Salah Pilih Paket Bisa Tumbang – Palopo Pos
Utama

Salah Pilih Paket Bisa Tumbang

* Persaingan Sengit di Pilwalkot

PALOPO— Pertarungan pada pemilihan wali kota Palopo Juni 2018 mendatang akan berjalan dinamis dan sengit. Ini terjadi, karena kekuatan setiap calon tidak jauh berbeda.

Direktur Ekesekutif PT Indeks Politica Indonesia (IPI) Suwadi Idris Amir menggambarkan secara umum peta perpolitikan di Kota Jasa ini.
Kepada Palopo Pos, Minggu, 20 Agustus kemarin mengatakan, dukungan elektoral petahana yakni Wali Kota Palopo, Drs HM Judas Amir, MH, diimbangi figur lainnya. Seperti, Wakil Wali Kota Palopo Dr Ahmad Syarifuddin, Haidir Basir, dan Rahmat Masri Bandaso, dan Martin Jaya.

”Pilwalkot Palopo saat ini memang yang tertinggi dukungan elektoralnya adalah Judas Amir, Haidir Basir, Ome, dan Rahmad MB serta HM Jaya. Bahkan, perolehan popularitas dan elektabilitas mereka sangat dinamis karena jaraknya tidak terlalu jauh diantara mereka,” ungkapnya melalui telepon selulernya.

Disebutkan, Haidir Basir dan Rahmad MB jika bekerja dengan serius maka pasti bisa bersaing dengan Judas dan Ome. untuk memenangkan pertarungan itu.

”Walau kelima figur tersebut saat ini tertinggi dukungan elektoralnya, namun pendatang baru masih memungkinkan mengejar keempat figur tersebut. Sebab, dukungan keempatnya masih dibawah standar angka aman,” tuturnya.

Jadi, menurutnya, mereka juga harus pintar-pintar memilih pasangan. ”Jika mereka salah pilih pasangan, maka tentu akan berdampak pada pemilihan nantinya. Bisa-bisa mereka tumbang,” jelasnya.

Alasannya, karena jika pasangan mereka saling mendukung perolehan suara, maka tentu akan meraup suara sebanyak-banyaknya. ”Peluang mereka, jika di antara itu, ada yang pasangan. Bisa memenangkan pemilihan nantinya,” bebernya.

Analisis lainnya, Ketua DPC PKB Palopo, Dahri Suli memberikan pengamatan tersendiri atas para bakal calon wali kota yang akan bertarung. Ia menilai jika pertarungan Pilwalkot itu mengalami pertarungan sengit jika beberapa pasangan tersebut yang akan menjadi kontestan. Malah, Dahri yang kini anggota DPRD Kota Palopo yang juga ketua PKB Palopo berani memaketkan nama-nama yang mencuat selama ini.

”Inikan mereka masih wajah lama. Tentu, kekuatan mereka sudah terbangun sebelumnya. Untuk Ome yang merupakan wakil wali kota saat ini tentu sudah dikenal masyarakat luas. Budi Sada yang menguat di jajaran masyarakat Toraja Bastem, keduanya bisa paket. Saya kira, ini bagus,” katanya.

”Untuk pasangan Judas Amir dan HM Jaya ini memang pasangan ideal. Judas Amir yang nota bene sebagai Wali kota Palopo tentu memiliki potensi besar khususnya di kalangan birokrasi,” katanya.

Untuk HM Jaya, kata dia, jika melihat keberadaannya memang sulit dipungkiri. Menurutnya, ia banyak menanamkan nilai-nilai sosial ke masyarakat. Ia pun birokrat yang cukup disegani selama ini karena pernah menjadi pejabat tinggi di Pemkot selaku Sekertaris Kota. ”Keberadaannya di bagian wilayah Wara Timur cukup dikenal, basisnya pun masih terjaga,” tambahnya.

