Pertama di Palopo, Ketua Panjat Tebing Outdoor Wedding Standing Party – Palopo Pos
Olahraga

Pertama di Palopo, Ketua Panjat Tebing Outdoor Wedding Standing Party

PALOPO— Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Palopo, Hairul Salim SP alias Ellunk bersama istrinya, Nurbaeti SE MM, membuat sejarah baru di Kota Palopo. Ia menggelar pesta pernikahan outdoor standing party di pelataran Gedung Olahraga (GOR) La Galigo Palopo, Rabu, 9 Agustus 2017 sore kemarin.

Ini merupakan kali pertama di kota ini, bahkan mungkin di Luwu Raya. Pesta pernikahan standing party sudah beberapa kali dilaksanakan di Palopo, tapi pelaksanaan dalam gedung. Namun standing party ini, dilaksanakan di ruang terbuka, langsung beratap langit. Sesuai temanya yang berkonsep alam bebas.

Kemudian waktu acara juga lain dari yang lain. Lasimnya, acara resepsi pernikahan dilaksanakan pukul 11.00 Wita sampai pukul 14.00 Wita. Tapi yang ini, dimulai pukul 14.30 Wita hingga pukul 17.00 wita.

Sejumlah pengunjung mengaku salut dengan idenya. Termasuk Bupati Luwu, Andi Mudzakkar, mantan Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak, mantan Sekkot Palopo HM Jaya, dan undangan lainnya yang hadir, menilainya sangat kreatif. Rasanya lebih santai dan dekat dengan alam. Tak sedikit yang mengabadikan momentum ini berselfie ria di lokasi acara.

BACA JUGA:  Klub Sepakbola SD Terbentuk

Menurut Penanggung Jawab Kegiatan, Irfan Alamsyah SP atau biasa disapa Toke yang ditemui Palopo Pos di sela-sela acara, pernikahan dengan tema alam bebas (adventure) ini dilakukan karena mempelai pria merupakan salah satu pecinta alam yang telah lama exis di Kota Palopo maupun di Sulawesi Selatan.

“Mempelai pria ini, juga merupakan salah satu pendiri dari gabungan para pencinta alam (GAMAPALA) Palopo. Juga kedua cabang olah raga panjat tebing,” ungkapnya.

Panitia dari pernikahan standing party outdoor wedding ini ada sekitar 50 orang yang terdiri dari anggota Gamapala Palopo dan dibantu oleh Mapala Universitas Muslim Indonesia (UMI). “Para panitia Mapala UMI ini datang langsung dari Makassar untuk membantu para teman-teman Gamapala Palopo untuk mempersiapkan pernikahan ini,” tambah Toke.

Undangan yang disebar oleh panitia sebanyak 1.500 dan yang hadir diperkirakan mencapai 2.000 orang. Dalam pernikahan ini tamu-tamu yang datang merupakan kerabat, teman, sahabat, dan keluarga dari kedua mempelai. “Para tamu undangan yang datang mengenakan pakaian putih dan makan di alam tanpa tenda sesuai dengan temanya white dresscode dan standing party outdoor wedding,” katanya.

BACA JUGA:  Perbakin Putuskan tak Ikut Porda

Persiapan pernikahan ini kurang lebih 1 bulan, mulai dari perencanaan, persiapan tempat, desain properti, sampai dengan lokasi acara. “Properti yang di gunakan ini kita ambil konsep dari alam bebas lalu dibuat miniaturnya seperti gua dan dinding panjat dan semuanya panitia membuat sendiri. Juga ada atraksi panjat tebing,” tutup Toke. (mg7/ikh/t)

Click to comment

Most Popular

To Top