PT HGP Ditutup – Palopo Pos
Luwu

PT HGP Ditutup

BELOPA — Polemik soal bandelnya aktivitas PT Harfiah Graha Perkasa yang ada di Desa Kadong-kadong, Kecamatan Bajo Barat menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Luwu melakukan penutupan aktivtas tambang pabrik cipping tersebut.

Penutupan itu dilakukan oleh Satpol PP Kabupaten Luwu, serta disaksikan oleh Ketua DPRD Luwu, Andi Muharrir bersama sejumlah anggota DPRD Luwu lainnya akhir pekan lalu.

“Kami sudah melakukan peninjauan ke lokasi akhir pekan lalu, dan kita sudah sampaikan bahwa pabrik PT HGP kita tutup. sembari menunggu semua proses perijinnya dilengkapi. Saya sudah sampaikan hal ini dengan orang PT HGP saat meninjau pabrik,” ujar ketua DPRD Luwu, Andi Muharrir, kepada Palopo Pos kemarin.

Terkait dengan hal tersebut, salah seorang perwakilan PT HGP saat bertemu anggota dewan di lokasi, mengatakan akan memtahui persoalan tersebut. Ia juga menjelaskan soal tenaga kerja yang diberdayakan dalam menjalankan aktivitas perusahaan di wilayah itu.

“Kami paham, iya kami akan mematuhi aturan nanti kami berhenti dulu beroperasi, para pekerja di lokasi pabrik ada sekitar 15 orang yang khusus di pabrik, puluhan lainnya dilokasi lain. Kita mempekerjakan masyarakat di desa tersebut,” ujarnya.

Hal lainnya yang menjadi keluhan warga adanya aktivitas tambang galian C yang berada di Desa Rumaju. Rombongan sendiri langsung kelokasi untuk melihat pengambilan tambang. Apalagi ada keluhan masyarakat terkait terkikisnya persawahan milik warga karena aktivitas tambang.

“Kita akan evaluasi tambang ini dan akan membawa ini ke provinsi karena ijinnya dari provinsi, tapi rekomendasi tetap dari sini,” ujar Andi Muharrir.

Sebelum dilakukan penutupan terlebih dahulu dilakukan rapat koordinasi, antara DPRD dan SKPD terkait di ruang komisi III. Rapat tersebut berlangsung tegang, berulang kali terdengar suara meja digebrak saat rapat berlangsung.

“Saya sudah tiga tahun di komisi III dan selalu menegaskan agar pemerintah melalui SKPD teknis agar menghentikan aktifitas tambang dan pabrik aspal di sana. Kita DPRD dikritisi terus masyarakat,” tegas Summang sembari menggubrak meja rapat.

Anggota DPRD lainnya, Baso bahkan sampai menunjuk-nunjuk dengan nada keras jajaran dinas lingkungan hidup. “Persoalan ini tidak boleh dibiarkan karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Harus ada sikap tegas,” ujar politisi Asal Partai Gerindra itu. (fan/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top