Gila! Calo SMAN 21 Makassar Minta Rp 3 Juta per Siswa – Palopo Pos
Pendidikan

Gila! Calo SMAN 21 Makassar Minta Rp 3 Juta per Siswa

MAKASSAR — Oknum masyarakat (calo) dalam penerimaan siswa baru ternyata tak segan-segan kembali beraksi terkait penerimaan siswa baru di SMA Negeri 21 Makassar.

Menurut kesaksian seorang warga BTP, yang akhirnya mengikhlaskan anaknya tidak lolos masuk SMA 21, calo tersebut meminta bayaran Rp 3 juta per siswa dan menjanjikan bisa mengurus siswa lolos masuk di SMAN 21 yang berlokasi di Perumahan BTP.

“Kami para orangtua siswa diminta mengumpulkan uang Rp 3 juta per orang. Tapi akhirnya dia tidak berhasil,” sesal warga yang tak ingin identitasnya diungkapkan ini.

Ia melanjutkan bahwa semula ia ikut percaya dengan oknum calo tersebut karena diceritakan oleh warga lainnya bahwa tahun-tahun sebelumnya ia meloloskan ratusan murid masuk ke sekolah tersebut. Akhirnya ia hanya bisa gigit jari setelah mengetahui mekanisme PPDB online Disdik Sulsel tidak bisa dibeli.

Beberapa waktu lalu Kantor Disdik Sulsel disambangi puluhan warga yang disinyalir digerakkan oleh calo yang dimaksud. Mereka menuntut adanya penambahan kuota domisili dan penambahan kelas.

Namun upaya mereka gagal. Disdik tak kendur dengan mekanisme yang telah dijalankan.
“PPDB online Disdik Sulsel tahun ini paling bersih. Tidak ada riak-riak berarti.

Orangtua yang kecewa merasa puas mengetahui anaknya tidak lolos bukan karena faktor X tetapi memang karena tidak memenuhi syarat teknis yang ditentukan,” tutur Sekertaris Disdik Sulsel Dr.

Setiawan Aswad, Selasa (18 Juli 2017).
Dikabarkan pula bahwa hari ini, calo PPDB online yang memprovokasi orangtua yang anaknya tak lolos di SMA 21 tersebut kembali beraksi. Alhasil rencana aksi mereka pun hanya dicibir masyarakat.

“Kenapa mau demo lagi? Kan semua sudah jelas mekanismenya. Saya anakku sudah saya masukkan di SMA swasta,” ungkap Idris (52), warga Biringkanaya.

Tanggapan positif atas penyelenggaraan PPDB memang terus diungkapkan berbagai kalangan antara lain legislatif, akademisi, orangtua siswa, tokoh masyarakat, hingga guru dan kepala sekolah. (rls)

Click to comment

Most Popular

To Top