Saatnya Bija To Luwu Tampil – Palopo Pos
Utama

Saatnya Bija To Luwu Tampil

* Nasihat Datu Luwu Jelang Pilgub Sulsel 2018

JAKARTA — Luwu Raya cukup luas. Penduduknya juga banyak. Sumber daya manusia tidak kalah. Bisa bersaing di kancah politik sekelas pemilihan gubernur. Untuk bisa masuk dalam sistem, datu Luwu kembali menyemangati para tokoh yang pingin terjun ke dunia ini. Harus didorong dan manfaatkan peluang yang ada. Saatnya bija to Luwu tampil.

Tahapan pemilihan gubernur Sulsel bakal segera dimulai beberapa bulan kedepan. Saling klaim untuk maju sebagai calon pun dilakukan. Baru-baru ini, baru satu bakal calon Gubernur Sulsel yang menyatakan telah siap maju dan sudah menetapkan pasangannya. Yakni Nurdin Halid dengan menggandeng Anggota DPD RI Aziz Qahhar Mudzakkar.

Dengan demikian, maka hal tentunya bisa mengangkat derajat Bija To Luwu di kancah pemerintahan Provinsi Sulsel. Sebagaimana diketahui sejak zaman kemerdekaan RI, peran serta tokoh Tana Luwu di pemerintahan Provinsi Sulsel sangat minim dan terkesan dianaktirikan dibandingkan tokoh dari daerah lain di Sulsel.

Padahal, kata Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau, Tana Luwu sangat besar. Bahkan, bisa menjadi sebuah provinsi tersendiri. “Kita punya wilayah yang luas. Penduduknya banyak, SDM-nya bagus. Tapi, tidak ada Luwu ambil peran di provinsi. Jadi sudah sepantasnya orang Luwu sudah harus ambil bagian di provinsi. Dan inilah saatnya,” kata Datu Luwu Andi Maradang Mackulau, di sela-sela acara HUT Kerukunan Keluarga Basse Sangtempe (KKBS) di Puncak, Bogor, Sabtu 25 Maret 2017, akhir pekan lalu.

BACA JUGA:  Judas Daftar Nasabah Pertama JS Plan Optima 7

Tidak adanya peran serta Bija To Luwu di pemerintahan, lanjutnya, dikarenakan beberapa faktor. Pertama, sangat jauh dari pusat pemerintahan. Kedua, orang Luwu tidak punya “greget”. Akibatnya, makin lama hilang kepercayaan diri Wija To Luwu untuk berkiprah di Sulsel apalagi nasional.

Lebih jauh dijelaskan, setidaknya ada dua cara untuk mengembalikan harkat martabat orang Luwu. Yakni, masuk dalam sistem, ambil bagian dalam pemerintahan yang tertinggi. Misalnya, menjadi wakil gubernur atau sekertaris daerah provinsi. “Otomatis ini bisa membangkitkan Wija To Luwu,” ujarnya.

Cara kedua adalah berjuang membentuk provinsi Tana Luwu. Cara ini ini bisa mengangkat martabat Tana Luwu. “Saya dengar kalau hampir separuh PAD Sulsel ini dari Tana Luwu. Tetapi orangnya tidak ada dalam sistem hanya sebatas dielus-elus. Inilah saatnya kita berjuang,” tegasnya.

Sehingga, melalui media massa dan forum, katanya, ia mengimbau agar orang Luwu harus duduk bersama. Satukan persepsi tentang siapa dari beberapa calon yang akan diusung. “Yang saya mau kita menang. Jangan kalah lagi. Kalau kalah semakin tenggelam peran orang Luwu,” jelasnya.

BACA JUGA:  Danrem Sebut Narkoba Ancaman Serius Bangsa

Seperti diketahui, beberapa nama dari Bija To Luwu akan maju dalam pilgub Sulsel 2018. Yakni, ada Anggota DPR RI Luthfi A Mutty, Anggota DPD RI Aziz Qahhar Mudzakkar, dan Bupati Luwu Andi Mudzakkar.

“Saya rencanakan dalam waktu dekat mempertemukan ketiganya di Istana Kedatuan, duduk bersama satukan persepsi. Lebih bagus lagi dari tiap calon gubernur wakilnya adalah orang Luwu. Saya senang sekali,” tuturnya.

Terkait apakah mau di kosong satu, tambah datu Luwu, ia realistis saja hanya bisa di kosong dua. “Pecah suara orang Luwu, saya rasa tidak, biarkan masyarakat Tana Luwu memilih,” jelasnya.

Dengan adanya orang Luwu didalam sistem pemerintahan, tentunya sangat diidamkan bagi masyarakat Tana Luwu. Bahkan, yang Mulia Datu Luwu pun menginginkan orang Luwu punya peran dalam pembangunan Sulsel.

Menanggapi hal tersebut, Aziz menjelaskan sebagai orang Luwu tentunya jika terpilih nanti sudah menjadi komitmen untuk membangun Tana Luwu.

Persoalannya, masyarakat Luwu harus juga bisa bekerjasama dan mendukung untuk duduk dalam sistem ini. “Mari duduk bersama membicarakan dari hati ke hati dan secara rasional apa yang harus dilakukan terhadap Tana Luwu yang selama ini terkesan dianaktirikan.

BACA JUGA:  Sulsel Butuh Pemimpin yang Teruji dan 'Bertaji'

Kalau saya ada dalam sistem pemerintahan, tentunya hal seperti ini bisa dikondisikan. Apalagi Pak Nurdin diketahui juga ternyata ada darah orang Luwu-nya, saya kira beliau akan welcome,” terangnya.

Terakhir, saat ditanyakan juga tentang akan majunya Bupati Luwu Andi Mudzakkar dalam Pilgub Sulsel. Dijawab tegas Ustad Aziz sebanyak dua kali. “Kalau dari keluarga pada dasarnya menunggu sikap saya saja. Kalau keluarga menunggu sikap saya,” tandasnya. (idr/ary)

Most Popular

To Top