Mutasi Bisa Kapan Saja – Palopo Pos
Utama

Mutasi Bisa Kapan Saja

* Isu Mutasi Mencuat, Sekkot Semangati Pejabat Defenitif Maupun Plt

PALOPO — Isu mutasi di lingkup Pemkot Palopo kembali mencuat. Topik ini jadi pembicaaraan hangat di internal ASN Pemkot Palopo. Apalagi mendekati hari Jumat dan Sabtu. Isunya makin kencang. Namun, Sekkot Jamaluddin Nuhung mengaku belum dengar rencana tersebut. Kalaupun dengar isu perombakan kabinet, ia tetap menyemangati pejabatnya yang defenitif dan plt. Karena mutasi itu, bisa kapan saja.

Isu mutasi menjadi pembicaraan hangat di lingkup Pemkot Palopo. Bahkan, ada yang sudah menyebut nama-nama yang mau mengisi jabatan tertentu. Katanya, bakal ada yang digeser posisi. Ada juga istilah pejabat naik kelas. Kemudian dari kepala dinas menjadi ASN yang biasa. ”Itu semua kewenangan seorang kepala daerah. Kalau di kota, ya wali kotanya. Kalau di kabupaten, tentu bupatinya dengan memerhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ucap DR Ilyas, MM, SH, MH, pengamat pemerintahan asal STISIPOL Palopo.

Ia lebih condong menggunakan kalimat penyegaran dengan mutasi di lingkup pemerintahan. Apalagi, lanjut dia, di lingkup Pemkot Palopo banyak jabatan yang lowong karena ditinggal pensiun dan meninggal. ”Jabatan yang lowong sebaiknya diisi secepatnya. Karena hal tersebut berkaitan dengan pelayanan publik,” ucap Ilyas, yang juga ketua STISIPOL Palopo, kemarin.
Dikatakannya, pemilihan ASN yang ditempatkan di jabatan-jabatan strategis itu bisa dilakukan dengan cara lelang. Nantinya, wali kota bisa melihat, mana-mana saja ASN yang berpotensi dan layak untuk menempati jabatan-jabatan yang lowong tersebut.

BACA JUGA:  KPU Keciprat THR dan Gaji 13

Beberapa jabatan lowong di lingkup Pemkot Palopo dibenarkan oleh pejabat di BKD. Selain belum terisi karena pejabatnya memasuki masa purnabakti dan meninggal dunia, ternyata ada sejumlah jabatan yang pejabatnya masih berstatus pelaksana tugas (plt). Para pejabat itu merupakan eselon II, III, dan IV.

Jabatan kosong karena ditinggal pensiun adalah Kepala Dinas Perhubungan, Drs Mustahrim, SHi, Kepala Dinas Perdagangan, Amaluddin, SE, sekretaris camat Telluwanua, serta Kepala Dinas Sosial, (Alm) Baso Najamuddin, SH, MH.

Sedangkan pejabat yang berstatus plt diantaranya Kepala Unit Pelayanan Terpadu (UPTD) Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Irwan Yasin, Kepala Dinas Perindustrian, Akkaseng, SE, Kepala Badan Pendapatan Daerah, Drs Abdul Waris, M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Wahyuddin, Kepala Dinas Kebudayaan, Andi Nagauleng, SE, Kepala Dinas Kearsipan, Drs. Jabir, Kepala Dinas Transmigrasi, Herawan Irfan Abbas, SIP, M.Si, serta Kepala Badan Pendapatan Daerah, Drs. Abdul Waris, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Andi Enceng, SE.

BACA JUGA:  Hadiri Sidang Negara, Andi Ichi Pakai "Baju Bodo"

“Jadi masih banyak jabatan struktural yang pejabatnya masih plt. Untuk mendefenitifkannya kita masih menunggu informasi lebih lanjut dari bapak Wali Kota, sedangkan jabatan kosong karena pejabatnya sudah pensiun per 1 Agustus 2017 belum ada pejabat baru yang ditempatkan,” ujar Kepala BKD Kota Palopo, Dahri Seleng, kepada Palopo Pos, Kamis 10 Agustus 2017, kemarin.

Terkait isu mutasi, Dahri mengatakan tidak mendengarnya. Namun demikian, kata dia, mutasi bisa berlangsung kapan saja. Tergantung dari pimpinan. “Jadi kita tunggu saja, jika benar ada mutasi pasti dipublikasikan,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Kota Palopo Palopo, Jamaluddin Nuhung, SH, MH, tidak mau banyak komentar soal mutasi. “Soal isu mutasi saya tidak pernah dengar. Kalaupun ada mutasi itu hanya sifatnya penyegaran. Artinya, ASN yang tadinya bukan kepala dinas menjadi kepala dinas. Demikian sebaliknya dari kepala dinas menjadi ASN biasa. Saya kira mutasi itu hal biasa disetiap birokrasi,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Jamaluddin, pihaknya berharap agar ASN bekerja lebih giat lagi. Tunjukan bahwa kalian layak mendapat kepercayaan dan bisa memangku jabatan setingkat kepala bidang atau kepala dinas, dan kepala badan. “Kendati mungkin mendengar isu mutasi, tapi saya imbau agar pejabat yang defenitif maupun plt tetap bekerja sesuai tupoksi. Mari melayani masyarakat dengan baik dan benar. Tapi yang jelas hingga saat ini belum ada mutasi,” katanya.(ich-him/ary)

BACA JUGA:  Ada Kamar President Suite untuk Pasien

 

Click to comment

Most Popular

To Top