Polres Usut Tragedi Road Race – Palopo Pos
Utama

Polres Usut Tragedi Road Race

* Segera Panggil Panitia dan IMI, Pemkot Bangun Arena Balap 2018

PALOPO — Insiden maut di sirkuit Sudirman jadi perhatian kepolisian. Walau diakui ada kesepakatan panitia dengan para racer. Namun, mereka tetap diminta tanggungjawab. Polisi tetap punya celah masuk. Karena, Polres Palopo akan usut tragedi road race tersebut.

Seperti diberitakan edisi Senin 15 Mei 2017, kemarin, kejuaraan road race yang digelar Challolo Automotif Club Palopo, diwarnai insiden maut. Ihwal Sahrai, 14 tahun, racer asal Pangkep tewas setelah motornya senggolan dengan pembalap asal Wajo. Tubuhnya terpental dan menghantam tiang listrik di atas median jalan.

Sedangkan Rendi Odding, pembalap asal Wajo hanya luka lecet, walau sempat jatuh dari motor. Namun, ia memutuskan tak lanjut ke garis finis dan ikut menolong korban keluar arena.

Ini jadi perhatian polisi, karena kasusnya cukup heboh dan jadi bahan perbincangan di masyarakat. ”Kami akan memanggil panitia pelaksana. Termasuk pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) untuk dimintai keterangannya sebagai saksi,” tandas Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono, kepada Palopo Pos, Senin 15 Mei 2017, kemarin.

Ke IMI, polisi akan minta pertanggungjawaban soal kelayakan tidaknya sirkuit Sudirman. Sedangkan Challolo selaku panitia pelaksana, lanjutnya, akan dimintai apa-apa saja kesepakatan antara pembalap dan panitia sebelum kegiatan tersebut dilaksanakan.

Soal izin, lanjut perwira dengan dua bunga melati di pundak ini, tentu selaku penegak hukum tidak mau mengeluarkan rekomendasi. ”Itu jika IMI menyebut sirkuit tersebut tak layak digunakan. Karena IMI mengatakan layak, makanya izinnya kita terbitkan,” beber kapolres Dudung.

Dalam kasus tersebut, tambah kapolres, dirinya tidak mungkin menggali lebih dalam. Ini mengingat antara panitia dan pembalap sebelumnya sudah memiliki kesepakatan terkait jika terjadi insiden di dalam arena balap.

“Tapi selaku penegak hukum tetap akan mengusut kasus ini. Tetap ada celah bisa masuk. Paling tidak dua ini akan kami tanyakan nantinya,” tutur kapolres tanpa menyebut jadwal pemanggilan terhadap panitia dan IMI.

Kejuaraan road race yang digelar Challolo Automotif Club berlangsung selama 2 hari. Dimulai sejak tanggal 13 sampai 14 Mei 2017. Sahrai berlaga di final kelas MP.6 Bebek 4 tak. Ia baru mau menyelesaikan 3 lap untuk menuju lap terakhir.

Saat mau masuk garis finis menyelesaikan 4 lap, korban bersama Rendi Odding, tim Speadi Racing Asal Wajo bersenggolan di tikungan depan kantor perpustakaan. Kendaraan keduanya dalam keadaan kencang hingga keduanya tidak bisa menguasai laju motor.

BACA JUGA:  Perbankan Tunggu Ketegasan Aparat dan Muspida

Ammang, salah seorang pengurus Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sulsel, mengatakan, korban yang meninggal dunia saat balapan di sirkuit Sudirman mendapat asuransi. Ada asuransi dari perusahaan. Nama perusahaannya adalah Bumida Makassar.

”Tak etis menyebut nilainya. Pastinya, dasar untuk mendapatkan izin penyelenggara dari pihak kepolisian dan instansi terkait, memang harus ada dicantumkan asuransi. Dan itu, sudah kami penuhi,” tandasnya, sore kemarin.

Sementara itu, Iswandi Ismail, salah seorang pendiri Challolo Automotif Club Kota Palopo, mengatakan, dari segi kelayakan, sirkuit Sudirman tak diragukan lagi. ”Sangat layak untuk dijadikan arena balap,” katanya.

