Dra Herliah, Lurah Binturu, Sukseskan Kota Sehat – Palopo Pos
FEMALE

Dra Herliah, Lurah Binturu, Sukseskan Kota Sehat

DI era modernisasi, perbedaan gender tidak lagi menjadi perhitungan. Baik laki-laki maupun perempuan. Tidak ada lagi perbedaan derajat, khususnya soal karier. Bahkan, beberapa di antara perempuan membuktikan diri mampu berkarier bahkan menjadi pemimpin.

Seperti female kita minggu ini. Statusnya sebagai perempuan tidak menjadi halangan bagi dirinya untuk memimpin kelurahan.
Dia adalah Dra Herliah, lurah Kelurahan Binturu, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo.

Dilantik awal bulan Juni 2017 lalu, lurah baru ini siap berpartisipasi pada perubahan Kota Palopo, khususnya di kelurahan yang dipimpinnya. Salah satunya mendukung program Kota Palopo menjadi Kota Sehat.

“Salah satu yang menjadi perhatian adalah mengenai Palopo menjadi Kota Sehat. Dan khusus di Binturu, itu merupakan hal yang akan diimplementasikan,” urai perempuan kelahiran Palopo 27 September 1966.

Menjadi pemimpin yang mampu bersaing dengan lurah-lurah lain, juga menjadi perhatian istri dari kepala PJU Kota Palopo ini. Ia ingin membuktikan bahwa seorang perempuan juga mampu berkarier dan menjadi pemimpin yang menjadi bagian dari perubahan.

BACA JUGA:  Jauh dari Kota, Pelayanan Standar Nasional

Soal gender tidak menjadi tolok ukur dari suatu karier, tapi tergantung dari kemauan dan kecerdasan tentunya. “Perempuan tidak boleh diintimidasi bahwa mereka sebaiknya tinggal di rumah,” tambah Herliah sambil tersenyum.

Sebelum memimpin Kelurahan Binturu, karier ibu dari dua anak ini telah mengalami liku-liku yang panjang. Ia telah melanglang buana ke beberapa instansi yang ada di Luwu Raya, termasuk di Kota Palopo.

Awal kariernya dimulai sejak 2002 lalu. Saat itu bekerja sebagai pegawai di pemerintahan desa Kabupaten Luwu. Di pemerintahan desa kariernya sebagai pegawai hanya bertahan hingga 2004.

Selama dua tahun bekerja sebagai pegawai di pemerintahan desa, ia kemudian melanjutkan kariernya di Akademi Keperawatan Sawerigading Kota Palopo.

Di sana, perempuan yang memiliki motto “gantungkan nasibmu pada dirimu sendiri” bekerja sebagai kepala tata usaha (KTU) dan kasubag keuangan. Kariernya di sini berlangsung cukup lama. Terhitung dari tahun 2004 hingga tahun 2016 atau sekitar 12 tahun ia mengabdi di Akper Sawerigading Kota Palopo.

BACA JUGA:  Banyak Relasi, Rezeki Datang

Tidak henti sampai di situ, perempuan tangguh ini kemudian melanjutkan kariernya di kantor Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu. Di sana, ia bekerja sebagai kasi trantip. Perjalanan kariernya di sini tidak berlangsung begitu lama. Hanya terhitung beberapa bulan.

Begitupun setelah ia bekerja di Kantor Badan Perencanaan Keuangan Daerah (BPKD) Kota Palopo. Statusnya sebagai staf nampaknya kurang bersahabat dengan dirinya. Hingga kemudian pada awal Juni 2017 lalu, dirinya dimutasi menjadi lurah dari kelurahan Binturu Kecamatan Wara Selatan Kota Palopo.(cr1/ary/t)

Click to comment

Most Popular

To Top