Besarkan Anak Seorang Diri – Palopo Pos
FEMALE

Besarkan Anak Seorang Diri

* dr Hj Selis Putri, SP.KK, MH, FINS-DV

CERITA tentang kisah RA Kartini. Tidak habis waktu sehari untuk membahasnya. Tokoh wanita Indonesia ini menjadi ikon emansipasi. Inspirasi bagi kaum hawa. Dalam melakukan perubahan, baik untuk diri maupun negerinya.

Berbicara mengenai inspirasi, female kita kali ini seorang Kartini muda yang hebat. Namanya dr Hj Selis Putri, SP. KK, MH, FINS-DV. Ia pantas dijadikan sebagai inspirasi bagi para wanita di Tana Luwu. Meskipun ditinggal oleh sang suami, almarhum dr Burhanuddin Basyuni, SP.Tht, tahun 2001, 16 tahun lalu. Namun, tidak mengurangi semangatnya membesarkan sang anak. Beprestasi. Dua-duanya menimba ilmu kedokteran.

Anak pertama, Purwati Polerio saat ini menimba pendidikan spesialis kardiologi (jantung) di Fakultas Kedokteran UGM. Calon dokter spesialis jantung pertama asal Palopo. Sementara sang bungsu, We Sagara Dewi telah menjadi dokter muda (koas) di salah satu rumah sakit Jogyakarta.

Diwawancara Palopo Pos, di Cafe Laveccia, Jumat, 21 April 2017, kemarin. Di hari Kartini, dirinya bercerita suka dukanya membesarkan sang buah hati. Di tahun 2001 ketika sang suami yang dicintai menghadap sang khalik untuk selama-lamanya.

BACA JUGA:  Karier dan Keluarga adalah Amanah

Dikatakannya, waktu itu dada begitu sesak. Rasa-rasanya seperti dibom. Bagaikan bunga yang sedang berkuncup. Tiba-tiba layu dan mati. Begitu pula yang dirasakannya.
“Jadi rasanya sesak sekali, kaya bunga yang sedang kuncup, dipatahkan kemudian layu,” sebutnya.

”Di tana rantau, ditinggalkan suami selama-lamanya dengan dua anak yang kecil-kecil,” ujar Selis.

Tapi, lanjutnya, ia berpikir bahwa tidak boleh begini terus. Waktu itu, ada dua anak yang harus dibesarkan. Mereka punya masa depan. ”Jadi saya sebagai ibu harus tegar menghadapi semuanya,” ungkap wanita kelahiran Soppeng ini.

Akhirnya, kembali bangkit, menata diri. Dan membimbing dua anak semata wayang. ”Ya, seperti itu tut wuri handayani, membimbing dan mendorong mereka untuk maju,” terangnya.

Syukurnya mereka mampu beprestasi. Si sulung pernah menjadi Bintang Pelajar Sulsel tahun 2005, serta terpilih pertukaran mahasiswa kedokteran di Ultrecht Belanda. Sementara sang bungsu juara II Putri Indonesia Tingkat Sulsel tahun 2014 dan juga terplih mengikuti program pertukaran mahasiswa di Bologna, Italia.

BACA JUGA:  Jaga Komunikasi dan Saling Terbuka Kunci Keharmonisan

Ketika ditanya apa resep dalam membimbing anak, meskipun seorang diri membesarkan sang buah hati, ia menyebutkan bahwa dalam membesarkan sang anak, ia mengikuti talenta sanga anak.

Selama baik, maka dirinya akan terus mendorong dan mengarahkan. ”Jadi dulu kalau jamannya sekolah di Palopo, terkadang saya harus antar anak untuk les malam atau belajar bersama di rumah temannya,” sebutnya.
Pokoknya selama sang anak ingin maju, untuk hal-hal yang positif, dorong dan didukung.

“Meskipun begitu, terkadang dalam hati kecil saya, pekerjaan ini harusnya dilakukan sang ayah,” ucapnya.
Tapi, karena ayahnya sudah berpulang menghadap sang khalik, jadi ia harus bertindak sebagai ayah dan ibunya sekaligus.

“Pokoknya harus tegar dan jadi wonder women buat mereka,” selorohnya dengan senyum kecil.

Diminta nasihatnya, untuk para wanita dan ibu. Di Hari Kartini ini, ia menyebutkan bahwa Kartini ini sosok yang menginspirasi perempuan di Indonesia, termasuk Palopo. Para wanita Indonesia harus maju tentunya dengan menimba pendidikan. Semakin tinggi pendidikannya akan semakin baik.

BACA JUGA:  Berbagi Itu Indah

“Karena orang yang punya pendidikan akan dinaikkan derajatnya, apapun profesinya, yakin, pasti akan berguna untuknya, salah satunya dalam mendidik sang anak,” tandasnya.

Tapi apapun itu, yang namanya wanita harus pahami kodratnya. Setinggi-tinggi ilmu dan jabatannya, mereka ini adalah makmun dari pria.

“Seperti yang dipertegas dalam Al Quran, bahwa pria itu adalah pemimpin dan pelindung wanita,” kuncinya.(ich/ary)

Biodata

Nama : dr Hj Selis Friza, SP.KK, MH, FINS-DV
Tempat Tanggal Lahir : Soppeng, 4 September 1959
Pendidikan : – SMAN 1 Soppeng, tahun 1977
– Fakultas Kedokteran Unhas, tahun 1983
– Pendidikan Spesialis Kesehatan kulit dan kelamin, Fakultas Kedokteran Unhas, tahun 1998
– Magister Hukum Unhas, tahun 2012
– Pendidikan fellow of indonesian society of dermatologi venereologi (fins-dv) Asia Pasifik, 2016

Suami : (Almarhum) dr Burhanuddin Basyuni, SP.Tht

Anak : 1. dr Purwati Polerio, S.Ked
2. We Sagara Dewi, S.Ked

 

Click to comment

Most Popular

To Top