KB Vasektomi Kurang Diminati Pria – Palopo Pos
Metro

KB Vasektomi Kurang Diminati Pria

PALOPO — Dinas Pengendalian Penduduk dan KB terus mendorong kaum pria untuk menggunakan kontrasepsi alias ber-KB dengan metode operasi pria atau vasektomi.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Palopo, Hj Suriani Kaso, SE.,M.Si mengatakan tahun ini pihaknya ditarget kepesertaan KB atau akseptor baru sebanyak 20 ribu pasangan usia subur (PUS), termasuk akseptor pria dengan metode operasi pria (MOP).

Ia mengakui minimnya kaum pria yang ber-KB tersebut membuat Dinas PP dan KB harus fokus terhadap peningkatan jumlahnya.
“Minimnya KB Vasektomi itu dikarenakan kesadaran masih kurang, kalau kita berjalan sendiri tentu akan sulit, sehingga harus ada sinergi dengan institusi lain yang juga peduli dengan kesehatan reproduksi,” ucapnya saat mendampingi Ketua TP-PKK Kota Palopo, dr Hj Utiasari Judas, M.Kes melakukan kunjungan pemasangan alat kontrasepsi gratis pada pencanangan mencanangkan Pelayanan Safari TNI Manunggal dan KB-Kes, di RS Tentara, Rabu 9 Agustus 2017.

Selain itu, lanjutnya, masih adanya kekhawatiran dari kaum pria jika melakukan vasektomi akan berpengaruh buruk terhadap kehidupan seksualnya, padahal tidak sama sekali.
Namun demikian, lanjutnya, pihaknya tidak akan patah arang untuk mengajak masyarakat ikut KB, apapun metodenya.

Saat ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi di puskesmas, tingkat kelurahan, RT dan RW, masjid serta pertemuan-pertemuan lainnya.

”Saat ini sudah ada beberapa pria yang mendaftarkan dirinya untuk melakukan vasektomi. Dan para para pria yang melakukan vasektomi akan diberi Rp350 Ribu dari BPJS Kesehatan dan BKKBN Provinsi Sulsel sebanyak Rp600 Ribu,” sebut mantan Camat Wara Selatan ini.

Menurut Suriani, pelayanan safari KB di seluruh Puskesmas dan Pustu se Kota Palopo telah berjalan dengan pelayanan KB gratis berupa pemasangan IUD, Implant, MOW dan pemeriksaan IVA untuk mendeteksi dini kanker mulut rahim. Pelayanan ini telah diikuti kurang lebih 150 Pasangan Usia Subur (PUS).

Sementara itu, Fitriani (20) warga Sempowae yang merupakan salah seorang PUS yang baru saja memasang alat kontrasepsi jenis Implant ini merasa program pemasangan alat KB secara gratis oleh Pemkot Palopo sangat bermanfaat bagi masyarakat.

”Setahu saya pemasangan alat kontrasepsi itu mahal ya, tapi kalau gratis begini tak ada alasan lagi untuk tidak ber-KB. Karena manfaatnya sangat luar biasa. Lagi pula tidak sakit,” kata ibu satu anak ini.(rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top