Ketua PWI Luwu Raya-Toraja: Semangat Mansyur Tja Teladan Bagi Wartawan Muda – Palopo Pos
Inspirasi

Ketua PWI Luwu Raya-Toraja: Semangat Mansyur Tja Teladan Bagi Wartawan Muda

Almarhum Arman Mansyur Tja semasa hidup. sumber: raufo.blogspot.co.id

PALOPO — Dunia kewartawanan di Luwu Raya dan Toraja khususnya dan di Sulsel pada umumnya sedang bersedih. Pasalnya, salah satu Wartawan Senior Arman Mansyur Tja menghembuskan nafas terakhir di dunia, Selasa sore tadi 11 Juli 2017 saat sedang dalam perawatan di RSUD Sawerigading Palopo.

Mendengar adanya kabar duka cita itu, Ketua PWI Luwu Raya dan Toraja Aryanto Tanding SH merasa sangat sedih dan kehilangan. Dimatanya, sosok almarhum adalah wartawan yang memiliki daya juang dan militansi yang tinggi. “Saya kira semangat kerja dan kritis almarhum patut kita contohi bagi wartawan muda sekarang ini,” kata Aryanto dalam pernyataan persnya, Selasa 11 Juli 2017.

Lanjut Ary, sapaan akrab Pimred Harian Palopo Pos ini, kepergian almarhum Mansyur Tja membuat Kita semua insan pers merasa kehilangan.

“Beliau bukan hanya sosok yang patut dikagumi, tapi beliau juga patut jadi guru dalan dunia kewartawanan. Hingga akhir hayatnya, ia mendedikasikan hidupnya di dunia kewartawanan,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Ini Bacan Alquran Paling Merdu Sedunia

Di organisasi PWI Luwu Raya-Toraja beliau menjadi pembina yang kerap memberikan masukan dan arahan pengembangan organisasi.

“Berkat perjuangan beliau bersama almarhum Yahya Jabal Tira dan sejumlah wartawan senior lainnya, PWI Luwu Raya ini ada,” ujar Ary.

Sehingga bagi Kita, wartawan yang lahir di era sekarang sebagai wartawan muda, sudah sepatutnya meniru loyalitas beliau dalam mengabdikan dirinya di dunia kewartawanan.

“Tidak kenal hujan, beliau dalam sejarahnya tetap bergerak mencari informasi untuk disebarkan ke masyarakat,” tutupnya.

Sekadar diketahui, Arman Masnsyur Tja sudah bergelut di dunia surat kabar sejak orde lama, tahun 1966, di Makassar. Ia kemudian pindah ke wilayah Luwu Raya. Di Luwu Raya, ia dijuluki wartawan 3 zaman.

Sebagai wartawan di daerah, Ia juga berperan mengawal kebijakan pemerintahan orde baru yang bekuasa dari tahun 1968 hingga 1998.

Hingga kini, era reformasi, ia tetap setia di profesinya sebagai wartawan dan masih aktif di lapangan.
Mansyur Tja bukan hanya setia di profesinya sebagai wartawan, tapi ia juga setia di surat kabar yang ditempatinya sejak dulu, namanya Surat Kabar Umum Tegas. Dulu surat kabar harian sore. Namun perlahan menjadi mingguan, hingga kini menjadi surat kabar bulanan. (idr/fmc)

BACA JUGA:  Tergiur Honda Mobilio, Rp174 Melayang

Most Popular

To Top