Gula Rafinasi Bukan Ilegal – Palopo Pos
Kriminal

Gula Rafinasi Bukan Ilegal

* Kasat Reskrim: Tidak Dijual Bebas ke Masyarakat Luas

PALOPO–Kasat Reskrim Polres Palopo, AKP Andi Rahmat SH, menegaskan, sebanyak 10 sak gula pasir seberat 520 kilogram yang ditemukan di Toko Niko dan Opsal Plaza pada 29 Mei 2017 lalu, bukan barang ilegal.

Gula yang setiap sak terdiri 50 kg, ternyata tidak diperjual-belika secara bebas dalam eceran untk dikonsumsi masyarakat secara luas. Gula tersebut akan dijual ke pabrik roti maupun pabrik minuman bersoda.

“Sekali lagi bukan ilegal, jadi saya luruskan, barang yang disita, angkanya juga tidak mencapai puluhan ton, tapi hanya 520 kilogram. Saat ini, gula itu masih ada persis di depan pintu masuk ruangan saya,” kata Kasat Reskrim, AKP Andi Rahmat SH, kepada Palopo Pos, Sabtu, 17 Juni 2017.

Gula yang sebenarnya tidak diperjualbelikan secara bebas itu, disita aparat penegak hukum beserta instansi terkait, di dua toko berbeda di Kota Palopo.

BACA JUGA:  Apes, Pemuda Temmalebba Ditembak OTK

Bagaimana dengan proses hukum kasus tersebut, jawabnya, pihaknya tetap melakukan penyelidikan, apakah gula tersebut betul berbahaya bagi kesehatan atau sebaliknya.
“Karena ada laporan, maka kita harus tindaklanjuti,” imbuhnya.

“Karena bukan barang ilegal, sehingga pemilik toko kemungkinan hanya diberikan sanksi administrasi,” tambah Andi Rahmat.

Seraya menambahkan, gula rafinasi belum memiliki izin dijual untuk umum. Tetapi, saat ini disertai dengan bukti penemuan aparat, gula tersebut mulai marak dijual di toko-toko atau swalayan terdekat.

“Gula tersebut hanya diperbolehkan dijual di pabrik roti dan pabrik minuman bersoda, sedang di Kota Palopo, belum ada pabrik besar,” pungkasnya. (ded/ikh)

 

 

Most Popular

To Top