Penyakit Kelamin, Pasutri Harus Berobat Bersama – Palopo Pos
Kesehatan

Penyakit Kelamin, Pasutri Harus Berobat Bersama

dr Selis Frisa, SPKK, MH

PALOPO—Penyakit hubungan seksual (PHS) merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Ada berbagai macam PHS, Seperti, uretritis/servisitis gonokokus atau yang dikenal dengan istilah kencing nanah, kandidosis vulvovaginalis/balanitis kandida (infeksi jamur), trikomoniasis (infeksi parasit), klamidia (infeksi bakteri), dan sifilis atau raja singa. Hal tersebut diungkapkan dr Selis Frisa, SPKK, MH kepada Palopo pos, Rabu, 23 Agustus 2017 kemarin.

Menurut Selis, manifestasi klinis penyakit tersebut berupa keluarnya cairan tubuh yang tidak normal dari kelamin, kecuali sifilis yang memiliki gejala awal berupa luka di kelamin. Cairan tubuh yang keluar dapat berwarna putih, kekuningan, ataupun kehijauan dengan konsistensi kental atau cair.

Kata dia, Selain itu dapat pula disertai dengan rasa sakit/rasa panas ketika buang air kecil, gatal, rasa tidak nyaman pada perut bagian bawah, dan rasa sakit ketika berhubungan intim.
Sementara pada penyakit sifilis menimbulkan gejala, yaitu berupa luka yang tidak nyeri pada area kelamin, yang dapat sembuh sendiri walaupun tidak diobati. Sehingga hal ini sering disepelehkan oleh pasien.

“Walaupun luka tersebut dapat sembuh sendiri, tetapi bakteri penyebab sifilis yang dikenal dengan nama Treponema Pallidum tidak mati, melainkan terus berkembang di dalam tubuh pasien. Berkembangnya bakteri ini dapat menimbulkan gejala klinis berupa ruam pada tubuh pasien, yang jika tidak juga mendapatkan pengobatan, infeksi dapat menjalar ke seluruh bagian tubuh pasien seperti jantung, susunan saraf pusat, dan lain–lain,”sebutnya.

Dijelaskan Selis untuk Fenomena ping pong adalah keadaan dimana kedua pasangan seksual melakukan hubungan badan dimana salah satunya terkena PHS kemudian mengalami reinfeksi PHS yang sama. Awalnya individu dengan yang terinveksi PHS menularkan penyakitnya pada pasangan seksualnya.

” Kemudian pasangan yang terinveksi berobat dan sembuh akan tetapi kembali terjangkiti penyakit yang sama lantaran ter inveksi pasangannya yang tidak berobat dikarenakan ketidaktahuan, nah biasanya ini oleh suami yang gonta-ganti pasangan, istrinya tidak tahu, ternyata juga sudah terinveksi, suaminya sudah sembuh karena berobat, tapi istrinya malah mengidap PHS, kemudian menulari lagi suaminya yang tidak berobat, “terangnya. (ich)

Click to comment

Most Popular

To Top