Suami dan Anak adalah Amanah – Palopo Pos
FEMALE

Suami dan Anak adalah Amanah

* Jumiati Buhari, Ketua TP-PKK Kecamatan Mungkajang

SUAMI dan anak adalah amanah bagi seorang isteri dan ibu. Istri adalah stimulan paling utama bagi para suami. Jangan hanya memberikan beban kepada suami dengan berbagai tuntutan.

Namun, di sisi lain, istri alpa untuk memberikan semangat. Para suami sudah lelah bekerja. Hal tersebut diungkapkan Jumiati Burhan, yang merupakan Ketua Tim Penggerak (TP)-PKK Kecamatan Mungkajang. Sosok ibu ini meskipun tak bekerja sebagai seorang wanita karier, namun aktivitasnya sebagai seorang istri camat juga sangat padat.

Dirinya terus melakukan pembinaan kepada kader PKK, serta para ibu yang berada di wilayahnya. Meski baru sebulan menjabat sebagai Ketua TP-PKK di Mungkajang, namun berkat kerja kerasnya, Jumiati mampu membawa nama Kecamatan Mungkajang mewakili Kota Palopo di tingkat Provinsi Sulsel dalam mengikuti lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) berbasis sumber daya lokal Tahun 2017.

”Kami baru saja meraih juara 1 dalam lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Kota Palopo. Makanya kami ditunjuk mewakili Kota Palopo ke tingkat Provinsi. Semoga kami bisa mengharumkan nama Kota Palopo nantinya,” sebut Jumiati kepada Palopo Pos, Jumat 7 Juli 2017.

BACA JUGA:  Teman Curhat Anak, Stimulan Suami

Istri Camat Mungkajang ini menyebutkan, kalau dirinya berupaya menanamkan ke dalam pikiran para ibu di wilayahnya untuk lebih berkreasi dan berinovasi menciptakan menu masakan yang lebih beragam dengan memanfaatkan tanaman di pekarangan rumah. Karena, sebutnya, saat ini masyarakat sudah banyak memilik makanan yang instant yang belum tentu sehat.

”Sayuran lebih sehat, jika diolah dengan kreatif maka Insha Allah disukai suami dan anak-anak di rumah,” sebut wanita yang hobi masak dan traveling ini.

Di rumah, kata Jumiati, dirinya berupaya untuk lebih banyak meluangkan waktu bercengkerama dengan suami dan anak-anaknya. Karena disaat itu, dapat lebih mempererat hubungan mereka lebih dalam.

Menjadi seorang ibu yang memiliki anak-anak yang sudah dewasa, Jumiati berupaya menjadi teman curhat dan juga tempat berbagi anak-anaknya.

Menurutnya, banyak orangtua tidak mampu berkomunikasi dengan anak. Ada sekat psikologis yang membuat orang tua dengan anak menjadi berjarak dan tidak bisa nyambung setiap kali berkomunikasi. Dengan menjadi sahabat bagi anak, komunikasi akan bisa lebih lancar dan nyaman.

BACA JUGA:  Baginya Keluarga Sehat, Investasi Sebuah Bangsa

”Jika komunikasi sudah lancar dan nyaman, akan memudahkan orangtua dalam menerapkan pola pengasuhan dan pendidikan bagi mereka. Komunikasi yang lancar dan nyaman merupakan jalan untuk menumbuhkan pengertian dan kepercayaan antara orang tua dengan anak, sehingga hubungan di antara mereka akan lebih terbuka dan harmonis,” jelasnya.

Banyak anak mengalami krisis kepercayaan terhadap orangtua, sebutnya. Dengan menjadi sahabat, anak akan secara tulus memberikan kepercayaan kepada orang tua. Kepercayaan ini sangat berarti bagi anak-anak hingga mereka dewasa.

Di saat anak mengalami problematika kehidupan atau tengah menghadapi masalah berat, mereka akan menjadikan orangtua sebagai rujukan, tempat curhat dan berbagi beban perasaan. Jika anak tidak percaya kepada orangtua, mereka akan memilih orang lain sebagai tempat curhat dan mencari penyelesaian masalah. (rhm/ary)

Most Popular

To Top