PLTMH Bambalu Selesai Dikerjakan 2010 – Palopo Pos
Utama

PLTMH Bambalu Selesai Dikerjakan 2010

PLTMH Bambalu dikerjakan tahun 2009 dan selesai tahun 2010. Tahun 2011 diresmikan oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Kapasitas PLTMH ini mencapai 300 KW dan bisa menerangi 50-an rumah.

Pembangunan sudah rampung, namun belum dioperasikan. Alasannya, PLTMH yang menghabiskan APBN sekitar Rp8,7 miliar tersebut masih menunggu regulasi terkait pembelian daya dari PLN ke PLTMH yang pengelolaannya telah diserahkan ke Perusda Palopo.

Direktur Utama Perusda Palopo, Amir Tarria, seperti yang dikutip dari situs resmi Perusda Palopo, menuturkan, pihaknya telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan PLN Wilayah, namun mereka mengaku masih menunggu regulasi terkait pembelian daya PLTMH.

“Kami sudah beberapa kali pertemuan dengan manager PLN Cabang Palopo dan wilayah Sulselrabar di Makassar, namun katanya kendala regulasi,” jelasnya.

Amir menyebutkan, jika PLTMH ini sudah beroperasi, maka pihaknya yakin Perusda akan lebih maju. Sebab ada sekitar Rp150 juta hingga Rp200 juta pemasukan dari PLN hasil pembelian daya PLTMH. “Sehingga kalau ada ini, maka biaya operasional Perusda bisa tertutupi,” katanya.

Lebih jauh disampaikan, pembahasan teknis pembelian daya PLTMH dari PLN ke Perusda sebagai pengelolah dan pemilik sudah selesai. Sambil menunggu regulasi ini, kala itu dinas EDSM dan Perusda telah berkoordinasi dengan PLN Wilayah untuk sementara melakukan melaksanakan Kerjasama Operasional (KSO).

Jika KSO telah disepakati maka daya PLTMH Bambalu langsung dikonekan ke gardu induk milik PLN yang ada di Mawa Kelurahan Latuppa. Awalnya PLTMH Bambalu ini rencananya diperuntukan untuk 50 rumah masyarakat yang ada di Kelurahan Battang.

Namun seiring berjalannya waktu, PLN wilayah membangun jaringan listrik ke wilayah ini, akhirnya tidak difungsikan sehingga kebijakan ke depan akan mengalihkan daya ke PLN.

“KSO ini yang mendasari kerjasama awal untuk pengoperasikan PLTMH Bambalu sambil menunggu regulasi. Kami upayakan tahun ini bisa terlaksana,” katanya. (*/ary)

Most Popular

To Top