Emmy Tallesang, S.Th, MA, Banyak Belajar dari Pendidikan Non Formal – Palopo Pos
FEMALE

Emmy Tallesang, S.Th, MA, Banyak Belajar dari Pendidikan Non Formal

SMAN 158/1 Palopo baru saja menggelar reuni akbar. Reuni ini disebut-sebut yang spektakuler. Karena dihadiri para alumni hingga lima ribuan peserta. Dari berbagai angkatan, lintas generasi.

Mereka bersilaturahim dengan kawan lama. Kembali ke sekolah asal. Melepas rindu, rinduku, rindumu ada di sini. Mereka ini berdatangan dari penjuru nusantara dengan beragam profesi. Ada anggota DPR RI, dosen, pengusaha, dan multi profesi lainnya.

Dari kegiatan akbar tersebut, rupanya female kita kali ini jadi pusat perhatian. Manusia multitalenta lahir dari alumni SMANSA angkatan 82. Multitalenta karena memiliki berbagai keahlian, baik di bidang seni, musik, dan keahlian lain.

Namanya Emmy Tallesang. Kesuksesan dalam membangun usaha diakuinya banyak ditopang dari pendidikan non formal. Makanya, ia pas menjadi inspirasi para siswa serta alumni SMAN 158/1 Palopo.

Saat ini, ibu empat anak hasil buah perkawainannya dengan Drs Sambo Daud memiliki berbagai perusaahan dan bergerak di lintas sektor. Ada di properti, pertambangan, kelautan, dan usaha-usaha lainnya.
Palopo Pos berkesempatan berbincang dengan perempuan kelahiran Singaraja, Bali, 22 Agustus 1963, Kamis 29 Juni 2017.

Emmy Tallesang tampak anggun mengenakan kebaya berwarna krem. Kepada Palopo Pos, ia bercerita akan suka citanya bisa kembali ke kampung halaman, Tana Luwu. Kembali berkumpul dengan sahabat masa SMA dahulu.

BACA JUGA:  Jauh dari Kota, Pelayanan Standar Nasional

Maklum dirinya saat ini berdomisili di Kota Jakarta, namun sesekali pulang kampung di Walmas.
Diceritakannya, dirinya seperti saat ini miliki berbagai perusahaan bermula dari puluhan ijazah non formal yang dimilikinya.

”Jadi waktu baru tamat SMA saya rajin ikut kursus, pokoknya kursus atau seminar apa saja, saya ikuti. Karena hal itu saya dijuluki oleh teman-teman waktu itu sebagai ratu kursus,” ungkapnya.

Namun, kata dia, sekolah non formal inilah yang menjadi pondasi untuk melakukan usaha. Sudah punya skill, akhirnya dirikan usaha kecil-kecilan, sperti tata rias, akhirnya merambah di berbagai usaha lainnya, seperti perhotelan, properti, tambak, kelautan dan lainnya.

Lanjut Emmy, malah baru mengenyam pendidikan formal tamat SMA, itu setelah miliki beberapa perusahaan. Tepatnya, tahun 2005 menyelesaikan pendidikan di Filsafat Theologi di STT Walter Post Jayapura, itupun selesainya dengan anak pertama. Kemudian lanjut lagi S2 kepemimpinan di Institut Filsafat Jafray, Jakarta.

“Saya-kan orangnya suka menimba ilmu, mau lanjut S2 waktu itu, cari jurusan yang betul-betul diaplikasikan di lapangan, kalau S2 teknik, insinyur saya sudah miliki bawahan para insiyur, akhirnya pilihnya jurusan kepemimpinan, biar bisa membantu manajerial di perusahaan,” ungkap Emmy.

BACA JUGA:  Jaga Komunikasi dan Saling Terbuka Kunci Keharmonisan

Jadi kalau ada seminar atau kegiatan-kegiatan untuk menambah ilmu, dirinya sangat tertarik. Mungkin ini, kata dia, juga warisan dari sang ayah dan ibu. Ayah ini putra Walmas lulusan Sospol pertama asal Tana Luwu di Unhas. Begitu pula dengan ibu, putri Luwu pertama yang mengenyam ilmu Kebidanan TNI AD di Magelang.

Ditanya tentang berbagai prestasi yang ditorehkan, ia menyebutkan bahwa dirinya memiliki sejumlah prestasi. Salah satunya ditunjuk sebagai koreografer dengan menciptakan tarian kolosal, menampilkan 600 penari yang berkolaborasi 100 pemusik dengan menggunakan alat musik daerah pada peringatan 100 tahun masuknya injil di Tana Toraja. “Waktu itu, saya persiapkan kegiatan hingga empat bulan, pokoknya waktu itu pulang balik Jakarta, Toraja,” sebutnya.

Dan jika tidak ada halangan, di bulan Juli ini, bersama Tim Kesenian Indonesia akan mewakili Indonesia melakukan promosi budaya dalam forum internasional, Utah, Amerika Serikat. Kemudian di bulan Agustus selanjutnya juga promosi budaya di Kanada.

BACA JUGA:  Pers Itu Saudara Kembar Humas

Diminta nasihatnya bagi para anak muda utamanya kaum hawa, dikatakannya, jangan salah sangka dengan pendidikan non formal. Malah, pengetahuan dengan non formal bisa menjadi peluang untuk berhasil. Tentunya dibarengi kesabaran serta keberanian untuk berbuat. (ich/ary)

BIODATA

Nama             :         Emmy Tallesang, S.Th, MA

TTL                :         Singaraja, Bali, 22 Agustus 1963

Pendidikan     :     -SDN Bosso Tahun 1975

-SMPN 1 Palopo Tahun 1979

-SMAN 158/1 Palopo Tahun 1982

-S1 Filsafat Theology STT Walter Post, Jayapura

-S2 Kepemimpinan Institut Filsafat Theology Jafray Jakarta

Pekerjaan     :       Owner di sejumlah perusahan

-PT Masokan Multi Raya

-PT Luta Hotel

-serta Perusahaan lainnya

Ayah              :         Alm. Drs J Tallesang (Mantan Sekda Poso)

Ibu                 :         Elisabeth Madjati (Mantan Kepala RS TNI Bali)

Suami            :         Drs Sambo Daud (Pensiunan Kementerian Koperasi)

Anak              :         -Levy Rudolf Sambo, SE (Pengusaha Properti)

-Christefany Sambo, S.Ak (Pengusaha)

-AKP Vermal Armando Sambo, SIK (Polda Metro Jaya)

-dr Datu Manurun Sambo

 

 

 

Most Popular

To Top