Di Sulawesi Selatan, salah satu arena balap yang layak digunakan untuk menggelar road race, ya di situ. ”Sudah puluhan kali arena Sirkuit Sudirman jadi pusat penyelenggaran road race. Baik yang digelar IMI, maupun road race yang digelar club motor lokal,” tambahnya.

Challolo Autmotif Club juga berduka atas insiden yang menimpa racer asal Pangkep. Sebagai bentuk keprihatinannya, Challolo rencananya akan mengunjungi rumah duka di Pangkep hari ini. Mereka akan ke Pangkep untuk memberikan santunan duka.

Saat kejuaraan road race digelar selama dua hari, lanjut Iswandi, pihaknya bermohon ke IMI Sulsel. Diusulkan arena sirkuit Sudirman. Kemudian ada tim teknis dari IMI yang lakukan survei lokasi. IMI menyatakan sirkuit Sudirman sangat layak.

Mengenai insiden maut di arena kejuaraan road race yang digelar Challolo Palopo, Iswandi Ismail punya cerita tersendiri. Memang sudah ada tanda-tanda di awal star. Katanya, saat mau star, korban baku tukar posisi dengan pembalap asal Wajo tersebut. Korban harusnya di posisi nomor satu.

Namun, dia bertukar posisi. Ia pindah ke nomor star 4. Saat mau masuk finis, insiden maut terjadi. Korban terpental dan tubuhnya menubruk tiang yang berada di median jalan. Saat kejadian, lawan sengolannya ikut terjatuh. Ia hanya menderita luka lecet. ”Pembalap asal Wajo yang jatuh terpaksa tak melanjutkan lomba,” katanya.

PEMKOT SEDIAKAN ARENA BALAP

Pemerintah Kota Palopo sendiri menyediakan tiga lokasi untuk road race. Lokasinya sangat representatif bagi racer-racer kenamaan adu nyali. Insya Allah, tahun 2018 arena balap akan dibangun.

Tiga lokasi sirkuit yang dimaksud, yakni, Jalan Pemuda di Kelurahan Takkalala, kawasan pembangunan Terminal di Kelurahan Songka, dan Kambo. Dari tiga lokasi ini, akan ada satu tempat yang ditetapkan untuk pusat arena balap.

BACA JUGA:  Sempat Digugurkan, Ome Lolos di Golkar Sulsel

”Bapak wali kota sudah pernah tinjau lokasi pembangunan road race. Kita dukung ini. Karena solusi penggunaan jalan umum dalam kota sebagai arena balap,” ujar Sekretaris KONI Kota Palopo, Andi Mozart, kepada Palopo Pos, Senin 15 Mei 2017, kemarin.

Ia berharap pembangunan sirkuit segera diwujudkan. Karena, ke depan, Kota Palopo mendapat jatah event road race. Baik yang masuk kalender Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sulsel, maupun road race yang digelar club motor lokal.

Kota Palopo sendiri, kata Andi Mozart, mendapat beberapa jatah road race tiap tahunnya. Setahun ada lima kali event. Untuk tahun 2017, sudah jalan. Misalnya, kejuaraan road race yang diglar Challolo.

Road race yang digelar Challolo inilah berujung tragis. Salah seorang racer asal Pangkep jadi korban. Sudah ini, masih ada road race kedua, ketiga, dan keempat. Untuk road race kedua, kata dia, dilaksanakan pada bulan Juli 2017. Tanggalnya sudah ditetapkan. Mulai dari tanggal 29-30. ”Bomatif Otomotif Club sebagai penyelenggara,” ujarnya.

Road Race ketiga rencananya digelar di Agustus 2017. Tanggal 26-27 2017. Ini Kejurda Seri Dua. Pelaksananya Paddock Otomotif Club. Kemudian road race keempat diadakan pada Oktober.

Tanggal 28-29 2017. Pelaksananya Spirit Pro Motorsport. Dan yang terakhir Desember 2017. Dari tanggal 09-10 2017. ”Kalau penyelenggaranya Palopo Otomotif Club,” paparnya.
Mengenai lokasi sirkuit, kata dia,

kemundkinan dipusatkan di Lapangan Pancasila atau Sirkuit Andi Djemma Palopo. “Road race bulan Juli akan diadakan di pasar lama,” papar sekretaris KONI Kota Palopo.

