Kartini Muda Sukses Meniti Karir di Birokrasi – Palopo Pos
Utama

Kartini Muda Sukses Meniti Karir di Birokrasi

HARI Kartini diperingati setiap tanggal 21 April. Di era modern, Raden Ajeng (RA) Kartini adalah seorang pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Ia menjadi sosok inspirasi bagi kaum perempuan untuk bangkit. Kalau dulu berjuang untuk kebebasan perempuan pada masa perjuangan melawan penjajah, kartini muda masa kini berjuang di birokrasi untuk mengejar karir.

RA Kartini di mata mereka seorang pahlawan perempuan di Indonesia. Yang sejak dulu hingga saat ini selalu dikenang atas jasanya memperjuangkan hak-hak para perempuan.

RA Kartini selalu mengajak orang untuk sabar dan tidak menyerah dalam menghadapi rumitnya kehidupan seperti serumit saat penjajahan. Berkat kata bijaknya ini, banyak orang yang merasa terinspirasi dan termotiasi untuk mengikuti langkah jejaknya.

Inspirasi inilah yang membangkitkan Raden Nurhayati, SH, MH. Ia salah seorang hakim di Pengadilan Negeri (PN) Palopo. Nama depannya mirip dengan Kartini. Kartini muda kelahian Jakarta 7 Agustus 1978.

Menurutnya, perjuangan RA Kartini selalu mengilhami setiap jejak langkahnya dalam meniti karir sebagai hakim di PN Palopo. Ia mengungkapkan, peringatan Hari Kartini merupakan kemerdekaan seluruh perempuan.

Di era sekarang ini, lanjut dia, sudah banyak Kartini Muda. Dengan berbagai latar-belakang pekerjaan yang digeluti. Dengan melakukan tugas dan tangungjawabnya dengan baik. Sehingga menciptakan generasi Kartini yang memperjuangkan haknya.

”Namun tidak lupa dengan kodratnya sebagai wanita. Saya sebagai hakim tentu melaksanakan tugas dan tanggungjawab. Melakukan peradilan kepada para pelanggar hukum. Namun, saya tidak melupakan atau mengesampingkan, tugas saya sebagai seorang wanita atau istri,” ujar Raden Nurhayati, kepada Palopo Pos, Kamis 20 April 2017, kemarin.

Menurutnya, Kartini Muda harus mencontoh sikap yang dimiliki Kartini. Apalagi dalam memimpin suatu perusahaan atau organisasi. “Saya selain sebagai seorang hakim, juga adalah ketua Dharmayukti Karini di PN Malili. Karena suami saya yang menjabat sebagai ketua PN Malili saat ini,” tandasnya.

Dalam memimpin organisasi wanita peradilan ini, ia (Raden Nurhayati, red) selama setahun lebih, beberapa kegiatan sudah dilakukan. Salah satunya dengan mengembangkan karya kerajinan tangan yaitu keripik pisang. Dengan beranggotakan 10 orang.

BACA JUGA:  Sulsel Butuh Pemimpin yang Teruji dan 'Bertaji'

Seorang Raden Nurhayati memulai karirnya sebagai hakim sejak tahun 2005. Pernah menempati beberapa pengadilan. Di antaranya PN Pangkep, PN Sinjai, PN Pandeglang Banten. Kemudian ke PN Palopo. ”Saya sudah 2 tahun di PN Palopo menjadi seorang hakim,” ujarnya.

*Ketua STIKES Mega Buana dan Direktur Utama RS Mega Buana, Dr Nilawati Uly, Apt. M.Kes
Siapa yang tidak kenal dengan sosok RA Kartini? Sosok pahlawan wanita pencetus emansipasi terhadap kaum perempuan yang ada di tanah air. Jasa-jasanya memperjuangkan mengangkat derajat perempuan menjadi panutan yang perlu untuk diteladani. Namun, sosok tersebut sudah berlalu sejak abad 20 yang lalu. Untuk mengenang jasa-jasanya, hari ini, Jumat 21 April 2017 diperingati sebagai hari Kartini.

Di era modern ini tidak sedikit kartini-kartini muda yang telah lahir. Salah satunya adalah Hj Sitti Baderia SPd MSi. Ia sekarang boleh dikata sukses meniti karir di birokrasi. Kartini Muda satu ini sekarang menjabat sebagai kepala SDN 5 Salamae.

Kartini muda ini adalah sosok pemerhati pendidikan, dia tidak pantang menyerah demi memperbaiki pendidikan. Selama 32 tahun telah berkecimpung dan memperjuangkan pendidikan anak-anak penerus bangsa.

Dimulai pada tahun 1985, dia telah mengabdi sebagai guru di SDN 71 Latuppa. Di SDN 71 Latuppa, karir mengajarnya berlangsung hingga sejak 2004. Berkat kelegowannya terhadap pendidikan, dia kemudian diangkat menjadi kepala sekolah di SDN 42 Limpomajang.

Di SDN 42 Limpomajang, Kartini Muda ini sukses merubah sekolah tersebut yang dulunya terbelakang menjadi sekolah yang unggul. Tak sampai di situ, pada tahun 2007 ia kemudian kembali dimutasi ke SDN 53 Saweriganding. Berkat kepiwaiannya menjadi pemimpin, ia sukses membawa sekolah tersebut menjadi lebih baik. Bahkan sukses menjadi sekolah sehat yang mewakili kota Palopo di piala Adipura.

