Warga Ibukota Belum Nikmati Listrik – Palopo Pos
Luwu

Warga Ibukota Belum Nikmati Listrik

* 45 KK di Desa Seppong-Belopa Utara

BELOPA — Sungguh miris, ditengah peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72, ada puluhan warga di Dusun Sarrang Allo Desa Seppong yang belum menikmati layanan listrik penerangan dari PT PLN Persero. Parahnya, warga dusun ini masuk kawasan Ibukota Kabupaten Luwu, tepatnya di Kecamatan Belopa Utara.

Sejumlah warga Desa Sarrang Alo Desa Seppong hanya bisa pasrah, ditengah kecamatan tetangga bermandi cahaya, mereka justru harus bergelap-gelap dimalam hari karena ketiadaan penerangan listrik. Bahkan sebagian besar warga dusun tersebut hanya bisa mengandalkan cahaya lampu Pelita berbahan bakar solar pada malam hari.

“Anak-anak di dusun ini masih seperti jaman dulu pak, mereka hanya menggunakan lampu pelita dimalam hari untuk belajar. Kebutuhan penerangan ini juga mahal pak, karena kami menggunakan solar untuk menyalakan lampu pelita. Semalam untuk seluruh warga yang mencapai 45 KK ini bisa menghabiskan ratusan ribu pak untuk menikmati penerangan listrik,” ungkap Namaing (55).

BACA JUGA:  Latau: Perubahan Itu Dilakukan Pelan-pelan

Namaing dan sebagian besar warga dusun Sarrang Allo menjelaskan, mereka sangat merindukan pelayanan listrik penerangan. Apalagi jika melihat faktor jarak, dusun mereka tidak terlalu jauh dari Ibukota Belopa sehingga sangat dimungkinkan untuk pemasangan jaringan listrik.

“Sebetulnya kalau jarak dari jalan utama tinggal satu kilometer, dari Ibukota Belopa hanya berjarak lima kilometer, jalan sudah lumayan, pertanyaan kami apalagi alasan pemerintah dan PLN sehingga tidak memasukkan listrik di dusun kami,” kata Namaing.

Sementara itu, Kepala Desa Seppong Suhaedi Alwi yang dimintai tanggapan terkait warganya yang belum menikmati listrik, membenarkan ada dua dusun di desa yang dipimpinnya tersebut belum menikmati penerangan listrik.

“Di desa kami ada dua dusun yang warganya belum menikmati listrik yaitu dusun Sarrang Allo dan dusun Mamonta. Sebagai aparat desa kami sudah menyikapi keluhan ini dengan bersurat ke PLN tahun 2014 lalu, bahkan tahun 2015 dan 2016 saya kembali melayangkan persuratan dan ditanda tangani Bupati Luwu. Tetapi saya tidak tahu apa alasan PT PLN belum merespon keluhan warga ini,” jelas Suhaedi Alwi.

BACA JUGA:  Ratusan Rider Jajal Alam Luwu

Bahkan, lanjut Suhaedi Alwi dirinya pernah berupaya mellaui anggaran desa untuk membelikan tiang listrik agar jaringan kabel PLN bisa masuk ke dusun tersebut, namun rencana itu batal karena pasca berkonsultasi dengan Pemerintah daerah (Dinas PMD Luwu), dinyatakan tiang yang dibeli dengan dana desa itu harus dihibahkan ke PLN.

“Jalan terakhir yang saya upayakan saat ini adalah kami sudah bersurat ke wakil rakyat di parlemen DPRD Luwu untuk menyikapi keluhan warga kami ini. Menurut pihak sekretariat DPRD Luwu surat kami sudah ditindaklanjuti dan akan diagendakan pertemuan pada Senin pekan depan (hari ini, red),” tandas Suahedi Alwi. (and/rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top