130 Koperasi Terancam Dibubarkan – Palopo Pos
Luwu Timur

130 Koperasi Terancam Dibubarkan

*Hanya 14 yang Diklaim Sehat

TOMONI—Di Kabupaten Luwu Timur (Lutim) tercatat ada 144 koperasi yang bergerak diberbagai bidang. Namun yang dinyatakan sehat hanya 14 koperasi saja.

Dikatakan sehat, sebab telah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

Sedang sisanya terancam akan dibubarkan jika tidak segera membenahi masing-masing manajemennya.
Saat ini Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Dan Menengah (Disdagkop-UKM) Kabupaten Lutim, tengah melakukan verifikasi terhadap semua koperasi.

Bagi yang tidak mampu lagi untuk berkembang akan dibubarkan.
“Koperasi yang tidak pernah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT) akan dibubarkan oleh pemerintah,” kata Kepala Dinas Perdangangan Koperasi dan UKM Kabupaten Lutim, Rosmiati Alwy, saat memberikan sambutan pada pelatihan manajemen pengelolaan koperasi di Aula Hotel Sikumbang, Kecamatan Tomoni Lutim, Kamis 18 Mei 2017.

Ia mengatakan, pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan wawasan.

Serta perkembangan koperasi dalam melaksanakan kegiatan kelembagaan koperasi yang dapat dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kondisi ini cukup memprihatinkan. Karena dari 144 hanya sekitar 40 persen koperasi yang memang berkoordinasi baik dan memenuhi asas koperasi,” ujar Rosmiati.

BACA JUGA:  Kinerja Bagian Keuangan Amburadul

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Lutim, Bahri Suli, saat membuka pelatihan tersebut mengatakan, koperasi harus dikelola secara akuntabel, transparan dan terbuka.

Dari sekian banyak koperasi yang ada memang tidak dipungkiri ada yang didirikan tidak dibarengi dengan manajemen dan pengelolaan yang tidak profesional.

Namun sejumlah koperasi juga masih dinilai memenuhi asas koperasi dan memberikan sumbangsih dalam pembangunan daerah dan menjadi mitra pemerintah.

Untuk itu dia mendukung langkah tegas yang akan diambil oleh Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah terhadap koperasi-koperasi bandel tersebut, agar kepercayaan masyarakat terhadap koperasi tidak hilang.

“Kalau memang ada koperasi yang tidak lagi bisa dipertahankan ya di bubarkan saja,” tegas Bahri.(akm/ded)

Click to comment

Most Popular

To Top