BACA JUGA:  PO 'Nakal' Naikan Tarif Sepihak, Sanksinya Izin Trayek Dicabut

Setelah sukses membina SDN 42 Limpomajang, kepemimpinanya sebagai kepala sekolah kemudian berlanjut di SDN 15 Salolo. Di SDN 15 Salolo hanya berlangsung selama satu setengah tahun. Hingga pada akhirnya dimutasi di sekolah SDN 5 Salamae sampai sekarang. Di SDN 5 Salamae banyak prestasi yang berhasil diraih. Seperti membawa sekolah ini menjadi sekolah sehat, model, dan ramah anak yang diberikan langsung oleh kementerian sosial. Saat ini, tengah persiapan untuk menuju sekolah Wiyata Mandala.

Menjadi pendidik merupakan cita-cita yang diembangnya sejak dulu. Menjadi seorang pendidik menurutnya suatu pekerjaan yang mulia untuk memperbaiki orang banyak, khususnya bagi kaum perempuan. Ia ingin menunjukkan bahwa perempuan itu bisa berilmu, pandai, dan mampu berdiri sendiri dengan derajat yang tinggi.

Di mata Sitti Baderiah, sosok RA Kartini adalah sosok yang luar biasa. Dia adalah seorang panutan suri tauladan yang menjadi pengubah dan penyemangat bagi semua perempuan tanah air. “Pokonya dia adalah the best perempuan,” ujar Sitti Baderiah, di ruang kerjanya.

Sebagai perempuan, Sitti Baderiah sangat menginspirasi sosok pahlawan perempuan ini. Menurutnya, RA Kartini menjadi panutan yang menginspirasi hidupnya untuk terus mengembangkan pendidikan masyarakat khususnya perempuan dan tidak terkecuali laki-laki.

Lanjutnya, semoga kita yang sebagai kartini muda, bisa termotivasi dan terinspirasi untuk mengikuti jejak RA Kartini. ”Dapat melanjutkan cita-cita beliau. Salah satunya di dunia pendidikan, dan bagaimana prilaku dan didikan beliau kita tanamkan ke anak didik termasuk diri sendiri. Untuk menyamainya tidak mungkin, tapi untuk mencontohnya itu perlu,” tandasnya.

Dewasa ini, banyak bermunculan para Kartini Muda. Salah satunya adalah Ketua STIKES Mega Buana dan Direktur Utama RS Mega Buana, Dr Nilawati Uly, Apt. M.Kes.
Prestasinya luar biasa. Ia mendirikan STIKES Mega Buana dan RS Mega Buana. Hal ini menjadi inspirasi bagi wanita lainnya. Masih berumur tiga puluhan, namum prestasinya sudah luar biasa.

BACA JUGA:  7.345 Pelanggan 900 VA Dicabut Subsidi Listrik

Institusi pendidikan yang didirikannya, misalnya, meski baru berumur delapan tahun, namun STIKES Mega Buana yang didirikan sejak 2009 silam, menjadi magnet pendidikan kesehatan di Kota Palopo.

Hal tersebut terlihat dengan berdatangannya para penimba ilmu di Mega Buana yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Seperti dari Papua, NTT, NTB, Kalimantan, Madura, serta berbagai wilayah di Indonesia, dan tentunya di belahan pulau Sulawesi. Mereka memilih Mega Buana, karena tahu betul kualitas kampus kesehatan yang terletak di Jalan Veteran Palopo.

Ketua STIKES Mega Buana, Dr Nilawati Uly, S.Si, Apt, M.Kes, kepada Palopo Pos, mengungkapkan bahwa adapun berbagai program yang dilakukan merupakan bagian komitmen dalam menjaga kualitas Mega Buana. Mulai dari perekrutan hingga kelulusan para mahasiswa.

Di mata Nilawati, Hari Kartini menjadi momentum bagi semua wanita Indonesia untuk melakukan perubahan yang lebih baik. Baik berdampak untuk diri sendiri maupun orang lain.

Nah, untuk menjadi kartini-kartini yang hebat di masa datang, yang dipahami, pertama-tama para wanita Indonesia mesti memahami potensi yang dimiliki. “Kita tahu, potensi setiap orang itu berbeda-beda,” sebutnya.

Dengan potensi itu, dikembangkan sehingga nantinnya menjadi skill yang dapat dikembangkan, apakah untuk sebuah profesi ataukah membangun usaha, menjadi entrepreneur.

Sebelum itu harus dicintai dahulu. Ketika sudah jatuh cinta, menjadi sebuah profesi ataukah membangun sebuah usaha. Nah, setelah itu meningkatkan kesejahteran pribadi, dapat berbagi dengan orang lain. Bahkan jika punya usaha sendiri, bisa mempekerjakan orang lain. ”Saya kira itu sangat mulia,” ujarnya.

“Bahkan orangtua mengajarkan saya, jika kamu membangun usaha, sama saja dirimu membangun rumah ibadah, engkau mempekerjakan orang lain, tidak hanya buat diri mereka namun juga untuk keluarga mereka, ini kan sungguh mulia,” tambahnya.(mg6-udy-ich)

Click to comment

Most Popular

To Top