Dinkes Kerjasama dengan Dukun Beranak – Palopo Pos
Luwu Utara

Dinkes Kerjasama dengan Dukun Beranak

MASAMBA — Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Luwu Utara, dr. H.A Muh. Nasrum mengatakan perlu bermitra dengan dukun. Sebab di awal tahun 2017 terjadi satu kematian ibu di Kecamatan Malangke Barat yang diakibatkan ibu hamil melahirkan ditolong oleh dukun.

Olehnya itu, perlu dilakukan kemitraan antara bidan dan dukun sehingga terjalin kerjasama yang baik, sebab dengan bekerja sama maka akan menghasilkan pelayanan kesehatan ibu dan anak yang lebih optimal, dimana dukun memiliki pengalaman dan kepercayaan dari masyarakat, sedangkan bidan memiliki keilmuan secara formal dalam melayani persalinan ibu hamil.

Dalam kerjasama ini dukun memiliki tugas (1) melaporkan dan memotivasi ibu hamil untuk periksa di bidan; (2) melakukan ritual keagamaan/tradisional yang sehat dan tidak membahayakan ibu dan janinnya, jika diminta oleh ibu hamil dan/atau keluarganya; (3) mengantar dan mendampingi ibu hamil saat persalinan; dan (4) memberi motivasi ibu bersalin untuk ber KB dan memberikan ASI Ekslusif pada bayinya.

Setiap dukun yang mengantarkan ibu hamil bersalin di fasyankes oleh bidan desa atau ke puskesmas akan diberi transport sebesar Rp.70.000,- melalui dana BOK Puskesmas.

Kemitraan bidan dan dukun ini merupakan salah satu rangkaian Proyek Perubahan yang digagas oleh Kabid Kesmas Dinkes Luwu Utara Anjas Rusli dengan judul “Kantong Penyelamat Ibu dan Bayi melalui Aplikasi WhatsApp”.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan yang berkompoten sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat diminimalkan. Jika ini tercapai maka Angka Harapan Hidup (AHH) Luwu Utara akan meningkat.

Dalam giat tersebut dihadiri oleh Camat Malangke Barat, Sulpiadi, SH, Kabid Kesmas Dinkes Luwu Utara Anjas Rusli, Ketua IBI (katan Bidan Indonesia) Luwu Utara, Kepala Desa Baku-Baku, Bidan Desa se Kec. Malangke Barat serta dukun beranak se Kecamatan Malangke Barat sebanyak 38 orang. Kegiatan dilaksanakan di aula puskesmas malangke barat.

Seperti diketahui, angka kematian ibu dan bayi yang meningkat setiap tahunnya, dimana pada tahun 2015 sebanyak 6 dari 5.123 dan bayi sebanyak 66 kematian. Sedangkan tahun 2016 meningkat menjadi 11 kasus dari 5.081 dan bayi sebanyak 69 kematian. (jun/him/d)

Most Popular

To Top