Ibu Dua Anak Terpaksa Jualan Sabu – Palopo Pos
Utama

Ibu Dua Anak Terpaksa Jualan Sabu

* Anak Tak Dinafkahi karena Suami Selingkuh

SITI, 34 tahun, diciduk Sat Res Narkoba Polres Palopo. Ibu dua anak ini ditangkap di rumahnya, Jalan Andi Tendriajeng, Kelurahan Surutangga, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo. Ada 1 paket sabu-sabu senilai Rp1,6 juta ditemukan di kantong celana bagian depan sebelah kiri. Kejadiannya Selasa 28 Maret 2017 sekira pukul 08:00 Wita.

Satu paket sabu-sabu itu diakui akan dijual kepada perempuan bernama Nunu. Hanya saja, belum dijual, Siti keburu diciduk aparat kepolisian. Saat diinterogasi, ternyata oknum sopir taksi juga terlibat. Pukul 09:00 Wita, oknum sopir taksi bernama Yul Fadil, 36 tahun, warga BTN Nyiur berhasil diborgol.

Siti mengaku menggeluti bisnis haram itu karena prustrasi. Wanita yang hanya menempuh pendidikan sampai kelas 4 SD ini mengaku dikhianati oleh suaminya. “Sudah lima bulan saya pisah ranjang. Suami saya itu selingkuh dengan cewek asal Sabbang,” ucapnya sambil menyeka air mata.

BACA JUGA:  Sayang Tinta Habis, 659 e-KTP Belum Dicetak

Menurut Siti, seringkali dia memergoki suaminya bersama selingkuhannya di penginapan. “Kalau saya dapati, dia langsung marah-marah,” ucapnya dengan nada sedih.

Sejak suaminya terlena di pelukan wanita lain, dua anaknya tak dinafkahi. “Terkadang kami makan di rumah orangtua,” tambahnya. Kekecewaannya itulah, diakui Siti akhirnya terjun ke dunia narkotika.

Kepada petugas, ia mengaku mengontek seorang wanita bernama Imma yang tinggal di Makassar. “Imma sebenarnya sudah sadar, namun saya paksa. Akhirnya dia mengirimkan saya tiga saset sabu-sabu. Sabu-sabu itu dikirim oleh orang yang saya tak kenal melalui bungkusan makanan ringan. Transaksinya di Jalan Malaja.

Siti kemudian menghubungi Yul Fadil. Wanita ini mengajak Yul jualan sabu. Yul menerima apalagi dijanjikan bonus. Tiga sachet sabu-sabu kemudian diserahkan Siti kepada Yul untuk dititip.

Tak lama kemudian, Siti dapat pelanggan. Namanya Nunu. Katanya, Nunu minta dicarikan 1 paket sabu-sabu. Akhirnya, Siti menghubungi lagi Yul dan meminta kembali 1 sachet. Satu sachet sabu-sabu diberikan Yul kepada Siti di Jalan Ahmad Dahlan dekat PNP.

BACA JUGA:  Pemkab Lutim Bentuk Tim Berantas Pungli

“Setelah mengambil 1 paket sabu-sabu dari Yul, saya pulang ke rumah membersihkan. Saat memberishkan itulah, polisi datang menangkap saya,” tandasnya.

Sementara itu, Yul yang diperiksa terpisah mengaku, ada tiga sachet sabu-sabu dititip kepadanya. Masing-masing beratnya kurang lebih 1 gram. “Satu sachet sudah saya pakai sebagian, sebagian lagi saya simpan. Kemudian satu sachet sudah berhasil saya jual seharga Rp1,6 juta, uangnya sudah saya serahkan kepada Siti. Sedangkan 1 sachetnya lagi saya serahkan kepada Siti karena dia memintanya,” aku Yul.

Siti, menurut Kasat Narkoba Polres Palopo, AKP Maulud, memiliki jaringan di Rutan Makassar. Dan termasuk target petugas. “Mereka berdua sudah resmi tersangka dan dijerat UU No.35 Tahun 2009. Dan tahap perampungan berkas,” ujar AKP Maulud.

Lanjutnya, dengan tertangkapnya Siti dan Yul, Sat Res Narkoba Polres Palopo berhasil mengungkap tujuh kasus narkoba di bulan Maret ini. Itu pertanggal 28 Maret 2017. (ara/ary)

Most Popular

To Top