Polres Toraja Kejar Pemasok Ganja dari Aceh – Palopo Pos
Toraja

Polres Toraja Kejar Pemasok Ganja dari Aceh

* Pemilik Kebun Masuk DPO

MAKALE — Rustam, 22 tahun, kini masuk DPO Polres Tana Toraja. Ia kabur sebelum kebun ganja miliknya digerebek di Buntao, Toraja Utara. Ia menghilang bak ditelan bumi. Bibit ganja sebanyak 39 batang disebutkan dipasok DPO Polres Toraja dari Aceh.

Saat digerebek tanaman ganjanya sudah berumur 2 bulan. ”Ini yang jadi pertanyaan besar kami, kenapa bisa ganja masuk Toraja Utara. Luput dari pantauan petugas kepolisian,” ucap Nabo, anggota DPRD Tana Toraja dari dari Fraksi PKPI, kepada Palopo Pos.

Dari informasi yang dikumpul anggota DPRD tersebut, ia membernarkan bibit ganja yang ditanam dibawa dari Aceh oleh Rustam. Kata dia, ada komplotannya. ”Kami dengar kalau tanaman ganja tersebut sudah berumur 2 bulan saat terjadi penggerebekan,” terangnya.

Ia mendesak aparat kepolisian Tana Toraja supaya serius menangani kasus penemuan kebun ganja tersebut. Jangan sampai, kata dia, bisa saja lahannya berpencar-pencar untuk menghindari kecurigaan masyarakat.

BACA JUGA:  Karcis Retribusi Sering Terlambat Masuk

Sementara itu, Wakapolres Tana Toraja, Kompol Z Zaalino, mengatakan, terungkapnya budidaya tanaman ganja ini, merupakan hasil pengembangan anggota Intelkam dan Sat Res Narkoba Polres Tana Toraja.

Awalnya, personil gabungan melakukan penggerebekan di salah satu rumah di daerah Lemo, Makale Utara, Tana Toraja. ”Anggota polisi tangkap dua pemuda beserta alat isap,” terang wakapolres.

Dari mulut laki-laki ini, polisi berhasil menemukan 39 batang ganja yang dibudidayakan di Buntao. Anggota Polres Tana Toraja langsung dipimpin Kapolres Tana Toraja, AKBP Arief Satriyo.

Seperti diberitakan sebelumnya, 39 batang ganja ditanam di depan rumah warga bernama Rustam. Ditemukan pula bibit ganja dalam pot bekas mi instan sebanyak 15 buah.

Menyusul penemuan kebun ganja di Toraja Utara, jajaran Polres Luwu Utara langsung turun memantau areal pegunungan yang ada di Luwu Utara. Apalagi, wilayah Luwu Utara merupakan jalur trans Sulawesi beserta memiliki hutan yang cukup luas.

Karena itu, Kapolres Lutra, AKBP Dhafi menginstruksikan kepada jajaran Polsek se Luwu Utara untuk memantau seluruh ladang yang ada di Luwu Utara. ”Saya sudah meminta Polsek se-Lutra untuk memantau, jangan sampai ada,” terangnya.(mg5-jun/ary)

BACA JUGA:  Ketua DPRD Tolak Disalahkan Soal LKPD Tidak Wajar

Click to comment

Most Popular

To Top