Rokok Ilegal Marak di Luwu – Palopo Pos
Luwu

Rokok Ilegal Marak di Luwu

*Cukai Rokok Sumbang Rp148 Triliun ke Negara

BELOPA — Peredaran rokok ilegal alias tanpa dilengkapi pita cukai di Kabupaten Luwu cukup marak.
Peredaran rokok ilegal ini jumlahnya mencapai ada puluhan dan sulit diberantas disebabkan jaringan distribusinya sulit diungkap. Maraknya peredaran rokok ilegal ini mengakibatkan kerugian bagi pemerintah dan masyarakat.

Demikian yang terungkap dalam acara sosialisasi aturan dibidang cukai yang dilaksanakan Bagian Perekonomian Setdakab Luwu Jumat, 18 Agustus 2017 di aula Andi Kambo kantor Bupati Luwu.

Dimana dengan menghadirkan nara sumber Kepala sub seksi Perbendaharaan dan Pelayanan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Pratama Malili, Arimunandar Mansyur
“Beberapa waktu lalu kami melakukan razia di Kabupaten Luwu, ternyata di daerah ini cukup banyak beredar rokok ilegal tanpa dilengkapi pita cukai dan juga ditemukan banyak yang kadaluarsa, meskipun kami tidak menelusuri keberadaan distributor rokok ilegal dan kedaluwarsa tersebut, karena kami hanya melakukan pengawasan dalam rangka untuk pemetaan penyebaran cukai ilegal,” ungkap Arismunandar.

Arismunandar yang tampil di hadapan ratusan kepala desa dan perangkat desa, mengatakan peredaran rokok tanpa pita cukai merupakan tindak pidana karena menimbulkan kerugian bagi negara dan masyarakat.

“Rokok merupakan salah satu produk yang dikenakan pajak cukai dimana hasilnya untuk mendukung pembangunan negara. Bahkan tahun ini pemasukan pajak cukai dari rokok mencapai Rp148 Triliun dan ditargetkan akan naik di tahun 2017 hingga mencapai Rp157 Triliun. Tetapi dengan adanya rokok ilegal yang beredar, bisa merugikan negara dan masyarakat,” jelas Arismunandar.

Bupati Luwu yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian Drs Amrullah, mengatakan besarnya bea cukai rokok yang ditetapkan pemerintah disamping untuk membiayai pembangunan, pada sisi lain untuk menekan jumlah perokok dan bahaya yang ditimbulkan akibat merokok.

“Bea cukai rokok memang besar, tetapi pendapatan cukai rokok juga besar dan memberi sumbangsih yang besar untuk pembangunan di negara kita. Namun demikian kita berharap tingginya bea cukai rokok ini bisa menekan jumlah perokok dan menekan bahaya yang ditimbulkan akibat aktivitas merokok, khususnya dibidang kesehatan,” jelas Amrullah.

Sementara itu, Kabag Perekonomian Setdakab Luwu, Rakhmat Arifuddin S.Sos, M.Si, mengatakan, kegiatan Sosialisasi Aturan di Bidang Cukai ini melibatkan para kepala desa dan sejumlah elemen masyarakat di desa serta tokoh masyarakat.

“Harapan kita, dengan kehadiran para peserta ini adalah kita dapat bersama-sama memberi informasi dan sekaligus pengawasan di desa/kelurahan kita masing-masing terkait peredaran rokok ilegal dimasyarakat. Karena rokok ilegal ini sangat merugikan negara, ” Kata Rakhmat Arifuddin seraya mengatakan cukai rokok cukup tinggi, diandaikan jika harga rokok berpita cukai dibanderol seharga Rp 20 ribu, cukai rokok yang masuk ke devisa negara sebesar Rp10 ribu.

Dalam kegiatan tersebut puluhan jenis rokok ilegal yang beredar bebas di pedagang pengecer di Kabupaten Luwu tampak ditampilkan.
Bentuknya menyerupai rokok legal ternama yang dilengkapi pita cukai, diantara nama-nama rokok ilegal tersebut yaitu Surya 9, Rokok 423, Brio, Komandan, Planet Mars, Brisk, Mandiri dan masih banyak lagi. (and/rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top