Teman Curhat Anak, Stimulan Suami – Palopo Pos
FEMALE

Teman Curhat Anak, Stimulan Suami

Istri jangan cuma jadi beban. Tapi jadilah penyemangat kepada suami yang lelah bekerja. Itu akan akan jadi stimulan paling utama terhadap kinerja suami.

Demikian prinsip yang diungkapkan Yulia Eva, istri Kapolres Palopo, AKPB Dudung Adijono, kepada Palopo Pos belum lama ini.

Dengan balutan hijab, Yulia mengatakan kalau dirinya selalu siap, dimana saja dan kapan saja dimana suaminya ditempatkan. Baginya, mengikuti sang suami dan memberikan support dalam mengemban amanah yang diberikan negara adalah ibadah bagi dirinya.

”Saya berupaya memberikan support kepada suami. Khususnya dalam tugas yang tengah diembannya. Kami berdua tak pernah luput dari komunikasi. Entah itu ngomongin pekerjaan, anak, atau pun rencana-rencana kami ke depannya. Karena disitulah tugas sang istri selalu ada untuk suaminya,” kata wanita yang dilahirkan di Bandung, 5 Januari 1979 ini.

Yulia yang ramah ini bercerita awal menikah dengan Kapolres AKBP Dudung. Setelah menjalani proses pacaran selama tiga tahun, yang sempat mengalami Long Distance Relationship (LDR), Yulia disunting Kapolres AKBP Dudung pada 27 September 1998.

BACA JUGA:  Suami dan Anak adalah Amanah

”Pacaran tiga tahun. Kami boleh dikata ketemunya sekali dalam setahun. Karena saat itu, Bapak tugas di daerah lain. Setelah tiga tahun menjalani LDR, Bapak melamar saya. Alasannya saat itu, Bapak mau diangkat menjadi Kapolsek jadi harus ada istri, makanya kami memutuskan untuk nikah,” cerita Yulia sambil tertawa mengenang masa-masa itu.

Saat memutuskan menikah, Yulia masih duduk di bangku kuliah di Institut Sekretaris Manajemen. Namun karena selalu pindah tugas dari daerah satu ke daerah lainnya, Yulia akhirnya tak meneruskan lagi kuliahnya.

”Awalnya sih saya pengen meneruskan kuliah, tapi karena selalu ngikut bapak pindah-pindah, akhirnya jadi malas. Apalagi setelah memiliki anak, saya lebih fokus ke suami dan anak. Karena profesi itu juga sangat mulia,” kata ibu dengan tiga orang anak ini.

Yulia yang sore itu sangat fresh bercerita kalau saat ini dirinya menempatkan posisinya sebagai sahabat bagi anak-anaknya. Karena teknologi yang semakin canggih, membuat dirinya harus dengan selektif mengawasi anak-anaknya yang kesemuanya perempuan.

BACA JUGA:  Bangga Lihat Anak Didik Sukses

Ia mengatakan, banyak orang tua tidak mampu berkomunikasi dengan anak. Ada sekat psikologis yang membuat orang tua dengan anak menjadi berjarak dan tidak bisa nyambung setiap kali berkomunikasi. Dengan menjadi sahabat bagi anak, komunikasi akan bisa lebih lancar dan nyaman.

”Jika komunikasi sudah lancar dan nyaman, akan memudahkan orang tua dalam menerapkan pola pengasuhan dan pendidikan bagi mereka. Komunikasi yang lancar dan nyaman merupakan jalan untuk menumbuhkan pengertian dan kepercayaan antara orang tua dengan anak, sehingga hubungan di antara mereka akan lebih terbuka dan harmonis,” jelasnya.

Banyak anak mengalami krisis kepercayaan terhadap orang tua, sebutnya. Dengan menjadi sahabat, anak akan secara tulus memberikan kepercayaan kepada orang tua.

Kepercayaan ini sangat berarti bagi anak-anak hingga mereka dewasa. Di saat anak mengalami problematika kehidupan atau tengah menghadapi masalah berat, mereka akan menjadikan orang tua sebagai rujukan, tempat curhat dan berbagi beban perasaan.

BACA JUGA:  Pers Itu Saudara Kembar Humas

Jika anak tidak percaya kepada orang tua, mereka akan memilih orang lain sebagai tempat curhat dan mencari penyelesaian masalah.

”Banyak orang tua tidak memiliki ikatan batin yang kuat dengan anak, karena ditelan oleh ritme kesibukan yang luar biasa. Dengan menjadi sahabat bagi anak, akan terbentuk ikatan batin yang kuat di antara mereka.

Orang tua akan selalu merindukan anak, dan anak akan selalu merindukan orang tua. Ikatan batin ini yang akan membuat hubungan orang tua dan anak menjadi indah dan hakiki, bukan semata-mata ikatan darah dan ikatan hukum waris. Persahabatan inilah yang membuat orang tua dan anak selalu menyambung secara perasaan dan kejiwaan walaupun terpisah tempat tinggal saat mereka mulai dewasa,” tandasnya. (rhm)

DATA DIRI:

* Nama : Yulia Eva
* TTL : Bandung, 5 Januari 1979
* Suami : Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono, SIK
* Hobi : Nyanyi, Renang, Voli, Makan, dan Nonton
* Anak : Tiga Orang.(*)

Most Popular

To Top