Selain itu, HB dan RMB juga tidak jauh beda. Parameternya, pilwalkot 2013 lalu. HB mengungguli semua lawannya dengan suara terbanyak pada putaran pertama. Kedua figur ini juga masih memiliki pemilih militan meski keduanya sekarang ini sudah tidak berada dalam wilayah birokrasi. ”Dari survei yang muncul belakangan ini, kapasitas keduanya tidak jauh berbeda. Pasti akan sengit jika paket ini yang akan jadi nantinya,” bebernya.

Namun menurutnya, konstalasi politik tersebut dapat saja berubah. ”Politik itu sifatnya dinamis. Dan, yang penting adalah ya itu tadi, harus bisa mendominasi keberadaan tiga kecamatan pemilih terbanyak di Palopo itu,” katanya.

Sementara itu, salah satu pengamat poilitik, Asnawi Masud juga menilai pertarungan pilwalkot mendatang masih didominasi wajah lama. Itu artinya, keberadaan para figur ini masih memiliki pengaruh di masyarakat. Mana lagi keberadaan petahana saat ini masih terkesan kuat dan ditambah lagi calon pendampingnya yang juga masih memiliki basis yang kuat, seperti ketika jika Judas Amir dipaketkan HM Jaya.

”Jika pasangan Judas-HM Jaya, maka akan sulit dikalahkan. Judas Amir adalah petahana akan mendapat dukungan dari sebagian besar birokrat termasuk memiliki kemampuan financial. Sedangkan HM Jaya masih memiliki massa yang militan yang sampai sekarang masih terbilang solid,” kata Asnawi, kepada Palopo Pos, Minggu, 20 Agustus kemarin.

Untuk pasangan Haidir Basir (HB) – Rahmat Masri Bandaso (RMB), keduanya merupakan wajah lama dan punya pengalaman mengikuti pilkada. HB punya massa militan yang cukup lumayan. Ini terlihat dari beberapa pertemuan tim selalu dihadiri banyak orang khususnya tim perempuan HB yang sudah menembus sampai di tingkat RW.

”Kalau dilihat HB masih bisa mempertahankan para pemilihnya, sehingga kekuatannya di beberapa wilayah masih terbilang solid. Pun demikian RMB, punya massa yang kini masih solid,” bebernya.
Sementara, untuk RMB yang nyaris tidak melakukan sosialisasi tapi dari bocoran beberapa lembaga survei yang merilis hasil surveinya selalu tampil dengan angka yang cukup bagus. ”Melihat pemetaan hari ini, besar kemungkinan HB dan RMB memang peluang besar akan berpaket dan tentunya bukan kekuatan kecil bagi lawan-lawannya,” katanya.

Lebih lanjut, Asnawi yang juga memiliki latar belakang politik ini juga memandang Akhmad Syarifuddin alias Ome berpeluang menang. Bisa terjadi ketika berpaket dengan Budi Sada. Ome saat ini masih menjabat sebagai wakil wali kota. Tentunya, masyarakat Palopo tidak sedikit mengenalnya. Bahkan kata dia, nama Ome tetap muncul pada setiap hasil survei.

”Ome kita akui kekuatannya saat ini diatas rata-rata, dan merata disejumlah wilayah,” ujar Asnawi yang kerap mengikuti perkembangan politik di Palopo.

Sementara, Budi Sada boleh dikatakan sebagai pendatang baru tapi mampu melakukan sosialisasi kurang lebih dua tahun terakhir. Meski, katanya, dalam beberapa kali survei nama Budi Sada belum menunjukkan angka yang signifikan. Jika pasangan ini benar-benar terjadi maka sudah bisa dipastikan bahwa akan terjadi perolehan suara yang sangat ketat. Jika ketiga pasangan ini betul-betul paket, maka pertarungan akan sengit,” katanya.

Tetapi, lanjutnya, semua itu tergantung kondisi ke depan. Sebab, sekarang, belum ada satu pun yang sudah pasti maju. Dan, tentunya, semua masih membutuhkan kendaraan dari partai sebagai syarat untuk maju. (rul/uce)

Click to comment

Most Popular

To Top