Kepergok Buang Sabu, PNS Lutra ‘Ngantor’ di Pengadilan – Palopo Pos
Kriminal

Kepergok Buang Sabu, PNS Lutra ‘Ngantor’ di Pengadilan

ilustrasi

PALOPO— Pada hari kerja, PNS sedianya berada di kantor untuk melaksanakan tugas sebagai abdi negara. Namun lain halnya dengan PNS yang bertugas di Kabupaten Lutra ini. Selasa, 12 September 2017 kemarin, ia justru ‘ngantor’ di Pengadilan Negeri (PN) Palopo.

Usut punya usut, rupanya PNS yang berinisial RR alias Ki (33), alamat Jl. Datuk Sulaiman Kelurahan Pontap, Kota Palopo ini sedang berurusan dengan penegak hukum terkait kasus narkoba.

Ia menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Palopo, Rismah SH. Perkaranya ditangani majelis hakim yang diketuai IG Eko Purwanto SH MHum, didampingi dua hakim anggota masing-masing Raden Nurhayati SH MH dan Beauty D Simatauw SH MH.

Dari diri terdakwa diamankan satu sachet sabu seberat 0,1320 gram yang diperoleh dari seorang bernama Iksan (DPO) dan Soreang (DPO). Terdakwa memang berniat membeli sabu dan patungan bersama dengan temannya bernama Esse (DPO) seharga Rp900 ribu.

Memasuki ruang sidang utama Kusuma Atmadja, sekitar pukul 14:30 Wita, terdakwa yang terlihat menggunakan kemeja putih dibalut dengan rompi tahanan. Lalu dipanggil oleh Ketua Majelis Hakim untuk duduk di kursi pesakitan setelah ketuk palu.

Setelah membuka sidang lalu mempersilahkan Jaksa PU untuk membacakan dakwaannya. Terdakwa juga didampingi oleh penasehat hukum yang didatangkan sendiri. Jadi selama persidangan akan didampingi terus oleh pengacaranya tersebut. “Silahkan jaksa bacakan surat dakwaannya,” tutur Ketua Majelis.

Dalam pokok dakwaan dijelaskan Jaksa PU bahwa terdakwa bersama temannya bernama Esse telah melakukan pembelian sabu. Lalu mereka sepakat bertemu di kompleks Luwu Plaza. Akan tetapi setelah terdakwa tiba lalu melihat ada petugas kepolisian, sehingga membuang sabu yang telah dimasukkan ke dalam bungkus rokok class mild.

Petugas Satnarkoba Polres Palopo yang memang telah mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa akan ada transaksi narkoba di wilayah itu. Kemudian juga melihat terdakwa saat membuang sabu itu. Maka dari itu petugas langsung melakukan pencarian terhadap terdakwa namun tidak ketemu.

Beberapa hari berselang akhirnya petugas berhasil membekuk terdakwa di Jalan Datuk Sulaiman, Kelurahan Pontap. Lalu dilakukan penggeledahan dan petugas menemukan satu buah handpone merek samsung warna hitam. Dari hasil interogasi terdakwa mengakui bahwa memang barang yang dibuang saat itu merupakan miliknya.

Karena jaksa belum menghadirkan saksi maka sidang ditunda dan akan dilanjutkan pekan depan. Dalam perkara ini terdakwa dikenakan ancaman pidana dalam pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (udy/ikh)

Click to comment

Most Popular

To Top