Pirol: Pernikahan Bukan Ajang Coba-coba – Palopo Pos
Utama

Pirol: Pernikahan Bukan Ajang Coba-coba

TINGINYA angka perceraian di Kota Palopo dan Luwu terus mengundang keprihatinan dari berbagai kalangan. Tak terkecuali Rektor IAIN Palopo, Dr Abdul Pirol, MA. Yang namanya pernikahan itu hal yang sangat sakral. ”Pernikahan bukan ajang coba-coba, apalagi main-main,” ujar Pirol, kepada Palopo Pos, Rabu, lalu.

Ia mengungkapkan, untuk menangkal keretakan rumah tangga, seyognya dari awal membentengi diri keluarga dengan pengetahuan keagamaan yang cukup. ”Paling tidak meminimalisir angka perceraian itu dapat dimulai dengan pendidikan,” katanya.

Dengan pendidikan, kata dia, menjadi pondasi dan bekal dasar buat mereka ketika akan menghadapi yang namanya pernikahan. ”Menikah berarti hidup bersama selama-lamanya,” terangya.

Makanya, lanjut Pirol, sejak usia remaja para siswa mestinya sudah diberi pemahaman tentang seperti apa itu keluarga. “Jadi sejak dini di usia sekolah paling baik. Di tingkat SMA. Karena masa ini biasanya sudah akil baliq. Jadi, mereka harusnya diberi pemahaman-pemahaman mengenai keluarga yang baik, dan pentinganya menjaga keutuhannya,” sebutnya.

BACA JUGA:  Jangan Panik, Kapolres Cari Terpidana Mati 'Kolor Ijo'

Memberikan pemahaman soal keutuhan keluarga juga perlu disampaikan para muballigh. Bisa melalui majelis-majelis taklim dan kegiatan lainnya. ”Pembahasan akan pernikahan itu mestinya lebih ditingkatkan,” katanya.

Dosen Hukum Perkawinan Islam asal Unanda, Nurul Haq, mengatakan, untuk menghindari namanya perceraian, disarankan dalam suatu hubungan suami dengan istri harus ada saling pengertian. Saling menerima kekurangan. ”Karena kalau tidak saling mengerti, hal semacam ini yang menjadi faktor perceraian terjadi,” ujar Nurul Haq, yang juga kasi urusan haji dan umrah kemenag Palopo.

Paling utama itu adalah saling menjaga perasaan masing-masing. Jangan ada ketersinggungan dan amarah. Harus ada yang mengalah jika sedang terjadi cekcok.(ich/ary)

Most Popular

To Top