Terpidana Mati Kasus ‘Kolor Ijo’ Ditembak di Poso – Palopo Pos
Utama

Terpidana Mati Kasus ‘Kolor Ijo’ Ditembak di Poso

MALILI — Iqbal alias Bala, terpidana mati kasus kolor ijo menemui ajalnya di Poso. Ia disebutkan tewas ditembak mati oleh tim Gegana Polrestabes Makassar, Kamis 18 Mei 2017, kemarin, di Poso Pesisir, Sulawesi Tengah.

Warga Dusun Kampung Baru, Desa Sidoagung, Kecamatan Kalaena, Kabupaten Luwu Timur, memang dibuntuti selama tiga hari tiga malam di hutan Pendolo, perbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan.

Petugas awalnya mencurigai gerak gerik salah seorang warga Kasintuwu bernama Pili. Ia membawa peralatan perkemahan seperti tenda dan alat masak lainnya, Rabu 17 Mei 2017, lalu.

Atas kecurigaan tersebut, Pili diamankan petugas sekaligus diinterogasi. Alhasil, diketahui Pili merupakan penyedia peralatan untuk si kolor ijo.

Usai dimintai keterangan, Pili mengantar petugas dimana letak persembunyian Iqbal alias Balla yaitu sekitar 30 km dari perbatasan Lutim dan Sulteng, tepatnya di dalam hutan.

Setelah dilakukan penggerebekan, melihat kedatangan polisi si kolor ijo bergegas kabur sehingga petugas melayangkan tembakan. Ini terjadi sekitar pukul 06:00 Wita, kemarin.

BACA JUGA:  Kajati Sulsel: Tak Ada Kasus Korupsi Dihentikan

Usai penembakan, si kolor ijo masih sempat kabur dari lokasi dengan luka cukup parah. Petugas pun melakukan pengejaran.

Namun, kondisi cuaca yang tidak mendukung akhirnya pengejaran dihentikan kemudian dilanjutkan pada Kamis 18 Mei 2017, kemarin.

Alhasil, terpidana mati kolor ijo ditemukan dan dinyatakan tewas. ”Saat ini, petugas sementara mengevakuasi mayat Balla dari atas gunung,” ujar Kasi Propam Polres Lutim, Ipda Simon, kepada Palopo Pos, Kamis 18 Mei 2017

“Kami masih menunggu informasi validnya pak’. Kami belum mengetahui pada saat penembakan si kolor ijo di bagian mana terkena peluru, dan pukul berapa ditemukan serta apakah dia dalam keadaan sudah tewas atau bagaimana, yang jelas informasi yang kami terima Iqbal alias Balla sudah tewas dan kini petugas sementara mengevakuasi jasadnya dari atas gunung,” ujar Simon.

Disinggung apa hubungan kolor ijo dan Pilli, kata Simon, keduanya tidak ada hubungan keluarga. Kemungkinan hanya berteman. Sehingga, menyiapkan seluruh peralatan kemping dan peralatan dapur. Karena gerak-geriknya mencurigakan petugas mengamankannya dan menginterogasi.

BACA JUGA:  Konvoi Rainmas Polres Lewati Kantor Korban Tragedi "31313"

Hingga berita ini diturunkan, Palopo Pos masih menunggu informasi atau pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait penembakan itu.

Sementara Dirut RSUD lagaligo Wotu, Rosmini Pandin, yang dikonfirmasi membenarakan bahwa Iqbal sudah meninggal.

“Dek sementara perjalanan menuju ke Wotu. Iqbal sudah meninggal dan jenazahnya mau dibawa ke rumah sakit,” kata Dirut RSUD wotu Rosmini Pandin.
Setelah itu, kata Rosmini, jenazahnya akan kembali dibawa ke Makassar.

Sebelumnya, sejak kabar Iqbal alias Bala dikabarkan sembunyi di hutan Palopo, Polres Palopo mulai menggencarkan operasi.

Dalam memburu terpidana mati kasus ‘kolor ijo’ dan napi vonis seumur hidup, polres melibatkan perangkatnya ke tingkat bawah. Termasuk para ketua RT dan RW.

Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijono, mengatakan, tim khusus yang dibentuk dibantu bhabinkamtibmas yang ada di wilayah yang notabenenya kawasan hutan, diminta memantau setiap gerak-gerik warga yang tinggal di hutan Palopo.

Agar ruang gerak mereka tertutup rapat. ”Memang, kami juga minta supaya RT/RW aktif melakukan pengawasan terhadap pendatang baru,” imbuh Kapolres Palopo, AKBP Dudung Adijiono SIk, kepada Palopo Pos, Kamis 18 Mei 2017, kemarin.

BACA JUGA:  Direktur ATVI: Judas Pemimpin Visioner

“Begitu ada gerak-gerik dari oknum yang tidak diketahui identitasnya, maka cepat laporkan ke polisi dalam hal ini bhabinkamtibmas terdekat,” pinta kapolres Palopo, melalui Kasubag Humasnya, AKP Bustang SH, kepada Palopo Pos, di ruang kerjanya, Kamis 18 Mei 2017, kemarin. (ded/ary)

Most Popular

To Top