PU Mengaku Sudah Koordinasi dengan Kontraktor – Palopo Pos
Metro

PU Mengaku Sudah Koordinasi dengan Kontraktor

*Soal Poros Ratulangi Rusak, Kewenangan Provinsi

PALOPO–Jalan poros Dr SAM Ratulangi yang rusak parah, berujung penimbunannya memakai rumput oleh warga, langsung disikapi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palopo, Kamis, 20 April 2017.

Dinas terkait yang dituding tidak memperhatikan aduan masyarakat, diluruskan, dimana kewenangan penuh soal pengerjaannya, yakni PU atau Bina Marga Provinsi Sulsel. Mengapa seperti itu, sebab akses utama tersebut, merupakan trans sulawesi atau kerap disebut jalur protokol.

Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Kota Palopo, Anthonius Dengen melalui Kabid Bina Marga, Hamsir ST, mengungkapkan bahwa sebenarnya Jalan Ratulangi itu merupakan Jalan Nasional. Dan itu adalah
“Pelaksanaan perbaikan jalan ini sebenarnya sudah berjalan. Kami sudah koordinasi dengan kontraktor pelaksananya,” kata Hamsir, siang kemarin.

Pengerjaan jalan Nasional di Kota Palopo itu, sebut Hamsir, dimulai dari jembatan Andoli, sampai ke wilayah Lutra dan Lutim. Hanya saja, pihak kontraktor dalam beberapa waktu terakhir ini memang tidak melakukan aktivitas pengerjaan dikarenakan fokus mengerjakan jalan di wilayah Kabupaten Luwu Utara (Lutra).
“Dari penjelasan pihak rekanan mengatakan akan melanjutkan pengerjaan jalan. Insya Allah, dalam Minggu ini sudah akan mulai lagi pengerjaannya,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, saat pengendara roda dua dan roda empat melintas di poros Jl DR SAM Ratulangi, Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara, pasti mengeluh dengan kondisi jalan yang layaknya kubangan kerbau.

Pada Rabu 19 April kemarin, sekira pukul 10.00 Wita, jalan yang memiliki lebar kurang lebih 7 meter itu dipoles dengan rerumputan, sehingga puluhan kendaraan yang melintasi terpaksa berhenti sejenak.

Jalan yang tak jauh dari Rumah Sakit (RS) Mujaisyah ini sebenarnya sudah lama rusak namun pemerintah seakan mengabaikannya. Padahal, hampir setiap hari motor dinas maupun mobil pejabat melintas di jalan tersebut.

“Harusnya pemerintah kota jeli melihat kondisi ini. Masa sih, infrastruktur jalan dibiarkan rusak, bahkan jalannya sudah mirip kubangan kerbau. Kedalaman lubang di jalan itu sudah mencapai 30 centimeter sehingga sudah banyak pengendara mengalami kecelakaan karena terjatuh dari motor,” kata Iwan, warga setempat.(udy/ded)

Most Popular

To Top