Anggota DPRD Kota Palopo, Abd Rauf Rahim, mengatakan ada dua opsi untuk tempat pembangunan sirkuit yakni di Kambo dan terminal Purangi. Kedua opsi ini memang sangat bagus. Katanya, sama-sama jauh dari pemukiman warga.

Sehingga tidak mengganggu. Untuk pemberian izin sendiri, Rauf tidak bisa memberikan komentarnya. “Kalau kita tidak memberikan izin juga tidak bisa karena tidak ada tempat atau sirkuit untuk balap,” papar Abd Rauf Rahim yang juga anggota Badan Anggaran DPRD Kota Palopo Senin, 15 Mei 2017 kemarin.

Memang, antusias masyarakat Kota Palopo terhadap balapan motor sangat tinggi. Ini terbukti dengan seringnya anak-anak muda yang balapan di sekitar pancasila dan depan rumah jabatan wakil wali kota. ”Untuk itu, pembangunan sirkuit di Palopo harus segera dilaksanakan dan jika sirkuit sudah ada dan masih ada balapan liar yang terjadi di jalan raya harus diberi sanksi tegas,” jelas Rauf.

BACA JUGA:  Pemkot Gelontorkan Dana Miliaran Rupiah

Untuk pembangunan fisik sirkuit road race di Kota Palopo akan dilakukan pada tahun 2018 mendatang. Di tahun ini, masih dilakukan survei terhadap sejumlah titik tempat dibangunnya para racer untuk berlaga.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palopo, Drs Firmanza, DP, kepada Palopo Pos, Senin 15 Mei 2017, mengungkapkan, saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo memiliki tiga opsi pembangunan sirkuit road race.

Ia menyebut tiga lokasi tersebut, masing-masing, di Jalan Pemuda Kelurahan Takkalala, lokasi kedua di Kelurahan Songka (kawasan akan dibangunnya Terminal Songka) dan yang ketiga di Kelurahan Kambo.

”Rencananya kegiatan fisik pembangunan sirkuit akan dilakukan Pemkot Palopo di tahun 2018 mendatang,” kata Firmanza.

Saat ini, sebut Firmanza, Pemkot masih mencari sumber pendanaan di pusat terkait rencana pembangunan sirkuit nantinya.

Namun, sebelumnya dibuat Detail Engineering Design (DED). ”Setelah DED selesai dibuat, maka akan diketahui besar anggaran yang akan digunakan nantinya,” tegasnya.

Soal lokasi, ujarnya menambahkan, itu akan disesuaikan dengan DED nantinya. Dan untuk di lokasi pembangunan Terminal Songka, Pemkot Palopo memiliki 10 hektar lahan.

Dan diperkirakan hanya sekitar 4 hektar yang akan digunakan. Sehingga selebihnya bisa digunakan untuk pembangunan sirkuit road race.

”Tapi semua itu belum bisa ditentukan. Saat ini masih tahap survei dan pembuatan DED,” jelasnya lagi.

Beberapa waktu lalu, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir, MH meninjau lokasi pembangunan sirkuit road race di Jalan Pemuda Kelurahan Takkalala.

Dimana saat itu panjang lintasan yang akan dibangun 1,2 kilometer. “Pembangunan akan dimulai 2018 mendatang. Saat ini yang kami lakukan baru penetapan lokasi,” kata Wali Kota.

Menurut orang nomor satu di Kota Palopo ini, penyediaan arena road race itu tidak terlepas dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Palopo untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Wali Kota paham betul, salah satu olahraga ini banyak disukai masyarakat Luwu Raya, khususnya Kota Palopo.

”Ini upaya Pemkot Palopo dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, karena ada banyak masyarakat yang butuh maka kita buatkan,” tegas suami dr Hj Utiasari Judas, M.Kes ini. (mg2-ded-rhm/ary)

Most Popular

To Top