Ribuan Honorer Tulang Punggung Pelayanan Publik – Palopo Pos
Utama

Ribuan Honorer Tulang Punggung Pelayanan Publik

* Layani Masyarakat dengan Tulus Meski Gaji di Bawah Pas-pasan

PALOPO— Ribuan honorer yang ada di Luwu Raya, menjadi tulang punggung pelayanan publik di masyarakat. Mereka sampai saat ini masih menunggu asa dari pemerintah supaya mereka diangkat jadi aparatur sipil negara (ASN).

Keberadaan tenaga honorer ini, memang masih terus jadi tumpuan pemerintah daerah di Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur. Soalnya, selama beberapa tahun terakhir, tidak ada pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Ini juga seiring dengan banyaknya ASN yang memasuki purna bakti alias pensiun.

Sehingga, mau tidak mau, pemerintah harus menggunakan jasa mereka meski honornya tidak sesuai dengan upah minimum provinsi.

Berdasarkan data dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Palopo, saat ini jumlah honorer Kategori II (K2) mencapai angka 2.638 orang. Ini, belum termasuk tenaga sukarela yang bekerja di beberapa instansi.
Kepala BKD Palopo, Dahri Saleng, mengakui bahwa saat ini, K2 jumlahnya 2.638. ”Data tersebut yang saat ini ada di BKD. Data ini kami simpan dari hasil tes yang lalu,” ungkapnya kepada Palopo Pos, Minggu, 20 Agustus kemarin.

Di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkot Palopo, justru hampir berimbang antara honorer dan tenaga ASN atau PNS. Di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) misalnya, tenaga honor di situ, justru lebih banyak.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palopo, Hamzah Jalante mengungkapkan jika kinerja para honorer di kantor yang dipimpinnya sangat bagus. Dan, mereka juga disiplin seperti halnya para PNS lainnya.

”Kinerja mereka cukup bagus,” kata Hamzah kepada Palopo Pos, Minggu 20 Agustus 2017.
Soal jumlah tenaga honorer dan PTS di kantor BPKAD, Hamzah belum tahu pastinya. Karena mereka ada yang sebagian besar dipindahkan ke SKPD lain saat pembentukan OPD baru.

”Dulu jumlahnya sekitar 60 orang. Namun, saat ini berkurang karena beberapa honorer dipindahkan ke SKPD lainnya saat OPD baru terbentuk. Untuk jumlah detailnya saya kurang hafal karena datanya ada di kantor,” kata Hamzah Jalante.

Selain itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Palopo, Suriani Andi Kaso menjelaskan kalau tenaga honorer K2 di kantornya hanya berkisar 12 orang, sedangkan PTS 10 orang.

Terkait kinerja, Suriani A. Kaso melakukan pembinaan dan evaluasi terhadap kinerja pegawai tenaga honorer. Evaluasi kinerja ini bermaksud mengukur kinerja masing-masing tenaga honorer dalam mengembangkan, mendukung, dan meningkatkan kualitas kerja, di lingkup Dinas PPKB. Sehingga masing-masing tenaga honorer dikoreksi untuk perbaikan kualitas kerja yang dirasa kurang maksimal.

”Tenaga honorer di sini kompak dalam bekerja. Apalagi suasana di sini juga tidak ada pembedaan antara PNS maupun tenaga honorer. Karena kita merupakan satu ikatan keluarga,” tegasnya.

Sementara itu, Kadis Damkar dan Penyelamatan Kota Palopo, Muh Rais mengatakan jumlah honorer K2 di dinas yang dipimpinnya ini masih berkisar puluhan orang.

Namun, Kadis Damkar ini tak bisa merinci berapa jumlah honorer K2 yang berada di kantornya. Yang jelas, jumlah honorer di Damkar masih berkisar puluhan orang, lebih banyak ketimbang dengan jumlah PNS yang ada di kantornya.

Jika ditanya soal kinerja mereka, sangatah baik. Buktinya, ujar Muh Rais, mereka dua tahun berturut-turut dan tahun-tahun sebelumnya meraih prestasi tingkat nasional. Dan ini sangat perlu diapresiasi.

”Kinerja mereka sangatlah baik. Namun, pekerjaan dan resiko yang mereka harus hadapi di lokasi kebekaran maupun penyelamatan tak sebanding dengan honor yang mereka terima. Honor mereka masih berada jauh dibawah UMR. Hal ini membuat saya cukup prihatin dan terus memperjuangkannya,” kata Muh Rais kemarin.

Padahal merujuk dari surat edaran Mendagri Nomor 364.1/1925/SJ agar gubernur meningkatkan insentif para petugas damkar di luar gaji. Kebijakan itu sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Dimana Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta semua gubernur memperhatikan kesejahteraan petugas pemadam kebakaran (Damkar). Sebab, petugas Damkar memiliki beban tugas dan risiko yang besar.
”Gubernur harus meningkatkan kesejahteraan petugas pemadam kebakaran, dan menginstruksikan hingga ke daerahnya.

Ini bentuk penghargaan buat mereka,” kata Rais menirukan ucapan Mendagri saat peringatan HUT Damkar tahun ini
Dimana Tjahjo meminta gubernur serta kepala daerah memberikan sejumlah tunjangan kepada petugas Damkar. Diantaranya tunjangan pekerjaan risiko tinggi. Petugas Damkar dan keluarganya harus diberikan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa.

”Anak kandung petugas pemadam kebakaran harus mendapat beasiswa, serta memberikan bantuan perumahan. Ini harus diprioritaskan,” jelasnya lagi.

Rais menambahkan, dengan melihat beban dan resiko tinggi, serta nyawa taruhannya saat bekerja, petugas Damkar layak mendapatkan kenaikan honor dan tunjangan lainnya.

”Bayangkan saja mereka bekerja 1×24 jam, dengan honor dibawah UMR, ini sangat memprihatinkan. Sehingga daerah harus memperhatikan hal ini,” tandasnya.

Di Luwu Utara sendiri, sebanyak 1.534 orang K2 tercatat di lingkup Pemkab Luwu Utara.
Kepala BKSDM Lutra, Nursalim, mengatakan, K2 yang belum terangkat sebanyak 1.534 orang ini tersebar di sejumlah OPD.

Sementara di Luwu Timur, masih tersisa honorer K2 488 orang. Pemkab Luwu Timur juga masih kekurangan PNS. Di Lutim, masih membutuhkan 6.962 ASN. Sedangkan jumlah ASN yang ada di Luwu Timur saat ini 4.018 ASN.

Jadi, Pemkab Luwu Timur kekurangan 2.356 ASN per tahun 2017. ”Dari data ini, jelas Pemkab masih kekurangan. Untuk itu, SKPD mengusul tenaga upah jasa,” papar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kamal Rasyid, belum lama ini.

Sementara itu, PNS yang pensiun di Kota Palopo sebanyak 127 orang untuk tahun 2016 dan 2017. Luwu untuk 2016 dan 2017 ada 146 orang. Sementara Luwu Utara tahun 2017 sebanyak 76 orang. Dan Lutim 41 orang tahun 2016 dan tahun 2017 sebanyak 17 orang. (tim/uce)

Click to comment

Most Popular

To Top