Kadis Perumahan Diperiksa 4 Jam – Palopo Pos
Luwu Timur

Kadis Perumahan Diperiksa 4 Jam

*Dugaan Korupsi Rabat Beton Matano

MALILI — Penyidik Polres Luwu Timur melakukan pemeriksaan intensif terhadap Kepala Dinas (Kadis) Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Luwu Timur, Zainuddin selama 4 jam.

Pemeriksan tersebut berlangsung di ruang penyidikan Reserse Polres Luwu Timur, Senin 11 September 2017.
Bang Jay sapaan akrab Zainuddin dihadirkan pihak kepolisian sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek rabat beton Matano yang menghabiskan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2016 senilai Rp1,9 Miliar.

Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak yang dikonfirmasi Palopo Pos, Selasa 12 September 2017 membenarkan soal pemeriksaan Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Luwu Timur, Zainuddin dari pukul 11.00 Wita hingga 15.00 Wita.

Menurut Kapolres, Kadis Perumahan diperiksa sekaitan selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) pada Proyek Beton Matano. Agenda pemeriksaan yang dilakukan masih sebatas saksi terkait kasus dugaan korupsi proyek rabat beton yang ada di Dusun Matano, Desa Matano.

“Karena proyek itu berada di dinas beliau, sehingga kita juga memanggil untuk diperiksa sebagai saksi,” ungkap Kapolres kemarin.
Pada proyek itu, kata AKBP Parojahan, pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga telah merampungkan hasil audit perhitungan kerugian negara. “Dari hasil perhitungan ahli dari BPKP ditemukan adanya kerugian senilai Rp1 Miliar lebih,” ungkap Parojahan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Akbar A. Malloroang menambahkan, audit perhitungan kerugian negara pada proyek rabat beton itu dilakukan atas adanya temuan dari ahli Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK).

“Kadis Perumahan sudah kita dalami pemeriksaannya. Insha Allah dalam waktu yang tidak terlalu lama kasus dugaan korupsi proyek rabat beton ini akan kita gelar di Polda Sulsel terkait penentuan tersangka,” tegas Akbar.

Sebelumnya, Kadis Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Luwu Timur, Zainuddin mengaku kalau proyek pembangunan rabat beton yang ada Matano tersebut belum sepenuhnya dibayarkan ke pihak rekanan.
Bang Jay pun menilai kalau pihak kepolisian terkesan terlalu terburu-buru memanggil BPKP Sulsel untuk memerika proyek ini.

“Karena BPKP sudah turun, maka BPK tidak mau lagi ikut campur padahal menurut aturan, itu tidak boleh mereka langsung masukkan karena ada BPK,” ungkapnya.
Sekedar diketahui, status kasus proyek yang dikerjakan CV Cakra ini sudah tahap penyidikan. Kasus tersebut bergulir di kepolisian karena diduga tidak sesuai spesifikasi sehingga tidak layak dibayarkan senilai Rp1,5 Miliar dari anggaran senilai Rp1,9 Miliar. (krm/rhm)

Click to comment

Most Popular

To Top