Tidur Sekamar, Digerebek Petugas – Palopo Pos
Kriminal

Tidur Sekamar, Digerebek Petugas

*Razia Kamar Kost Jaring Pasangan Tak Resmi

Camat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, RT, RW dan tokoh masyarakat Salekoe saat melakukan penggrebekan kos-kosan di wilayahnya. Gambar direkam Selasa 4 April 2017 –tiarapalopopos—-

PALOPO — Sebagai lurah baru di Salekoe, Andi Asnawi Sari geleng-geleng kepala. Tidak sampai dua jam melakukan penggerebekan, empat pasangan ditemukan tidur se kamar. Tiga pasang diantaranya tidak ada ikatan pernikahan, sedangkan satu pasangan mengaku sudah menikah tetapi tak bisa menunjukkan bukti surat nikah.

Kepada pasangan-pasangan tak resmi, Lurah Salekoe menawarkan nikah gratis untuk mereka. “Kalau terjaring lagi, kami siap kok fasilitasi nikah gratis,” ucapnya saat memberikan pengarahan kepada pasangan-pasangan yang diduga kumpul kebo yang terjaring, Selasa 4 April 2017 kemarin di Kelurahan Salekoe, Kecamatan Wara timur.

Penggrebekan sekaligus pendataan warga baru dilakukan Lurah Salekoe bersama Bhabinkamtibmas, AIPTU Abd Liso, Babinsa, Serma Mesakh, Ketua RW III, Irwan Halik, para ketua RT dan sejumlah tokoh masyarakat. Penggrebekan itu sengaja dilakukan pagi-pagi.

BACA JUGA:  Warga Kandoa Diciduk Curi Motor

Pantauan Palopo Pos, awalnya, petugas menggrebek kosan Pondok Ekklesai di Jl Merdeka Timur (BTN Merdeka) tepatnya dibelakang mini market. Disitu, petugas menemukan dua pasangan tak resmi sekamar. Ada yang baru bangun, ada pula yang habis mandi. Mereka mengaku pacaran. Ada juga yang mengaku keluarga.

Pasangan-pasangan ini dianggap kumpul kebo, makanya digiring ke kantor lurah. Di tempat yang sama, petugas juga mendapati ada warga dari Ambon. Wanita ini mengaku baru tiba dari Ambon dan belum melapor ke petugas setempat.

Selanjutnya, petugas bergeser ke rumah kos RRR yang ada di Jl Mapanyompa. Di kosan ini, petugas menemukan dua pasangan lagi. Satu pasangan mengaku sudah menikah tetapi tidak bisa menunjukkan surat nikah. Dan satu pasangan lagi mengaku sepupuan.

Apapun alasannya, mereka digiring ke kantor lurah.
Kerabat mereka diminta hadir. Namun hanya satu pasangan saja yang mampu menghadirkan keluarganya. Kepada petugas, keluarga dari pasangan muda ini menceritakan, bahwa, pasangan tersebut menikah muda. Karena tidak cocok dengan mertua, akhirnya mereka memilih ngekos. Surat nikah belum ada, katanya masih dibawah umur.

BACA JUGA:  10 Menit Tegang, Jalur Mancani Macet

Tiga pasangan lainnya tak bisa menghadirkan kerabatnya. Salah satu alasannya, mereka tak bawa handphone. Pasangan yang dianggap sudah menikah dibiarkan kembali, sedangkan tiga pasangan lainnya mendengarkan arahan dari petugas. Mereka diberikan pembinaan, jika mengulang lagi akan diserahkan ke Satpol PP atau Polsek.

“Kami ingin agar Kelurahan Salekoe lebih aman lagi. Makanya, bersama Bhabinkamtibmas, Babinsa, RW, RT dan tokoh masyarakat kami akan giatkan kegiatan ini,” ucap lurah.

Menurutnya, rata-rata yang terjaring adalah warga dari luar. Yakni ada yang dari Malangke, Tenggara, Soppeng dan Ambon. “Ini akan rutin tiap bulan dilakukan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua RW III Salekoe , Irwan Halik kepada Palopo Pos, mengatakan, di RW III ada lima RT. Dan yang digrebek barusan adalah kos-kosan yang ada di RT IV dan V. Kata dia, di Rt IV ada empat kosan. Tetapi yang sering dilaporkan adalah kos-kosan yang barusan digrebek. Warga kerap mengadu terganggu oleh kegiatan para penghuni kos.

BACA JUGA:  8 Motor Penjudi Ditangkap di TKP

Selanjutnya di RT V ada satu kosan. “Meski hanya satu kos, tetapi ulah penghuninya kadang membuat warga terganggu. Ini juga sering dilaporkan oleh warga kami,” ucapnya.

Di RT 1 dan II, menurut Irwan, masing-masing ada tiga kosan. Dan masing-masing ada satu kosan yang sering diadukan. “Kalau di RT III tidak ada kosan. Disana hanya komplex Perumahan,” tandasnya. (ara/him)

To Top