Proyek 2.000 Septic Tank Telan Rp6 Miliar – Palopo Pos
Metro

Proyek 2.000 Septic Tank Telan Rp6 Miliar

*Tersebar di 48 Kelurahan

PALOPO — Proyek pembangunan 2.000 jamban 48 kelurahan di sembilan kecamatan yang ada di Kota Palopo belum dimulai.

Saat ini, proyek yang dianggarkan dalam APBD 2017 sebesar Rp6 Miliar sudah sampai pada tahap lelang.

Diperkirakan 15 hari ke depan pembangunan proyek 2.000 jamban tersebut sudah ditetapkan pemenang lelang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Tata Ruang Kota Palopo melalui Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Hamsyahri kepada Palopo Pos, Kamis 18 Mei 2017 mengatakan, proses lelang pembangunan jamban yang tengah berlangsung saat ini dalam waktu dekat akan ada pemenang lelang.

“Kami perkirarakan seminggu ke depan, akan ditetapkan pemenang lelang proyek pembangunan jamban,” ujar Hamsyari kemarin.

Lebih lanjut dia menambahkan, setelah proses lelang akan dibuatkan kontrak bagi pemenang lelang proyek. DImana setelah penetapan lelang nantinya ada masa jeda selama beberapa hari untuk menyiapkan berkas pembuatan kontrak lelang tersebut.

BACA JUGA:  Pembelian Alat Tera Ulang Butuh Rp10 Miliar

Pembangunan ribuan septic tank untuk masyarakat yang tersebar di Kota Palopo ini merupakan gagasan dari Wali Kota Palopo.

Dimana dimaksudkan agar pemukiman warga bersih dan tak ada lagi warga yang membuang hajatnya di sungai maupun di tempat lainnya. Agar kebersihan lingkungan dapat terjaga.

Untuk diketahui, Septic Tank merupakan suatu kolam atau bak bersekat-sekat sehingga terbagi-bagi dalam beberapa ruang, biasanya terdapat di bawah tanah.

Septic Tank berguna untuk pembuangan kotoran, tinja, dan sebagainya, yang tidak boleh disalurkan ke saluran pembuangan umum karena kekotorannya, dimaksudkan untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

Dana pembangunan Septic Tank tersebut berasal dari program hibah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pengerjaannya ditargetkan rampung pada Oktober 2017 mendatang. Setelah pembangunan septik tank selesai, akan ditinjau langsung oleh Kementerian PUPR.(rhm)

Most Popular

To Top