Bangun Toraja Lebih Maju dan Modern – Palopo Pos
Toraja

Bangun Toraja Lebih Maju dan Modern

*Dari HUT ke-60 Tana Toraja dan Hari Jadi ke-770 Toraja

MAKALE–Hari Ulang Tahun (HUT) Tana Toraja yang ke-60 dan Hari Lahir (Harlah) Toraja ke-770 berlangsung sangat meriah dihadiri oleh sekitar 5.000 orang. Acara puncak HUT Tana Toraja juga di hadiri Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahyo Kumolo, CEO MNC Group, Hary Tanoesudibyo, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Komjen Pur, Ismerda Lebang, Jacobus K Mayong Padang, Wagub Kalimantan Utara, Bupati Gowa, Bupati Luwu, Bupati Toraja Utara dan Pimpinan Muspida Tana Toraja. Dan dimeriahkan oleh Sharon Idol, 770 pelajar, mahasiswa pencinta alam, Tindoki Band, serta paduan suara Oni Dassi.

Kehadira Mendagri disambut riuh masyarakat Tana Toraja yang memenuhi acara puncak HUT Toraja di lokasi Obyek Wisata (OW) Patung Yesus Kristus Buntu Burake. Dimana, Mendagri diberi penghargaan sebagai warga Toraja (Di Tokko) bersama Gubernur Syahrul Yasin Limpo, Kamis 31 Agustus 2017 lalu.

“Ijinkan saya menyampaikan terima kasih atas nama pribadi dan keluarga. Karena hari ini saya diberikan kehormatan. Dan kepada ketua, tokoh-tokoh adat khususnya di Tana Toraja ini saya sebagai orang Indonesia yang lahir di Solo. Hari kelahiran saya bertambah karena saya bagian dari Tana Toraja. Ini yang harus saya perjuangkan baik pada jabatan saya maupun saya sebagai pribadi,” papar Tjahyo Kumolo dalam sambutannya.

Selamat kepada Hari Ulang Tahun Tana Toraja ke-60 dan selamat Hari Lahir Toraja yang ke-770, usia yang besar ini dirangkaian sambutan Gubernur Sulsel, Bupati dan Hary Tanoe. Intinya bahwa kita punya komitmen yang sama harus membangun Kabupaten Tana Toraja. Membangun Tana Toraja yang ada Toraja Utaranya harus semakin maju, semakin modern. Tetapi maju dan modernnya Tana Toraja tidak boleh tinggalkan identitas dan jati diri, adat istiadat dan agama yang ada di Tana Toraja.

Karena tidak ada artinya Tana Toraja maju sebagai wilayah pariwisata tetapi kehilangan jati diri identitas adat, budaya dan agama. Ini harapan dan komitmen di Hari Lahir Toraja dan HUT Tana Toraja. Mari kita bersama-sama untuk membangun Tana Toraja ini dengan semangat kebersamaan. Karena membangun Toraja tidak bisa sendiri harus ada konektifitas antar daerah-daerah yang ada dan sinergi antar daerah yang ada, terang Tjahyo.

Mulai dari Makassar sampai Tana Toraja dan sampai di Toraja Utara merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Untuk membangun masyarakat, daerah dan mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan rakyat, ujar Tjahyo.

Gubernur, Syahrul Yasin Limpo dalam sambutannya mengatakan puji Tuhan dengan segala kerendahannya Tuhan Yang Maha Kuasa mempetemukan kita dalam suasana penuh kuasanya. Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun Tana Toraja yang ke-60 dan Hari Jadi Toraja yang ke-770. “Puji Tuhan dengan segala keredaan dan kebahagiaan bapak Menteri Dalam Negeri hadir bersama kita. Ini tanda-tanda baik untuk Kabupaten Tana Toraja bersama rakyat Toraja dimasa yang akan datang,” ungkap SYL.

Kehadiran Mendagri juga memberikan legitimasi bahwa kepedulian Pemerintah Pusat terhadap daerah terwakili. Yang hadir ditengah-tengah masyarakat, orang Toraja, orang Sulawesi Selatan, Bugis Makassar tidak biasa berbasa-basi. Kalau dia memberi penghargaan itu adalah sesuatu paham yang luar biasa.

Ditambahkan Gubernur bahwa pembangunan Bandara Buntu Kuni akan segera dilanjutkan tahun 2018 mendatang. Akan turun anggaran sebesar 480 Miliyar. “Saya malu diakhir masa tugas saya kita maunya selesai Tahun 2017 tapi belum juga karena adanya masalah. Para Pimpinan Muspida Tana Toraja bantu untuk menyelesaikan persoalan yang ada di lapangan dan jangan dipersulit,” pintanya.

Sementara, Nicodemus dalam sambutannya mewakili masyarakat Tana Toraja menyampaikan kepada Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo. Mengatakan atas nama rakyat Tana Toraja menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan juga kepada sang penggagas, inisiator, inovatif tidak lain dan tidak bukan Gubernur Sulawesi Selatan.

“Saya merasa banggah karena hadir pula pak Hary Tanoesudibyo yang ingin melayangkan pandangannya di Tana Toraja. Dan menantang masyarakat Tana Toraja apakah yang mau di bangun di Tana Toraja kita siap untuk itu,” ujar Nico.

Berharap kepada kedua Tokoh nasional ini akan mendorong didalam menghadirkan Tana Toraja sebagai Toraya Maelo. Kita sudah bersepakat rakyat Tana Toraja, apa yang diampaikan ini jalan keluarnya kepada kedua Tokoh Nasional yang hadir saat ini. Termasuk pengusaha nasional yaitu yang pertama jangan biarkan rakyatku bodoh, jangan biarkan rakyatku sakit dan jangan biarkan rakyatku lapar.

“Kemudian dalam daya saing kita soal kopi. Kami juga di dorong ke Kementrian Pertanian semoga dapat mendorong kami dalam pengembangan kopi dan tanaman produksi lainnya,” tutup Nico. (mg5/udy)

Click to comment

Most Popular

To Top