kalau oknum tersebut hanya main akal -akalan dengan mengaku petugas koperasi, tapi sebetulnya dia adalah rentenir,” jelas Gaga, Minggu 19 Maret kemarin.

BACA JUGA:  SYL: De' Kupakassiri Ki!

Gaga menjelaskan, bahwa oknum tersebut telah membuat surat pernyataan di Polsek Tondon untuk menghadap di Dinas Koperasi Toraja Utara hari Senin (hari ini,red).

Apalagi oknum tersebut, tutur Gaga, dia mengakui kalau koperasi simpan pinjam yaang ditempati bekerja belum dilaporkan atau terdata di Dinas Koperasi Toraja Utara, padahal sudah beroperasi 4 tahun, dan sudah banyak nasabahnya orang Toraja.

Sebagai mantan Kadis Perindagkop selama 5 tahun, tentunya Gaga’ sangat memahami tentang sebuah koperasi simpan-pinjam terkait dengan ketentuan presentase bunga pinjaman yang ideal dan dibolehkan.

“Kopresai yang bergerak dalam simpan pinjam dengan bunga hingga 20 persentu sudah jelas melanggar peraturan perundang-undangan, sehingga oknum tersebut perlu dicurigai sebagai rentenir, dan rentenir juga tidak dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan,” tegas Gaga.

Untuk itu sebut Gaga, pihak Dinas Koperasi harus tegas dalam melakukan pembinaan terhadap koperasi-koperasi yang beroperasi di wilayah Toraja Utara, supaya anggota koperasi bisa mendapatkan kesejahteraan ekonomi dari koperasi dimana dia sebagai anggota.

BACA JUGA:  Jangan Transaksi Diluar Standar Harga

“Saya dulu waktu masih Kadis Koperasi, benar-benar kita lakukan pengawasan dan pembinaan secara intensif, itu dimaksudkan koperasi yang dibina dapat beroperasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” kisah Gaga.

Kemudian, jika ada koperasi dari luar daerah beroperasi dalam wilayah kerjanya, dan tidak melaporkan ke dianas, maka langsung dilakukan tindakan tegas.(uka/ded)

Most Popular

To Top