Tenaga Kesehatan harus Proaktif Lakukan Pendekatan Keluarga – Palopo Pos
Kesehatan

Tenaga Kesehatan harus Proaktif Lakukan Pendekatan Keluarga

NAKES TELADAN. Menteri Kesehatan Nila F Moeloek memberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan teladan 2017 di Jakarta, Senin 14 Agustus 2017 didampingi Sekjen Kemenkes Untung Suseno Sutardjo dan Kepala PPSDM Usman Sumantri. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS
Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

JAKARTA — Menteri Kesehatan Nila F Moeloek meminta tenaga kesehatan diseluruh Indonesia untuk proaktif melakukan pendekatan keluarga dalam hal mewujudkan masyarakat sehat. Hal ini sejalan visi misi menuju Indonesia Sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Demikian disampaikan Menkes Nila usai memberikan penghargaan kepada 258 tenaga kesehatan teladan 2017 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin 14 Agustus 2017.

Puskesmas, lanjut Menkes sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan didaerah harus mendidik masyarakat berperilaku hidup sehat.

Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyelenggaraan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Program Indonesia Sehat dilaksanakan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Pendekatan keluarga merupakan salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan atau meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga.

“Saya titip kepada tenaga kesehatan teladan, Kita harus proaktif mendekati, mendatangi keluarga. Kemenkes tidak mungkin bekerja sendiri, harus menggandeng semua pihak. Dengan Germas semua pihak terlibat. Ada namanya Posyandu, Pospindu manfaatkan komunitas tersebut,” kata Menkes.

BACA JUGA:  Desa Silawan, Garda Terdepan NKRI Melawan Malaria

Pada kesempatan itu, Menkes juga menyinggung tentang masih tingginya masalah gizi buruk di Indonesia. Kekurangan gizi pada anak dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak menyebabkan “stunting” (pendek).

“Saat ini negara Kita masih 27,5 persen Stunting, dan kekurangan gizi. Ini tantangan kedepan bagaimana dengan gizi seimbang bisa diatasi,” ujarnya.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Click to comment

Most Popular

To Top