Tiru Palopo dan Lutim – Palopo Pos
Utama

Tiru Palopo dan Lutim

* Berobat Gratis Paripurna di Puskesmas dan Rumah Sakit

PALOPO — BPJS Kesehatan Palopo baru saja memperingati milad ke-49. Di miladnya ini, BPJS Kesehatan Palopo bangga terhadap Palopo dan Luwu Timur.

Pemerintah Kota Palopo di bawah kepemimpinan Judas Amir dan Pemkab Lutim oleh Thorig Husler telah mengratiskan warganya berobat di Puskesmas dan Rumah Sakit. BPJS Kesehatan berharap terobosan ini ditiru oleh Lutra dan Luwu.

Pemkot Palopo sendiri sudah menerapkannya sejak tahun 2016. Sedangkan Pemkab Lutim rencananya akan launching September 2017 mendatang. ”Luar biasa terobosan yang dilakukan Palopo dan Lutim.

Ini saya kira perlu ditiru oleh Luwu dan Lutra,” ujar Kepala BPJS Palopo, Yusuf Eka Darmawan, ketika melakukan kunjungan silaturahmi di kantor Harian PagiPalopo Pos, Sabtu 15 Jli 2017.

Didampingi oleh pimpinan BPJS se Luwu Raya, ia diterima langsung oleh Direktur Utama Palopo Pos, Amran Suyuti, Direktur Palopo Pos, Husain Rasyid, Wakil Direktur, Ikhwan Ibrahim.

Dikatakannya, dirinya merasa bahagia bahwa dua daerah di Wilayah kerjanya, Luwu Raya, yakni Palopo dan Lutim menggratiskan warganya untuk berobat di Puskesmas dan Rumah Sakit. Secara Paripurna.

Sementara Lutra dan Luwu masih belum melakukannya. “Kami berharap Lutra dan Luwu bisa meniru sodaranya, investasi kesehatan bagi warganya,” tambah Yusuf.

BACA JUGA:  Eksekusi Diwarnai Tangis Warga, Minta Pemkot Perhatikan Masib Mereka

Dikatakannya adapun kunjungan silaturahim ke Palopo Pos, selain bagian dari peringatan milad BPJS ke-49 yang jatuh pada 15 Juli, ia juga mengaku baru seminggu menjabat sebagai kepala BPJS Palopo.

Untuk itu, penting bagi pihaknya bersilaturahim dan untuk saling bertukar pikiran dalam pembangunan kesehatan di Kota Palopo.

Sementara itu, Direktur Utama Palopo Pos, Amran Suyuti, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada BPJS untuk menyempatkan waktu berkunjung ke Harian Pagi Palopo Pos. Disampaikannya, Palopo Pos sudah puluhan tahun berdiri merupakan anak perusahaan dari Fajar Group dan Jawa Pos.

“Untuk tujuan mulia BPJS Kesehatan, kami siap membantu, serta bekerjasama, untuk pembangunan kesehatan di Luwu Raya,” sebutnya.

Selain kunjungan redaksi di Harian Pagi Palopo Pos, BPJS Kesehatan juga menggelar dua item kegiatan yakni selenggarakan Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks bagi peserta JKN-KIS sejak 13 hingga 31 Juli 2017 di beberapa puskesmas. Ada juga kunjungan peserta BPJS di berbagai instansi layanan kesehatan baik rumah sakit maupun Puskesmas di Kota Palopo, Sabtu 15 Juli 2017.

Dikatakan Yusuf Eka Darmawan, adapun pelaksanaan Bulan Deteksi Dini Kanker Serviks bagi peserta JKN-KIS merupakan dukungan BPJS Kesehatan terhadap Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang berfokus pada upaya promotif preventif terutama terhadap peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

BACA JUGA:  Lutra Keciprat Rp1,6 M, Lutim Rp1 M

Diterangkannya, berdasarkan data peserta BPJS Kesehatan secara nasional tahun 2016, jumlah kasus kanker serviks di tingkat pelayanan Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) mencapai 12.820 kasus dengan total biaya sekitar Rp56,5 miliar, sementara di tingkat Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL), tercatat ada 6.938 kasus dengan total biaya sekitar Rp87,1 miliar.

Pelaksanaan kegiatan deteksi dini melalui IVA/Papsmear ini adalah merupakan salah satu upaya unggulan untuk menekan prevalensi kanker serviks pada peserta JKN-KIS.
Untuk mewujudkan hal tersebut, BPJS Kesehatan menyediakan jaminan layanan deteksi dini kanker serviks kepada seluruh perempuan usia produktif yang telah menjadi peserta JKN-KIS baik di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama untuk pemeriksaan IVA Test dan Laboratorium yang bekerjasama untuk pemeriksaan Papsmear.

“Layanan pemeriksaan IVA/Papsmear ini dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan, sehingga peserta JKN-KIS tidak perlu khawatir dengan biayanya. Jika setelah diperiksa dan peserta memerlukan penanganan lebih lanjut, maka akan dirujuk sesuai dengan prosedur dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Sebagai informasi, kanker serviks tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini yang disediakan BPJS Kesehatan.

Kanker serviks, tambah Yusuf, umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut, di mana proses pengobatan yang harus dilakukan menjadi lebih sulit dan biaya pengobatannya pun menjadi lebih mahal.

BACA JUGA:   Dampak Penundaan DAU Rp49 Miliar di Luwu 'Tamsil' PNS Terancam

Namun dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi. Caranya dengan melakukan deteksi dini dan pemberian vaksinasi.

Oleh karena itu, dihimbau kepada seluruh peserta JKN-KIS untuk melakukan deteksi dinidi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)atau sarana penunjang lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan.

Pemeriksaan IVA/Papsmear merupakan metode pemeriksaan sederhana yang memiliki tingkat akurasi tinggi, aman serta nyaman bagi pasien. Sampai dengan tahun Mei 2017 deteksi dini yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan metode IVA telah berhasil menjangkau 101.097 peserta, sementara Papsmear berhasil menjangkau 93.263 peserta.

Berdasarkan data per-07 Juli 2017, terdapat 178.771.035jiwa penduduk Indonesia yang telah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Selain itu, terdapat total 20.861 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bermitra dengan BPJS Kesehatan, yang terdiri atas 9.829 Puskesmas, 4.516 Dokter Praktik Perorangan, 1.151 Dokter Praktik Gigi Perorangan, 5.351 Klinik Pratama, dan 14 RS D Pratama.

Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah bekerja sama dengan 5.443 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 2.175 Rumah Sakit (termasuk di dalamnya 181 Klinik Utama), 2.270 Apotek, serta 998 Optik.(ich/ary)

Click to comment

Most Popular

To Top