Yuk..Vaksin MR, Aman Buat Cegah Campak dan Rubella – Palopo Pos
Kesehatan

Yuk..Vaksin MR, Aman Buat Cegah Campak dan Rubella

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Mohamad Subuh, MPPM bersama Ketua Komnas PP KIPI dr. Hindra Irawan Satari dalam temu media di Jakarta. IDRIS PRASETIAWAN/PALOPO POS
Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

JAKARTA — Kementerian Kesehatan saat ini tengah menggalakkan program vaksin MR (Measles Rubella) untuk mencegah penyakit campak dan rubella menyerang pada anak.

Seiring berjalannya program nasional tersebut, ternyata ada sejumlah kasus yang muncul. Seperti lumpuhnya seorang siswi SMP di Demak, bernama Niken Angelia setelah mendapat vaksin campak dan rubella (MR). Namun hal ini masih dalam tahap pengkajian dan analisis dari Komnas Pengkajian dan Pencegahan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP KIPI).

Atas beredarnya informasi negatif terkait imunisasi MR yang berbahaya bagi anak-anak. Yang dianggap menyebabkan kelumpuhan. Dari Kementerian Kesehatan RI melalui Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Mohamad Subuh, MPPM menegaskan vaksin tersebut aman bagi kesehatan. Hal tersebut berdasarkan pengkajian yang dilakukan oleh Komnas Pengkajian dan Pencegahan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas PP KIPI).

“Terkait penolakan imunisasi, Kemenkes melakukan pendekatan-pendekatan dengan mengefektifkan Komunikasi kepada mereka. Salah satunya bekerja sama dengan Komnas KIPI,” kata Subuh dalam temu media di Kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa 15 Agustus 2017.

BACA JUGA:  Pemberian Imunisasi Wajib Bagi Anak

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komnas PP KIPI dr. Hindra Irawan Satari mengatakan KIPI adalah setiap kejadian medik yang terjadi setelah pemberian vaksin bisa merupakan gejala, tanda, dan bisa juga pemeriksaan laboratorium.

“Tugas kami melakukan causality assessment. Kami mengkaji dari data-data yang ada sehingga bisa akhirnya mengklasifikasikan apakah kejadian pasca imunisasi ini ada hubungannya dengan vaksin yang diberikan atau tidak,” kata Hindra.

Ada dua faktor utama yang dinilai, tambah Hindra pertama Konsep, yaitu mulainya vaksin diberikan sampai terjadinya kejadian pasca imunisasi.

Kedua, apakah ada penyakit lain yang mendasarinya, atau kejadian pasca imunisasi itu terjadi karena memang anaknya sudah sakit.

Prev1 of 2
Use your ← → (arrow) keys to browse

Click to comment

Most Popular

To Top