Polres Obok-Obok Apotik – Palopo Pos
Utama

Polres Obok-Obok Apotik

* Sita Ratusan Butir Obat Daftar G, Sembilan Titik yang Rawan Jadi Perhatian Kapolres

PALOPO — Di bulan Ramadan, Polres Palopo tetap padat kegiatan. Operasi premanisme dilakukan siang hingga malam hari. Sabtu 18 Juni 2017, pukul 22:00 Wita, Kapolres Palopo, AKBP Taswin SIk menyebar personil gabungan di sembilan titik yang rawan di sembilan kecamatan yang ada di Kota Palopo.

Pengamanan di wilayah yang rawan melibatkan personil gabungan di bawah kendali kapolres Palopo. Masing-masing, kapolsek memimpin anggotanya sesuai surat perintah. Selebihnya dipimpin oleh para kasat dan perwira yang ditunjuk baik dari Polres Palopo maupun dari polsek jajaran.

Selain itu, kapolres juga menyiagakan personil di wilayah yang disebutnya wilayah kering. Ada dua disiagakan. Yakni tim mobile terdiri anggota Sabhara bersenjata lengkap didampingi personil Satlantas. Tim lainnya adalah tim Serre Lotong. Personilnya dari Unit Jatanras. Tim Serre Lotong termasuk tim khusus dari kapolres.

“Ini tindaklanjut dari operasi premanisme. Kita utamakan kebersamaa. Jangan jalan sendiri-sendiri. Tujuannya untuk menekan kriminalitas yang ada di Kota Palopo,” kata AKBP Taswin.

Malam sebelumnya, Jumat 16 Juni 2017, pukul 20:30 Wita, personil gabungan Polres Palopo melalui operasi obat-obatan terlarang, mengamankan ratusan butir obat jenis daftar G.

Polisi juga mengamankan pelaku inisial IA, 12 tahun, warga Kandoa, Kabupaten Luwu karena tertangkap tangan membeli obat-obatan ini tanpa resep dokter. Karyawan apotik bernama Andri juga ikut diamankan karena menjual obat tersebut secara bebas.

IA membeli 10 butir obat THD dan 10 butir obat Tramadol di apotik itu. Untuk mendapatkan keterangan, IA diamankan di ruang Sat Res Narkoba untuk dimintai keterangannya.

Informasi dari Kapolres Palopo, AKBP Taswin SIk, ratusan butir obat-obatan disita dari Apotik Sejati yang ada di Jalan Durian, Kelurahan Lagaligo, Kecamatan Wara, Kota Palopo.
Di Apotik Sejati, polisi melakukan penggeledahan.

Ratusan butir obat daftar G disita. Di antaranya, 90 butir obat THD, 220 butir tramadol tablet, 30 butir tramadol kapsul, 110 butir obat Destro dan 110 butir obat somadril.

“Jual beli obat daftar G tanpa resep dokter, itu melanggar Pasal 197 Jo pasal 106 (1) Undang-Undang No.36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara,” jelasnya.

Berselang dua jam kemudian, sekitar pukul 22:30 Wita, Sat Res Narkoba Polres Palopo berhasil menciduk Stevi Geral Law, 20 tahun, warga Jl Andi Pangerang karena menguasai 1 saset sabu-sabu.

Di saat bersamaan, Sat Res Narkoba kembali menangkap Hamka, 40 tahun, warga Jalan Sungai Pareman, Keluraha Sabbamparu, Kecamatan Wara Utara.

Dari tangannya, polisi menyita 1 saset sabu-sabu bersama perlengkapannya. Dari hasil interogasi, tersangka Hamka mengaku mendapatkan sabu-sabu itu dari IRT bernama Risna, 38 tahun warga Jalan Batara Lattu.

Pengakuan dari tersangka Hamka, sabu-sabu itu dibeli seharga Rp200 ribu dari tersangka Risna. Kebetulan, antara Hamka dan Risna masih tetangga. Hanya saja, saat dilakukan penangkapan, tersangka Hamka sempat membuang BB keluar jendela.

Untung saja ditemukan.
Selanjutnya, Sat Res Narkoba mendatangi rumah Risna. Dari tangan Risna, polisi menyita BB berupa 3 sendok sabu-sabu, 1 unit timbangan digital dan 4 saset kecil plastik benging diduga bekas pakai sabu-sabu.

Risna pernah menjadi target operasi antik. Hanya saja, saat dilakukan penangkapan, wanita ini berhasil melarikan diri. Dia kembali ditangkap atas keterangan dari tersangka Hamka. Informasi yang diterima Palopo Pos, tersangka Risna sebelumnya pernah ditahan di Lapas Kelas IIA Palopo selama 1 tahun 3 bulan atas kasus yang sama.(ara/ary)

Most Popular

To Top