Paman Pegang Anu Ponakan di Malaja – Palopo Pos
Kriminal

Paman Pegang Anu Ponakan di Malaja

* LPPA Minta Pelaku Cabul Dihukum Berat

PALOPO— Ketua Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak (LPPA), Andi Fatmawati, meminta kepada jaksa maupun para hakim, supaya memberikan vonis berat terhadap setiap pelaku cabul yang masuk di mejah hijau. Dengan begitu, ada efek jera yang diberikan terhadap pelaku.

Berbicara soal cabul, Andi Fatmawati, mengaku, ada satu kasus cabul yang saat ini ditangani LPPA. Kasus yang melibatkan paman dan ponakan di Jalan Malaja, Kota Palopo ini, terjadi pertengahan Mei 2017. Dalam kasus tersebut, sudah beberapa kali pelaku didudukkan di kursi pesakitan.

Pelaku inisial KR (40), sedang korban Mawar (bukan nama sebetulnya) 10 tahun. KR saat itu, memegang (maaf) anu korban di rumah pelaku.

“Informasi yang saya peroleh, kasus ini sudah tuntutan, tapi belum vonis. Saya masih terus mengikuti perkembangannya.

Nanti setelah saya ketemu jaksanya, baru kita bisa mengetahui berapa yang dituntutkan jaksa ke palaku,” kata Andi Fatmawati, kepada Palopo Pos, Kamis, 13 Juli siang kemarin.

BACA JUGA:  Dikasi Makan, Malah Pukul Tuan Rumah

Permintaannya kepada jaksa dan hakim agar semua pelaku cabul dihukum berat, dengan alasan agar memberikan efek jera terhadap pelaku itu sendiri.

Sebab masih kata Andi Fatmawati, jika hukumannya ringan, pelaku beranggapan perbuatan yang dilakukannya itu, hanya biasa-biasa saja.

“Hampir semua korban cabul, setelah mengalami nasib suram, ada yang trauma, makanya untuk mengembalikan mental korban, LPPA tak henti-hentinya melakukan pendampingan terhadap korban,” bebernya.

Seraya menambahkan, terkhusus bagi para orangtua, jika ada anaknya didera kasus cabul, maka LPPA meminta supaya tidak memperlakukan anak (korban, red) dengan kasar.

“Korban harus dilembuti supaya psikologisnya kembali seperti semula. Kalau tidak dilakukan pendampingan bisa saja korban ini mengalami trauma seumur hidup. Ini yang kita tidak harapkan,” pungkasnya. (ded/ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top